Jabar Juara! PON Papua dan Pencak Silat!

Selamat atas Tim Jabar yang menjadi Juara Umum PON Papua 2021, khususnya Tim Pencak Silat Jabar ikut juga ‘memborong’ medali emas terbanyak sehingga menjadi juara umum cabor silat.

Nyaris semua atlet Pencak Silat Jabar pada PON Papua 2021 mendapatkan medali.

Saya bersyukur karena, sebagai ‘remah-remah’ dan ‘penggembira hore-hore’, memiliki data HRV dari hasil pengukuran masa pemusatan latihan para atlet juara PON Papua 2021 tersebut.

Meski dalam rentang waktu pendek saja Alhamdulillah sudah terkumpul ribuan data HRV dari para atlet pencak silat Jabar. Ini data yang sangat bernilai karena sudah menggunakan beberapa pola ritme pada Metode Napas Ritme.

Dan Ritme 5:5 alhamdulillah menjadi ‘sarapan wajib’ atlet saat warming up yang dipakai dari mulai pemusatan latihan di Bandung hingga tanding di Papua.

Adanya data-data HRV ini nantinya dapat dipakai untuk melihat bagaimana korelasi antara berbagai variabel dan parameter HRV dengan kecenderungan prestasi para atlet tersebut.

Tentu saja adanya data seperti ini menjadi menyenangkan ketika nanti dilihat dan dibedah untuk didapatkan kesimpulan sementara dari pengukuran HRV atlet saat periode pemusatan latihan waktu itu.

Melalui berbagai variabel-variabel HRV ini akan ada banyak hal yang dapat dilihat nantinya hingga pada tingkat stres atlet, kekuatan syaraf otonomnya, bagaimana menggunakan shadow boxing + ritme, bagaimana menggunakan gelombang jantung tertentu untuk suatu hal, bagaimana menggunakan gelombang otak tertentu untuk suatu hal. Dan banyak lagi.

Data-data itu “dapat berbicara”.

Asal kita belajar mengerti bagaimana bahasanya.

Pada masanya nanti, semuanya dapat diparalelkan dengan Metode Napas Ritme.

Terukur.

Berbasis sains.

Sebagaimana yang dikatakan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, yang mengatakan bahwa pembinaan para atlet didasarkan salah satunya pada penggunaan sport science.

Sekali lagi, selamat dan juara terus untuk Jabar!

Sssst, meski tinggal di Jakarta tapi tetap lahir di Cirebon dan kaitan dengan Jabar tentu sangat kuat. Apalagi ada pesilat yang berasal dari Cirebon juga ikut juara disana. Dan tidak ada kaitan antara MG dan pembinaan para atlet tersebut dalam bentuk apapun. Hanya saja kebetulan, sekali lagi kebetulan, ada data-data HRV yang diizinkan untuk dikumpulkan dari para atlet tersebut.

Kalau ini bisa diterapkan untuk pasien-pasien yang sakit agar menjadi sehat, kepada lansia untuk kembali prima dan bugar, maka tentu saja dapat diterapkan juga pada atlet untuk meningkatkan sesuatu disana.

Selama kita mau merendahkan hati, maka sejauh mata memandang hanya akan terlihat ilmu dan hikmah.

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →