Tidak Punya Keturunan

Anak adalah mutlak hak dariNya sebagai bentuk dari ‘rezeki’ dan ‘amanah’. Allah SWT berkenan memberikannya kepada yang dikehendakiNya. Meski demikian, ketika sebuah kondisi kewajaran dirasa tidak sebagaimana mestinya maka manusia perlu mencari tahu dan berikhtiar dengan semua pengetahuan yang dimilikinya. Dan ketika semua ikhtiar maksimal itu dilakukan maka hasilnya kembali diserahkan kepadaNya.

Mudah-mudahan dengan pendekatan olah napas ini dapat menjadi jalan bagi mereka yang ingin mendapatkan keturunan dengan cara melakukan perbaikan dari sisi pH, Oksigen-Karbondioksida, Glukosa, dan kimiawi darah lainnya. Dengan melakukan semua perbaikan-perbaikan ini barangkali saja Allah SWT menjadi berkenan untuk memberikan keturunan. Insya Allah.

SURVIVOR

caret-down caret-up caret-left caret-right
Ny. Afriyanti, 34 tahun Ibu Rumah Tangga. PALEMBANG.

Sudah satu setengah tahun saya sulit punya anak. Saya dan suami sudah periksa ke dokter dan mencoba berbagai macam cara namun belum berhasil. Kemudian saya dikenalkan teman untuk ikut latihan olah napas Kebugaran di kantor Inspektorat Palembang. Alhamdulillah setelah rutin mengikuti latihan selama empat bulanan saya positif hamil. Kami senang sekali dan bersyukur. Saat ini saya masih latihan rutin dibawah bimbingan bapak Ketut sebagai pelatih. Terima kasih.

Ny. Retno, 32 tahun Ibu Rumah Tangga. PALEMBANG.
Saya sudah menikah 12 tahun namun belum punya keturunan. Saya dan suami sudah melakukan cek ke dokter semua normal. Saya menerima dengan ikhlas. Namun setelah ikut seminar olah napas di Palembang, saya diberitahu bahwa ikhlas itu harus tetap dengan ikhtiar. Hal ini menimbulkan semangat baru pada diri saya untuk ikut Kebugaran MP. Selama 4 bulan berlatih sekarang saya sudah punya keturunan. Alhamdulillah