Metode Napas Ritme untuk Atlet Atletik dan Atlet Voli

Alhamdulillah, menjelang hari Sumpah Pemuda mendapat kabar yang sangat menggembirakan.

Setelah para atlet silat Jabar yang berlaga di PON Papua lalu, berikutnya insya Allah jika tidak ada halangan adalah atlet atletik dan atlet voli akan menggunakan Metode Napas Ritme untuk membantu meningkatkan performa, menurunkan stres, dan aspek lainnya yang akan didefinisikan kemudian.

Tidak hanya itu, salah seorang yang tergabung dalam tim pelatih nasional yang nyaris delapan tahunan belum punya keturunan akhirnya saat ini, dengan izin Allah, punya keturunan. Bersama dengan suaminya yang seorang dokter, keduanya berlatih Metode Napas Ritme untuk perbaikan sel. Alhamdulillah semua membaik baik dari sisi suami maupun istri.

Hal ini semakin menguatkan efektifitas Metode Napas Ritme dan membuka jalan untuk masuk pada penelitian dan pengumpulan data untuk level nasional.

Ya, saya cukup senang dengan pengumpulan data. Diizinkan mengambil data penelitian dari para subyek atlet pilihan dari perwakilan seluruh Indonesia itu sungguh tidak mudah.

Allah sajalah yang memudahkan semua ini dan yang membolak-balikkan hati manusia.

Meski demikian, tentu saja tidak sembarang orang, atau metode, dapat masuk kesana. Apalagi jika metode itu tidak punya “nama besar”. Metode Napas Ritme harus dilihat dulu dari sisi nalar. Didiskusikan dulu, diukur, barulah nanti terlihat keistimewaannya.

“Ya elah mas, cuma ngumpulin data saja kok kayaknya seneng banget sih?”

Lho ya iya.

Bagi yang memahami pentingnya pengumpulan data jelas paham bahwa “data-data itu dapat berbicara”. Dan data-data ini sangat bernilai.

Handphone android, Apple, dan semua perangkat elektronik yang kita pakai itu mengumpulkan data semua. Data-data ini berbicara, kemana Anda pergi, darimana kemana, dimana Anda saat ini, Anda sedang makan apa, Anda tidur dimana, Anda mau dikirimi iklan apa, sampai prediksi dokter dan rumah sakit juga dapat dilihat, dan sebagainya.

Semua berawal dari pengumpulan data.

Semakin banyak variabel yang dikumpulkan, semakin bernilai. Semakin solid. Semakin mampu memprediksi.

Data-data itu dapat mengetahui kondisi Anda.

Hanya saja kita perlu memahami dulu cara bacanya. Maka, adanya pengumpulan data-data ini dapat menjadi aset berharga untuk kedepannya.

Setelah penelitian studi magister untuk Metode Napas Ritme, kemudian penelitian studi spesialis jantung, kemudian pengukuran HRV atlet-atlet silat Jabar, kemudian insya Allah akan berlanjut pada atlet atletik dan atlet voli. Ini semua terjadi atas kemurahan Allah SWT.

Tetaplah untuk selalu istighfar yang sering, yang banyak. Selalu bersyukur yang sering, yang banyak. Terus ikhtiar, berlatih, membaca, melakukan berbagai penelitian, dan menulis.

Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang telah menjadikan.

Agar kita semua mengetahui.

Sebab dengan membaca, otak akan lebih lincah daripada lisannya. Dengan bersyukur, hati akan lebih luas daripada samudera.

Dan dengan istighfar, tidak ada masalah yang tidak selesai. Sebab ketika kita diampuni, maka masalah akan diangkat olehNya dengan cara yang kita tidak mengerti.

Selamat Hari Sumpah Pemuda 2021!

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →