Kelas Pelatihan Olah Napas Wisata Bugar

Untuk teman-teman yang japri menanyakan agenda pelatihan olah napas, berikut ini daftar kelas yang dapat diikuti dalam waktu dekat hingga akhir tahun:

  1. Program Latihan Olah Napas 21 Hari Non Stop (OLNAP 21H)
    Angkatan: Ke-5
    Tanggal: 10 Oktober 2021 setiap jam 20:00 WIB
    Kuota: 255 orang
  2. Kelas Reguler Minggu (KRM)
    Angkatan: Ke-9
    Tanggal: 10 Oktober 2021 setiap jam 10:45 WIB
    Kuota: 50 orang
  3. WB Clinical Update 2021 (WBCU)
    Tanggal: 4, 5, 11, 12, 18, 19, dan 26 Desember 2021
    Kuota: 50 orang

Jadi, untuk kelas olah napas terdekat yang dapat diikuti adalah nomor 1 dan 2. Sedangkan nomor 3 akan dilaksanakan Desember mendatang sebagai kelas penutup akhir tahun.

MG membuka Kelas Reguler Sabtu (KRS) dan Kelas Reguler Minggu (KRM).

Apa itu?

Pada dasarnya, sepanjang yang telah saya pelajari dan analisa dari ratusan jurnal, pengetahuan olah napas secara umum mengerucut menjadi hanya 2 (dua) kategori yakni:

  1. Napas Cepat
  2. Napas Lambat

Metode Napas Ritme telah memetakan semua itu dan berhasil mengurai “kerumitan” teknik olah napas menjadi jauh lebih “sederhana” untuk dipahami dan diukur. Dengan menggunakan konsep Mekanika Ventilasi berbasis Rasio I:E (Inhalasi, Ekshalasi) maka dapat disusun sedemikian rupa pengaturan berbagai ritme-ritme napas dan bagaimana pengaruhnya terhadap 11 (sebelas) sistem pada tubuh manusia baik secara fisik maupun psikis. Berikutnya, diberikan penambahan serangkaian Intermittent Stress ke dalamnya.

Teknik-teknik diseluruh dunia menggunakan salah satu atau keduanya yang diparalelkan dengan serangkaian Intermittent Stress yang khas berdasarkan ajaran keilmuannya. Penambahan serangkaian intermittent stress ini dapat mengubah sedemikian rupa pada hasil.

Setelah itu, sambungkan pengetahuan itu dengan konsep Frekwensi.

Dan pengetahuan “dunia baru” akan terbuka setelahnya.

Tanpa menghubungkan dengan konsep Frekwensi, akan sulit memahami Core (inti) Metode Napas Ritme.

Sebab kalau hanya berbicara angka-angka seperti 5:5, 2:2, 3:3, 4:6, 4:4:4:4, dan seterusnya, tanpa memahami konsep frekwensi maka angka-angka tersebut sama sekali tidak punya arti banyak. Angka-angka itu sekali lihat mesti hafal. Namun apa yang terjadi dibalik angka-angka itu merupakan proses pembelajaran tersendiri. Apalagi ketika ditambahkan dengan jenis intermittent stress yang berbeda-beda.

Pengetahuan frekwensi akan membuka cakrawala baru pada olah napas yang logis.

Kelas Reguler Sabtu (KRS) berisi materi mengenai pengetahuan napas lambat dan meditasi beserta penerapannya pada berbagai kasus kesehatan dan non kesehatan. Berbagai pendekatan olah napas lambat dan meditasi akan dibahas dan dijelaskan. Bahwa dari sekian banyak teknik meditasi yang ada di bumi ini, dan yang pernah diteliti sains, hanya mengerucut pada 3 (tiga) jenis saja yakni Open Monitoring, Focus Attention, dan Self Beyond. Secara bertahap para peserta akan belajar untuk memahami ini beserta dengan penerapan kasusnya pada kesehatan seperti apa. Tentu saja diperkenalkan juga Teknik Meditasi Napas Ritme sebagai pengetahuan baru. Latihan meditasi itu memang “membosankan” jika memang tidak dipahami secara benar. Namun ketika metodenya dapat dipahami dengan baik maka teknik meditasi menjadi sedemikian powerful untuk membantu mengatasi berbagai problem fisik maupun psikis. Lebih bagus lagi jika peserta memiliki alat ukur EEG minimal 4 channel.

Sedangkan Kelas Reguler Minggu (KRM) berisi materi mengenai pengetahuan napas cepat beserta penerapannya pada berbagai kasus kesehatan dan non kesehatan. Apa dan bagaimana penerapan napas cepat (hiperventilasi) akan dijelaskan dan dilatih secara beragam. Bagaimana menerapkan intermittent stress pada napas cepat dan apa dampaknya pada kesehatan akan dipraktekkan. Lebih bagus lagi jika peserta memiliki alat ukur HRV dan EEG (minimal 4 channel).

Tanpa adanya alat ukur, sulit untuk melihat “kecanggihan” dari Metode Napas Ritme ini. Cuma gitu-gitu aja. πŸ˜€

Meskipun bisa saja nalar kita menangkap maksud mengenai perhitungan besaran frekwensi yang dihasilkan dari perubahan laju pernapasan yang begini dan begitu. Namun tetap saja alat ukur menjadi standar untuk mengetahui apakah pada saat itu frekwensi kita sedang berada pada yang dipersyaratkan atau tidak.

Jangan lupa, latihan olah napas itu rentan dengan berbagai fluktuasi pada pikiran dan perasaan sehingga terkadang pembentukan frekwensinya tidak seperti yang diharapkan. Disinilah pentingnya alat ukur.

Misalnya, dapat dilihat pada contoh beberapa gambar dibawah ini mengenai perubahan gelombang otak dari peserta yang distimulasi dengan olah napas ritme dan diukur dengan alat. Memasuki Delta, Alpha, Theta, Gamma, atau kombinasi keduanya menjadi lebih baik dan terarah. Setiap gelombang otak memiliki karakteristik yang khas. Memahami bagaimana cara masuk ke dalamnya dan benar pada saat itu kita ada disana akan memudahkan dalam melakukan perubahan pada tubuh pada saat itu.

Adapun Program Latihan Olah Napas 21 Hari Non Stop (OLNAP 21H), yang saat ini sudah memasuki angkatan ke-5, akan menantang Anda untuk konsisten latihan selama 21 hari nonstop bersama saya. Kita akan sama-sama berlatih untuk membentuk neuroplasticity pada materi-materi yang akan diberikan disana. Diulang-ulang. Belajar untuk “mengosongkan gelas” untuk belajar dan memulai lagi dan lagi.

Duduk. Latihan. Pada jam yang sama. Setiap harinya. Selama 21 hari.

Mampukah Anda?

Jika dirasa kelas 21 hari ini “lebih menantang”, silahkan dicoba untuk diikuti dan lihat apakah memang kita bisa konsisten atau latihan kita hanya sekedarnya saja. Latihan pada program 21 hari ini memang dibuat sederhana. Mungkin membosankan. Namun kunci keberhasilannya adalah konsistensi Anda setiap harinya. Program ini berusaha untuk membangun semacam “support system” pada jaringan syaraf otak Anda agar neuroplasticity pada perubahan diri semakin kuat dari hari ke hari.

Masih ingat Pak Saleh dari Makassar yang menderita tumor thyroid dan kemudian berhasil mengecil? Salah satunya adalah dengan latihan latihan 21 hari non stop ini. Dan beliau ucapkan itu dengan jelas pada video testimoninya. Jadi, jangan remehkan latihan yang nampak “membosankan” itu.

Sampai jumpa para peserta pada kelas-kelas pelatihan olah napas diatas. Yang manapun yang ingin Anda ikuti, semua kelas diberikan secara profesional dengan pemahaman yang logis.

Jika Anda tertarik, silahkan hubungi Intan (WA: 0896.5173.4140).

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →