Diabetes

Mereka yang membaik dan tersembuhkan dari Diabetes dengan pendekatan olah napas. Standar ukuran nilai membaiknya seseorang dari Diabetes adalah nilai HbA1C yang berada pada nilai:
1. Ideal, antara 4.1% – 5.0%
2. Normal, antara 5.1% – 6.0%
3. Hati-hati, antara 6.1% – 6.5%
4. Diabetes, diatas 6.5%

SURVIVOR

caret-down caret-up caret-left caret-right
Yaya Suhaya, 40 tahun Swasta. BANDUNG.

Sudah lama saya terkena diabetes dengan gula darah saya 880 mg/dL dan harus minum obat. Kemudian saya dilatih olah napas Kebugaran ini bersama teman saya yang sudah pernah ikut workshop. Dalam waktu tiga bulan, gula darah saya turun menjadi 540, lalu menjadi 400, kemudian turun lagi menjadi 200 sehingga obat diabetes dapat saya lepas. Kemudian setelah itu gula darah saya menjadi normal menjadi dibawah 100 dan stabil hingga sekarang tanpa obat.

Ny. Maha, 45 tahun Pegawai Negeri. PALEMBANG.

Saya pegawai negeri, saat ini menderita diabetes dengan gula darah diatas 270 mg/dl. Setelah ikut seminar dan workshop olah napas, saya memutuskan bergabung dengan kelompok Kebugaran MP Palembang. Dengan bimbingan dari pelatih Mas Ketut, kondisi gula darah saya sudah normal semuanya. Meski sibuk, namun saya terus berlatih dengan rutin dengan bimbingan sehingga gula darah saya selalu stabil. Suami saya yang seorang dokter juga menyarankan terus latihan. Terima kasih.

Saimun, 65 tahun Swasta. PALEMBANG.

Saya terkena diabetes yang harus suntik insulin 3x sehari. Gula darah 400, telinga bengkak, pendengaran terganggu, tidak bisa berjalan jauh, dan sulit naik tangga. Namun setelah berlatih olah napas Kebugaran ini selama 2 bulan intensif sekarang kondisi saya suntik insulin hanya 1 kali, pendengaran sudah membaik dan banyak perubahan. Gula darah meski kadang naik turun namun kecenderungan sering berada pada nilai normal.

Adeng, 42 tahun Karyawan. JAKARTA.

Saya menderita diabetes dengan gula darah selalu diatas 400 mg/dL. Kemudian oleh atasan di kantor, saya difasilitasi untuk diikutkan pada seminar dan workshop olah napas untk normalisasi diabetes di Jakarta. Mulanya saya tidak percaya jika hanya dengan olah napas bisa menormalkan gula darah. Namun setelah berlatih selama tiga bulanan, gula darah saya sekarang selalu berada dibawah 110 mg/dL. Saya merasakan perubahan yang luar biasa pada stamina dan keperkasaan.

dr. Irawan, 47 tahun Dokter. PALEMBANG.
Beberapa tahun lalu, oleh karena kesibukan pekerjaan yang luar biasa membuat kontrol gula darah saya menjadi buruk. Kemudian datanglah diabetes. Efeknya pada tubuh, stamina menurun drastis, lemah letih lesu. Kemudian saya berkenalan dengan olah napas Kebugaran ini dan berlatih dengan rutin dibawah bimbingan mas Ketut. Saat ini gula darah saya sangat terkontrol dan kembali normal. Stamina juga meningkat dan stabil dalam keseharian.
Saya menderita diabetes dengan gula darah diatas 400 mg/dL. Nilai HbA1C saya 10.2% dan sudah masuk pada kategori bahaya. Kemudian saya diinformasikan teman mengenai seminar dan workshop olah napas. Setelah saya belajar tekniknya dan menjalani latihan selama tiga bulanan, nilai pengukuran HbA1C terbaru saya menjadi 8.1%. Meski masih masuk pada lampu kuning namun terjadi penurunan secara signifikan. Saya melanjutkan latihan ini hingga nanti tercapai normal.
Fariz Fauzi, 42 tahun Karyawan. SURABAYA.
Saya mengikuti tulisan mengenai olah napas Kebugaran ini sudah cukup lama, dan ketika ada kesempatan untuk belajar maka saya ikuti dan manfaatkan sebaik-baiknya. Gula darah saya yang semula diatas 350 mg/dL saat itu, hanya dengan satu kali pertemuan bisa diturunkan hingga 200-an. Ini sangat luar biasa mengingat obat cukup sulit melakukan itu. Dan kemudian saat ini gula darah saya sudah mulai berangsur normal. Terima kasih.
Saya ikut seminar dan workshop olah napas ini karena diajak oleh sahabat saya. Bertahun-tahun saya menderita diabetes sehingga harus meminum obat sehari tiga kali. Dengan nilai HbA1C sebesar 7.8% saya masuk kategori penderita diabetes. Kemudian saya berlatih teknik olah napas selama tiga bulanan. Ajaib, nilai HbA1C saya turun menjadi 5.6%. Istri saya yang orang medis sampai tidak percaya. Namun itu kenyataan.
Saya sangat terkesan bagaimana gula darah saya yang semula 168 mg/dL hanya dalam 1x pertemuan saja dapat menjadi normal pada nilai 105 mg/dL. Kemudian di hari kedua menjadi 97 mg/dL. Termasuk ketika dilakukan beberapa pengukuran yang lainnya seperti pH, SpO2, asam urat, hasilnya juga normal. Bahkan pada kolesterol yang semula 254 menjadi 112. Saya senang sekali dengan pendekatan olah napas ini.
Drs. H. Nasruddin, 71 tahun Swasta. MAKASSAR.

Saya menderita diabetes lebih dari 20 tahun hingga komplikasi pada jantung. Sering kena serangan jantung hingga tak sadarkan diri. Akhirnya saya minum obat. Saya belajar metode olah napas ini dari Lutfiah, anak saya. Hingga sekarang sudah lebih dari 6 bulan saya latihan rutin, gula darah saya makin baik. Sakit jantung saya sudah kambuh lagi. Kulit bekas kecelakaan tahun 1988 yang hitam legam kini mulai normal warnanya. Terima kasih.

Prof. Dr. dr. Fauziah Nuraini Kurdi, SpKFR, MPH Guru Besar Universitas Sriwijaya. PALEMBANG.

Setelah berlatih kurang lebih 4 bulan, gula darah saya yang semula selalu diatas 300 mg/dL baru pertama kalinya berada pada range 98-200 mg/dL. Saya tidak ada perubahan pada pola makan dan keseharian. Semua masih normal sebagaimana biasanya. Latihan olah napas ini benar-benar dapat meningkatkan sensitivitas Insulin hingga Glukosa menjadi berangsur-angsur normal.