Perjalanan ke Makassar (bagian 1)

PERJALANAN KE MAKASSAR
(Bagian 1)

Oleh: Mas Gunggung

Masih ingat dengan kisah pak Saleh yang menderita kanker thyroid langka (jenis beliau diseluruh dunia hanya 3% populasi) dengan ukuran sangat besar hingga makanan dan minuman apapun tidak dapat masuk lewat tenggorokannya dan selalu dimuntahkan?

Akhirnya saya dapat bertemu beliau langsung dan melihat sendiri bagaimana perkembangan kanker thyroid yang semakin membaik.

Beliau menjelaskan bahwa beberapa hari sebelum saya datang sudah dilakukan CT Scan dan hasilnya dinyatakan bersih.

Alhamdulillah.

Nanti akan dikirimi hasil CT Scan beliau untuk arsip dan bahan analisa.

Dokter yang memeriksa terkejut karena kecepatan pemulihannya sangat tinggi. Namun pak Saleh tetap tidak memberitahukan intervensi apa yang dilakukannya selama ini.

“Biar saja menjadi misteri dan cukup saya saja yang tahu”, katanya.

Selain pak Saleh, saya juga bertemu dengan salah satu dokter dari Makassar yang sedang mengambil penulisan spesialis mengenai HRV (heart rate variability) yakni dr. Agus.

Beliau menceritakan bagaimana pertemuan “virtual” dengan saya melalui Google.

Saat beliau searching di Google, semua informasi mengenai HRV dalam bahasa Indonesia yang ada dan cukup representatif adalah tulisan-tulisan dan video-video saya.

Semua informasi mengenai HRV dari berbagai tulisan-tulisan dan video-video saya kemudian dilihat, dianalisa, dan dibandingkan datanya dengan pengetahuan yang beliau miliki. Didiskusikan juga dengan profesor pembimbingnya. Rupanya klop. Alhamdulillah. Tidak ada penyimpangan.

Akhirnya beliau semakin bersemangat untuk menyelesaikan studi spesialis jantung pada sub bahasan HRV tersebut menggunakan gabungan dari semua hasil diskusi, slide-slide powerpoint yang saya miliki dan yang beliau miliki.

Alhamdulillah, banyak pemikiran Metode Napas Ritme yang akan masuk disana dan sekaligus akan mengambil sampling pasien yang cukup banyak di salah satu rumah sakit besar disana.

Ini akan menjadi studi mengenai penerapan Metode Napas Ritme yang tidak ternilai harganya. Alhamdulillah.

Pikiran, bertemu dengan pikiran. Selama kita tidak menganggap tinggi diri sendiri dan tidak merendahkan orang lain maka gelombangnya akan positif dan beresonansi dengan yang baik-baik saja. Insya Allah begitu.

Nantikan tulisan perjalanan saya di Makassar berikutnya yang lebih seru.

(Bersambung)

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →