Choline (1)

CHOLINE
Bagian ke-1

Oleh: Mas Gunggung

Apakah Anda ingin mengaktifkan otak kiri atau otak kanan atau keduanya?

Jika salah satu jawabannya adalah Ya, maka pahami fungsi Choline.

Apa itu Choline?

Choline merupakan bangunan kimiawi dasar yang membentuk struktur otak.

Jika Anda sering merasa sulit untuk berkonsentrasi dan tidak bisa fokus ketika memikirkan suatu seperti misalnya sering mendadak lupa saat akan melakukan sesuatu, diistilahkan dengan “brain fog”, berarti saat itu ada potensi Anda sedang mengalami degeneratif pada syaraf. Dan Pelemahan dalam proses ingatan/memori dapat diperbaiki dengan Choline.

Choline dikenal sebagai nutrisi esensial sejak 1998 oleh US Institute of Medicine. Ia dibutuhkan oleh tubuh untuk fungsi Liver. Ia juga berperan penting dalam perkembangan fungsi otak, fungsi syaraf, pergerakan otot, energi sel hingga metabolisme.

Choline penting pada pertumbuhan anak-anak terutama pada peningkatan fokus, konsentrasi, dan skill sosial. Mereka yang sulit dari sisi fokus dan konsentrasi dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan asupan Choline pada kesehariannya.

Pada usia lanjut, Choline merupakan nutrisi esensial penting sebab kecenderungan usia lanjut yang meningkatkan degeneratif akan potensial menghasilkan penyakit seperti Alzheimer. Di dalam tubuh kita ada enzim untuk mengkonversi Choline menjadi Acetylcholine pada otak. Mereka yang terkena Alzheimer memiliki kadar enzim yang cukup rendah.

Usia sepuh memiliki kecenderungan tinggi pada hal-hal berikut ini:

  • Penurunan fungsi sensorik
  • Penurunan daya ingat
  • Penurunan kecepatan respon
  • Penurunan kecepatan eksekusi pikiran
  • Penurunan kecepatan fungsi motorik

Penambahan Choline pada keseharian, baik lewat makanan maupun cara lain seperti misalnya olah napas, dapat membantu dalam meningkatkan kelemahan-kelemahan otak diatas.

Tunggu dulu, Choline bisa diproduksi via olah napas?

Iya, benar sekali.

Olah napas dapat meningkatkan produksi Acetylcholine. Syaraf menggunakan Choline untuk membentuk Acetylcholine.

Jika Anda sering mengikuti tulisan saya, atau mengambil kelas pelatihan olah napas saya, tentu tidak asing dengan kalimat yang sering saya ulang-ulang seperti ini:

“Salah satu tujuan dari latihan Napas Ritme adalah membangun kemampuan Syaraf Parasimpatik yang responsif, reaktif, dan adaptif pada segala situasi stres yang dihadapi baik secara internal maupun eksternal.”

Kenapa harus Syaraf Parasimpatik?

Sebab syaraf inilah yang dapat secara langsung mengeluarkan Acetylcholine.

Kemampuan dalam menstimulasi Syaraf Parasimpatik menyebabkan terjadinya peningkatan produksi Acetylcholine. Ketika produksinya meningkat, maka fungsi-fungsi otak, syaraf, otot, energi sel, hingga metabolisme akan membaik secara bertahap dan signifikan.

Berdasarkan frekwensi, Metode Napas Ritme membagi proses pengeluaran Acetylcholine ini menjadi 2 (dua) bagian:

  1. Parasimpatik Langsung
  2. Parasimpatik Tidak Langsung

Contoh dari Parasimpatik Langsung adalah penggunaan Napas Ritme pada teknik Napas Cepat, misalnya pada rasio I:E berbasis rasio 1:1 (satu banding satu) menggunakan ritme 3:3, 2:2, 1:1 atau diantaranya dan kombinasi diantaranya. Dan contoh dari Parasimpatik Tidak Langsung adalah penggunaan Napas Ritme pada teknik Napas Lambat, misalnya ritme 5:5, 10:10, 15:15, 20:20, 30:30 atau diantaranya dan kombinasi diantaranya.

Pada rasio I:E berbasis 1:2 atau 2:1 tentu lain lagi dampaknya.

Penggunaan frekwensi ini dapat diukur dan dilihat kebersesuaiannya dengan menggunakan alat ukur HRV.

Diperlukan pemahaman terhadap cara ukur HRV pada 3 (tiga) jenis metode yakni:

  1. Frequency-Domain Method (LF, HF, Total Power, Peak)
  2. Time-Domain Method (SDNN, RMSSD, PNN50, MEAN RR INTERVAL, TINN)
  3. Non-Linear Method (SD1, SD2)

Pemahaman terhadap parameter-parameter dan artinya serta cara membacanya mempermudah dalam memprediksi apa yang terjadi pada tubuh pada saat itu. Termasuk prediksi ketika Acetylcholine terbentuk saat itu.

Saat Acetylcholine terbentuk maka fungsi otak kita membaik,

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →