Thermal IR dalam Olah Napas (bagian 1)

THERMAL IR

Oleh: Mas Gunggung

Ketika kita menyentuh konsep frekwensi dan getaran, tentu saja kita akan mulai bersinggungan dengan konsep thermal imaging atau pencitraan panas. Sering disebut dengan istilah radiasi inframerah (IR).

Semua benda di alam dengan suhu di atas nol mutlak (-273 Β°C) memancarkan gelombang elektromagnetik. Radiasi inframerah adalah salah satu radiasi elektromagnetik paling luas di alam ini. Gerakan acak molekul dan atom dari objek apa pun dalam lingkungan konvensional memancarkan energi panas IR secara konstan.

Sebagai jenis gelombang elektromagnetik, radiasi panas IR memiliki semua sifat fisik gelombang elektromagnetik. Ketika gelombang elektromagnetik melewati atmosfer, ia akan dipantulkan, diserap, dihamburkan, dan energinya akan dilemahkan. Panjang gelombang dari spektrum elektromagnetik transmisi tinggi yang dapat ditransmisikan melalui atmosfer tanpa banyak refleksi, penyerapan, dan hamburan, disebut jendela atmosfer.

Pencitraan energi panas IR terutama menerima IR gelombang menengah (mid-wave IR atau MWIR) dan IR gelombang panjang (long-wave IR atau LWIR) yang dipancarkan oleh objek.

Melalui pengukuran thermal IR ini kita jadi dapat melihat apakah energi panas yang dihasilkan dari suatu proses latihan merupakan placebo (khayalan) ataukah memang real (nyata).

Jika energi panas yang dipancarkan itu nyata maka semestinya hukum alam bekerja dan berlaku. Sudah pasti alat seperti thermal IR ini akan dapat melihat perubahan temperatur yang dihasilkan.

Saya berikan contoh dua skenario.

Skenario pertama, seseorang duduk bersila dengan telapak tangan berada diatas lutut sambil ia “membayangkan” telapak tangannya memanas dan memancarkan panas. Jika memang “visualisasinya benar” dan energi panasnya terbentuk disitu maka sudah pasti telapak tangannya akan mengalami kenaikan temperatur dan dapat dilihat oleh alat thermal IR tersebut. Jika hanya placebo, maka tentu saja tidak ada perubahan panas yang berarti pada telapak tangannya.

Skenario kedua, seseorang membuka telapak tangannya kemudian berniat “menyalurkan hawa panas” kepada sebuah obyek apa saja. Misalnya saja sendok besi. Dipilih besi hanya untuk memudahkan melihat perbedaan temperatur karena besi adalah yang paling mudah dilihat jika ada perubahan temperatur. Semestinya, jika “hawa panas” yang dikeluarkannya itu benar maka melalui alat thermal IR dapat dilihat bersama perubahan temperatur pada permukaan besi tersebut. Oleh karena intervensi yang dilakukan pada sendok besi itu hanya dari telapak tangan orang maka semestinya apabila energi panasnya nyata adanya sendok besi itu akan berubah temperatur.

Itu hanya beberapa contoh saja penggunaan skenario.

Skenario lain dapat lebih dari itu.

Adanya alat ukur ini memastikan bahwa berbagai intervensi yang dilakukan untuk menghasilkan ini dan itu dapat terukur. Jika itu nyata adanya, alat akan apa adanya menangkap outputnya. Tapi jika itu khayalan semata maka tidak ada perubahan apapun pada alat.

Latihan-latihan yang bagaimana yang benar dapat terlihat perubahannya, tentu yang dilakukan dengan benar dan sungguh-sungguh nyata.

Dan menariknya, beberapa ritme-ritme napas pada Metode Napas Ritme dapat meningkatkan produksi panas. πŸ™‚

Berapa investasi pada alat ukur ini?

  1. Flir One Pro, harganya 7 juta
  2. Hikmicro Mini1, harganya 6 juta

Total biaya investasi alat untuk “penelitian sederhana” ini adalah 13 juta.

Ini belum termasuk pembelian jurnal-jurnal berbayar lainnya.

Jadi, jika nanti MG membuka pelatihan olah napas yang dapat menghasilkan perubahan panas pada tubuh secara nyata, maka percayalah itu bukan “kebetulan”. Tapi perjalanan panjang penelitian melalui serangkaian pengamatan fenomena.

Untuk saat ini, belum dipublikasikan karena masih mempersiapkan dasar teori logisnya dan yang utama adalah kebenaran tekniknya sehingga ketika diukur dengan alat hasilnya akan tepat.

Dan tentu saja mesti paham juga bagaimana penerapannya dan kegunaannya dalam menyelesaikan berbagai permasalah kesehatan dalam batas-batas tertentu.

Sama seperti ketika meluncurkan Metode Napas Ritme yang ketika diukur dengan alat ukur berbasis HRV hasilnya tepat/titis.

Tunggu saja tanggal mainnya. πŸ™‚

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →