Metode Napas Ritme untuk Perbaikan COVID-19

COVID-19 meningkatkan aktivitas syaraf Simpatik, demikianlah menurut jurnal terbaru.

Sejak 10-an tahun lalu, MG telah menginformasikan mengenai pentingnya memahami bagaimana membuat syaraf parasimpatik agar REAKTIF, RESPONSIF, dan ADAPTIF.

Itulah kenapa Metode Napas Ritme sangat proven dalam menangani ratusan (sekarang sudah masuk data ribuan) pasien penderita covid-19 hingga hari ini. Hal ini dikarenakan metode ini memiliki cara yang unik untuk melakukan berbagai pendekatan dan stimulasi pada syaraf manusia.

Dari 11 sistem pada tubuh manusia, Metode Napas Ritme mewajibkan kepada pesertanya untuk memahami Sistem Syaraf terlebih dahulu. Teorinya bagaimana, alat ukurnya apa saja yang standar dan tidak standar, cara baca parameter-parameter ukurannya bagiamana, cara memahami korelasinya seperti apa, dan banyak lagi.

Jadi, ketika memahami problem covid-19 ini maka Metode Napas Ritme dapat dengan jelas melihat bagaimana strateginya. Hal ini karena Metode Napas Ritme sudah melalukan berbagai pemetaan frekwensi, cara membangkitkannya, menyalurkannya, mengukurnya, menganalisanya, dan banyak lagi.

Dengan demikian, Metode Napas Ritme dapat dengan cepat beradaptasi pada masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh covid-19 beserta dampak setelahnya. Misalnya, frekwensi apa-apa saja yang mesti dibentuk untuk meningkatkan reaktivitas dan responsivitas Syaraf parasimpatik baik pada mereka yang belum kena, sudah kena, dan pasca kena.

Jika terjadi over simpatik maka ritme-ritme apa saja yang dapat dipakai untuk menurunkan simpatik overdrive itu. Dan seterusnya.

Sejak awal pandemi, sudah mengingatkan kepada para pembaca agar bagi mereka yang kena covid-19 jangan lakukan dulu pengejangan keras pada bentuk-bentuk apapun. Perbanyak relaksasi dan gunakan napas-napas ringan. Sebab semua kontraksi otot yang tinggi akan menambah beban syaraf Simpatik.

Ketahuilah, over simpatik itu berbahaya dan jangan disepelekan.

Dan satu hal lagi, pahami juga dampak dari covid-19 atau yang biasa diistilahkan dengan long hauler atau long covid.

Ini juga serius.

Maka, Metode Napas Ritme sejak awal sudah merumuskan bagaimana strategi dalam menghilangkan dampak dari long covid dengan serangkaian latihan berbasis ritme-ritme tertentu. Disaat yang lain “masa bodo” dan tidak peduli dengan dampak ini.

Insya Allah Metode Napas Ritme selalu memberikan solusi-solusi untuk itu.

Ketahuilah, merasa punya ilmu hebat pada beladiri tidak lantas Anda mendadak jadi hebat juga pada aspek kesehatan dengan ilmu yang sama. Kalau tidak/belum pernah dilakukan penelitian komprehensif, lebih baik belajar lagi dulu. Itu lebih bijak. Kalimat ini bukan untuk merendahkan atau membuat tersinggung, melainkan kehati-hatian bahwa tidak semua dapat diterapkan dengan cara yang sama.

Sebab ketika Anda melakukan penelitian, Anda mesti banyak mempertanyakan dan bukan percaya begitu saja. Dipertanyakan semua hal pada nyaris semua aspeknya. Dan proses mempertanyakan seperti ini bukanlah merendahkan atau menghinakan namun agar terjadi diskusi menuju solusi.

Repotnya jika ego yang bermain. Maka semua kondisi yang mempertanyakan dianggap menghina. Padahal maksudnya bukan begitu.

Tapi ya begitulah jalan mersudi. Mempertanyakan banyak hal pada diri sendiri terhadap semua yang pernah dipelajari.

Tahu banyak itu tidak dosa. Selama itu tidak melanggar syariat dan tidak merugikan orang-orang.

Metode Napas Ritme sudah memikirkan berbagai pendekatan solusi untuk Covid dalam banyak aspeknya. Ini hanya salah satu cara diantara sekian banyak cara yang lain.

Jagalah kesehatan Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

Salam hangat,
MG


Credit: foto screenshot diambil dari FB founder Komunitas Ketofastosis, Tyo Prasetyo

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →