Anomali Sel

Anomali Sel seperti kista, tumor, mioma, dan kanker memang jenis yang berat. Namun bukan berarti tidak ada cara sama sekali untuk menuju kesembuhan. Mas Gunggung mengembangkan satu set latihan khusus bagi penderita kanker dengan nama “MG PROTOCOL”. Hasil dari protokol ini sangat banyak membantu para penderita kanker. Beberapa masuk pada aspek preventif, paliatif, bahkan kuratif.

Kesembuhan adalah mutlak milikNya, namun manusia dikaruniai akal untuk berpikir dan memilih jalan menuju kepada kesembuhanNya. Mungkin saja, salah satu jalan itu adalah teknik olah napas ini. Mudah-mudahan. Tetaplah selalu bersemangat menuju kesembuhan. Apapun caranya.

SURVIVOR

caret-down caret-up caret-left caret-right
dr. Said Rizal, 49 tahun Dokter. JAKARTA.

Saya menderita tumor kelenjar Thyroid selama 10 tahun lebih. Sudah mencoba berbagai pengobatan medis maupun non medis. Pada pengobatan medis yang disarankan adalah operasi, namun itu akan membuat saya kehilangan thyroid dan saya juga harus minum obat seumur hidup. Kemudian saya menjalani program khusus olah napas Kebugaran ini atas saran dari kolega dokter saya. Hasilnya sungguh mengejutkan. Dalam 14x latihan perkembangan thyroid saya mengecil secara signifikan. Saya akan meneruskan program ini karena hasilnya sangat bagus.

Ratna Setya, 55 tahun Konsultan. JAKARTA.

Saya menjalani kemoterapi dengan meminum obat kanker Iressa setiap hari. Setiap kali minum obat kemo tersebut selalu muncul gejala sariawan, kulit gosong dan mengelupas, serta tenggorokan kering. Kemudian saya mendapat info dari teman mengenai latihan olah napas Kebugaran ini. Setelah saya berlatih selama kurang lebih dua bulanan, semua gejala efek obat kemo yang selama ini saya rasakan dan alami menghilang total dan tidak pernah saya alami lagi. Saat ini saya rutin berlatih olah napas ini paralel dengan kemoterapi agar semua gejala obat kemo tidak lagi saya alami.

Ny. Andaya, 48 tahun Karyawan. JAKARTA.

Saya terkena kanker paru-paru stadium 4 dengan vonis dari dokter Singapore usia saya tidak lebih dari tiga bulanan lagi akibat dari agresivitas sel kanker yang saya derita. Saya merasa hilang harapan. Kemudian adik saya memberitahu untuk mencoba terapi via olah napas. Setelah berlatih tiga bulanan, sel kanker saya mengecil, cairan paru bersih, dan stamina meningkat. Akhirnya saya dapat pulih kembali.

drg. Koesmartini, 73 tahun Dokter. JAKARTA.

Saya terkena kanker payudara stadium tiga dan sudah diangkat. Memutuskan kemoterapi, namun ternyata efeknya cukup menyakitkan pada tubuh saya. Setelah saya berlatih Kebugaran MP, efek kemoterapi ini tidak lagi mengganggu saya, rambut saya perlahan tumbuh dan menghitam kembali. Bahkan dengan paralel antara kemo dan latihan olah napas, saya kini sudah dinyatakan bersih dari kanker payudara.

Ny. Mully, 34 tahun Ibu Rumah Tangga. JAKARTA.

Saya divonis dokter menderita kanker paru-paru stadium empat ganas dan sudah ada cairan pada paru-paru. Stamina sangat rendah, nilai SpO2 selalu dibawah 90% dan sehari-hari saya memakai tabung oksigen. Saya dikenalkan teknik olah napas ini dari teman suami. Setelah latihan seminggu, saya sudah total lepas dari tabung oksigen dan stamina mulai meningkat. Keluarga memutuskan melanjutkan program ini sampai sembuh.

Syuhrah, 35 tahun Ibu Rumah Tangga, MAKASSAR.

Saya didiagnosa menderita gondok beracun. Atas saran dokter, saya harus minum obat secara intensif. Namun seiring waktu, perkembangannya tidak seperti yang saya harapkan. Kemudian saya dikenalkan dengan olah napas Kebugaran. Dua bulan terapi olah napas di Universitas Hasanuddin Makassar benjolan gondok beracun yang saya derita sudah menghilang dan tidak kambuh lagi hingga sekarang. Terima kasih.

Ny. Ummu Alifah, 26 tahun Ibu Rumah Tangga. MAKASSAR.

Saya mengalami benjolan di payudara selama 2 minggu terasa sakit apabila bernapas. Kegiatan sehari-hari saya ibu rumah tangga dan rasa sakit itu sangat mengganggu. Benjolannya juga membuat saya khawatir. Setelah saya berlatih olah napas Kebugaran ini, hanya dalam waktu 3x benjolan tersebut mengecil dan akhirnya hilang. Alhamdulillah sampai sekarang tidak muncul lagi dan seiring saya rutinkan terus latihan olah napas. Terima kasih kepada mba Lutfiah yang sudah mengajari saya.

Ny. Armitha, 36 tahun Ibu Rumah Tangga. MAKASSAR.

Saya hamil keempat kali, dokter menyatakan kehamilan saya tidak berkembang dan tidak tedeteksi detak jantung janin sehingga harus kuret. Setelah kuret saya mengalami pendarahan hebat. Selain itu, hasil lab b-hCG tinggi dan diagnosa dokter menderita positif kanker rahim. Kemudian setelah saya latihan olah napas Kebugaran alhamdulillah hasil lab b-hCG menjadi normal dan tidak perlu dilakukan kemoterapi. Sampai saat ini saya masih terus berlatih. Terima kasih.

Lolita Windyanti, 30 tahun Ibu Rumah Tangga. PALEMBANG.

Awalnya saya sering nyeri di sekitar dada. Kemudian terasa ada benjolan namun saya abaikan. Ketika nyeri makin hebat, akhirnya saya periksa dan sangat terkejut saat divonis kanker payudara stadium 4. Diagnosa dilakukan tanggal 13 Maret 2019 dengan hasil Ductal Carsinoma In Situ (DCIS) Grade III. Setelah itu dilakukan pengangkatan. Setelah diangkat, rasa sakit itu masih saja ada. Kemudian saya diperkenalkan latihan olah napas Kebugaran dengan bimbingan mas Ketut di Palembang. Hingga saat ini rasa sakit yang sebelumnya saya rasakan sudah tidak ada lagi. Hasil uji lab terbaru juga tidak terdeteksi adanya metastasis. Dan saya masih terus berlatih hingga sekarang.

Dini Dewi Widaningsih Ibu Rumah Tangga. JAKARTA.

Setelah ikut workshop di Rumah Barito saya mulai rajin latihan olah napas. Hingga saat ini fungsi Liver dan Ginjal normal. CA 15-3 stabil di angka 8-13, jauh dibawah batas atas angka 30. Selalu terjaga pada angka stabil tersebut. Detak jantung sudah lebih rileks dan jarang ‘ngebut’. Pengaturan emosi dan stres juga makin membaik dari waktu ke waktu. Terima kasih.