Lain-lain

Berbagai perubahan dirasakan oleh mereka yang mempelajari metode olah napas ini. Dari mulai sekedar menjaga kebugaran tubuh, stamina, keperkasaan, hingga pemulihan dari anemia, kebiasaan merokok, dan banyak lagi.

SURVIVOR

caret-down caret-up caret-left caret-right
Saya telah mengikuti seminar dan workshop bagaimana strategi membalik anomali sel. Saya sangat terkesan dengan pembicara yang mampu menyampaikan paparan keilmuan sains pada olah napas dan hubungannya dengan aspek medis yang disampaikan secara runut, logika yang teratur, dan landasan yang jelas. Ini sangat luar biasa mengingat pembicara bukanlah seorang dokter, atau doktor atau profesor.
Didik Eka Putra, 50 tahun Pengusaha. JAKARTA.
Dengan niat baik untuk membantu ayahanda-ayahanda saya di Angkatan Laut agar selalu sehat dan bugar, maka saya mulai menginisiasi pelatihan Kebugaran di gedung Graha Jala Bhakti TNI Angkatan Laut. Pelatihan ini sudah berlangsung empat tahun nyaris tanpa komplain. Artinya, para ayahanda saya merasa cocok dengan pola dan metode yang dilatihkan. Perkembangan kesehatan peserta juga sangat bagus dibuktikan selalu dengan hasil lab.
Taufan, 47 tahun Pengusaha. JAKARTA.
Mengikuti jejak kegiatan ayahanda saya di Angkatan Laut yang berlatih olah napas Kebugaran, saya tertarik dan berusaha berlatih secara rutin. Meskipun kadang ada izin beberapa kali karena kesibukan namun stamina saya dalam menjalani keseharian drastis meningkat. Saya jadi jarang lelah. Rasanya tenaga ini selalu ada. Dan saya selalu berusaha terus berlatih agar stamina selalu stabil hingga sekarang.
Umar, 52 tahun Pengusaha. JAKARTA.
Sebagai pengusaha, saya sering merasa kurang fit dalam keseharian. Memang bisa saya antisipasi dengan meminum suplemen vitamin dan mineral namun terkadang tidak begitu memiliki efek pada kasus-kasus yang cukup berat. Kemudian saya diajak oleh bapak mertua saya untuk berlatih olah napas Kebugaran di Graha Angkatan Laut Pondok Labu. Setelah berlatih rutin, saya mengalami peningkatan stamina yang cukup signifikan. Terima kasih.
dr. Hasrat Saleh, 47 tahun Dosen Unhas. MAKASSAR.
Saya mengalami masalah pada pendengaran yakni nyeri dan muncul suara denging terus menerus. Kondisi ini sangat mengganggu. Kemudian stamina juga sering drop. Atas saran teman, saya kemudian diarahkan untuk berlatih olah napas Kebugaran ini. Setelah saya menjalani latihan, stamina saya meningkat drastis. Telinga saya yang semula berdenging kini sudah tidak lagi. Alhamdulillah.
Prof. Dr. Tadjudin Parenta Dosen Unhas. MAKASSAR.
Saya senang dengan latihan olah napas ini karena kebiasaan merokok saya mulai berkurang drastis yang entah bagaimana penjelasannya. Termasuk keinginan saya untuk memakan makanan menjadi biasa saja. Jika ada hidangan di depan mata, itu rasanya biasa saja tidak seperti dulu sebelum berlatih olah napas yang mudah untuk memakan sesuatu. Ini benar-benar meningkatkan kontrol diri saya dengan baik.
Sugiyono Direktur BKKBN. JAKARTA
Saya tahu teknik olah napas ini dari anak buah saya di BKKBN Direktorat Pertahanan Remaja, Dithanrem. Sebelumnya saya sudah pernah belajar berbagai teknik olah napas, namun ketika saya belajar teknik olah napas ini rasanya ini yang paling mudah paling cepat efeknya di badan saya. Sederhana namun efektif. Saya bisa lakukan dengan duduk, bersandar, atau berbaring dengan hasil yang sangat bagus. Saya cocok dengan ini.
Saya beberapa kali pingsan-pingsan karena penyebab yang tidak diketahui. Setelah periksa ke dokter, saya terkena anemia dengan nilai Hb sangat rendah. Saya takut jarum suntik. Kemudian oleh suami saya diarahkan untuk mengikuti latihan olah napas Kebugaran ini dengan bimbingan jarak jauh. Perlahan, nilai Hb saya mulai naik dan berangsur normal. Saya sudah tidak pernah pusing dan pingsan-pingsan lagi setelah itu.
AM. Yusvan Paris, 56 tahun Kepala LP3I. MAKASSAR.
Saya sudah lama terkena penyakit maag dan vertigo serta asam urat tinggi. Sudah sering minum obat maag dan pereda asam urat namun hasilnya kurang menggembirakan. Sejak saya mengikuti olah napas Kebugaran ini di LP3I alhamdulillah penyakit saya berangsur-angsur berkurang dan saat ini saya sudah tidak bergantung lagi pada obat untuk maag dan vertigo. Sedangkan asam urat saya sudah normal terkontrol. Terima kasih.
Yoga Suroso, 45 tahun Karyawan. JAKARTA.
Saya adalah perokok berat, dan saya mengakui itu. Kebiasaan ini sulit sekali saya hilangkan. Saya kenal MG sudah lama dan tertarik ikut workshop olah napasnya. Setelah kurang lebih tiga bulanan saya menjalani olah napas rutin, saya merasa ada yang berbeda pada diri saya. Kebiasaan merokok saya mulai berkuran drastis. Saya mulai tidak suka melihat rokok. Saya juga tidak mengerti tapi ini hal yang baik buat saya. Trims MG.
Mudakkir, 57 tahun Swasta. PALEMBANG.
Saya menderita stroke lumpuh badan separuh karena diabetes. Kemudian saya datang saat event seminar dan workshop di Palembang. Pada sesi latihan pertama workshop saya merasakan tangan kiri saya panas sekali. Rasanya urat-urat tangan kiri saya seperti terbakar. Setelah itu, perlahan saya mulai bisa menggerakkan tangan kiri saya meski belum sempurna benar. Saya ingin meneruskan dibimbing mas Ketut sampai sembuh.
Ketut Sumewen, 62 tahun Kapten (Purn)
Sebagai pensiunan saya harus selalu menjaga stamina dan fisik agar tidak mudah sakit. Posisi sebagai Ketua Cabang Merpati Putih Palembang juga mengharuskan saya harus berpikiran terbuka dan memulai belajar pengetahuan-pengetahuan baru. Pada usia saat ini, saya mulai belajar ilmu Kebugaran Merpati Putih secara lebih serius agar dapat lebih banyak lagi membantu masyarakat Palembang dari sisi kesehatan.