Perbedaan Detik Menghasilkan Perbedaan Frekwensi

Pada kaidah frekwensi, perbedaan detik menyebabkan perbedaan frekwensi.

Itulah kenapa pada Metode Napas Ritme penggunaan alat ukur bagi mereka yang serius belajar adalah wajib adanya.

Tanpa alat ukur kita tidak tahu apakah napas yang sedang dilatih saat itu benar sudah masuk pada frekwensi yang dipersyaratkan atau tidak.

Misal, Anda duduk pejamkan mata lalu berharap ingin masuk pada gelombang Delta pada suatu teknik meditasi atau teknik olah napas. Pertanyaannya, benarkah saat itu sudah masuk pada gelombang Delta yang diharapkan?

Bagaimana cara mengetahuinya?

Disinilah proses pembelajaran menggunakan berbagai alat ukur gelombang dan frekwensi.

Pada contoh salah satu peserta yang baru memiliki alat ukur dan sedang berlatih Ritme 5:5 dengan target frekwensi yang diharapkan sebesar 0.1 Hz ternyata saat melakukan tanggal 4 November hanya mencapai 0.07 Hz saja.

0.1 Hz dan 0.07 Hz ini TIDAK SAMA.

Karena tidak sama maka hasil yang diharapkan terjadi juga jelas berbeda.

Ketika kemudian latihan dikoreksi, besoknya hasil latihan ritme 5:5 sudah berhasil mencapai 0.1 Hz.

Metode Napas Ritme semua “ngomongin” mengenai frekwensi dan gelombang. Bagaimana cara menyusun gelombang ini dan itu, cara membentuk frekwensi ini dan itu. Dan sebagainya.

Metode Napas Ritme adalah ilmu mengenai pengetahuan gelombang pada olah napas secara terukur.

Bukan untuk dibentur-benturkan dengan ilmu lain akan tetapi sebagai pelengkap dan penjelas logis bagi ilmu lain yang terkait dengannya.

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →