Jantung Koroner

Kesembuhan adalah mutlak milik Allah, namun manusia dapat mempergunakan semua potensi yang diberikanNya untuk menuju kesembuhan. Barangkali saja, belajar teknik pernapasan merupakan salah satu ikhtiar yang dapat menuju kepada kesembuhanNya. Mudah-mudahan.

Mereka dibawah ini adalah para penyintas (survivor) dari sakit jantung koroner. Jika mereka bisa, tentu Anda juga bisa.

SURVIVOR

caret-down caret-up caret-left caret-right
Djoko Sarwoko, 79 tahun Kolonel (Purn). JAKARTA.

Saya menderita penyempitan pembuluh jantung sebanyak 9 titik . Rata-rata diatas 75%. Dokter di beberapa rumah sakit tidak berani mengoperasi karena faktor usia dan hanya memberikan obat. Namun setelah saya mengikuti latihan olah napas Kebugaran ini, kini saya dapat bernapas dengan lega dan mampu berenang 30 menit non stop. Napas saya juga semakin enteng. Tidur saya semakin nyenyak dibandingkan sebelumnya.

dr. Syamsu Indra, 45 tahun Dokter. PALEMBANG.

Saya sudah lama mengidap sakit di dada apalagi melakukan aktivitas yang agak berat terasa sakit sekali. Setelah cek kedokter terlihat penyempitan saluran pembuluh darah jantung. Selain itu tensi saya juga sering tinggi sekali. Kondisi stamina mudah capek lesu. Setelah diajak oleh kawan untuk ikut berlatih olah napas Kebugaran, ajaib semua jadi normal. Sampai sekarang saya masih aktif dan terus latihan untuk menjaga kesehatan saya.

Sumardiyanto, 55 tahun Swasta. JAKARTA.
Saya menderita diabetes dan divonis penyempitan pembuluh jantung.. Dokter sudah memberikan tenggang waktu selama dua bulan apabila tidak membaik maka harus pasang ring. Kemudian saya memulai latihan olah napas Kebugaran dengan arahan rutin. Alhamdulillah dalam waktu satu bulan setengah parameter HbA1C dan profile lemak saya normal sehingga saya tidak perlu pasang ring lagi. Terima kasih.