The Future Medicine is Frequency

“The future medicine is Frequency”, jika diterjemahkan bebas, “pengobatan masa depan adalah frekwensi”.

Melalui penggunaan frekwensi, kita dapat “menyentuh” dan “memasuki” nyaris setiap aspek dari materi hingga immateri.

Hingga saat ini, paling tidak sudah dikenali 11 (sebelas) sistem pada tubuh manusia.

Metode Napas Ritme saat ini sudah melakukan pemetaan dan analisa mengenai pengaruh frekwensi terhadap sebelas sistem tersebut.

Menariknya, Metode Napas Ritme menggunakan perubahan Laju Pernapasan untuk menghasilkan berbagai frekwensi-frekwensi yang dapat menstimulasi sistem-sistem tersebut.

Yang dilepas ke masyarakat umum selama sepuluh tahun terakhir adalah frekwensi pada Sistem Syaraf pada cabang Simpatik dan Parasimpatik.

Dimulai dari berbagai pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

Berapa frekwensi syarafnya? Bagaimana cara menghitungnya? Bagaimana cara menghasilkan frekwensinya? Bagaimana cara mengukurnya? Bagaimana cara melihat visual datanya? Bagaimana korelasinya terhadap perubahan metabolisme ini dan itu?
Bagaimana cara membuktikannya?

Dan sebagainya.

Berapa lama MG melakukan analisa dan pengamatan serta pencatatan itu?

Sudah 15 (lima belas) tahun. Bukan waktu yang pendek. Itulah kenapa MG mampu menjelaskan bahkan tanpa slide powerpoint. Adanya slide hanya untuk menunjukkan bahwa metode Napas Ritme ini ada landasannya. Ada kerangka berpikirnya. Tidak mengarang bebas. Dan orisinil pemikiran. Jika pada beberapa teknik terapannya ada kemiripan pada yang lain, maka bisa saja. Tapi pakem dasarnya orisinil.

Masih ada sepuluh sistem lagi loh yang belum diangkat pembahasannya.

Dan semua pengamatan, analisa, dan penelitian ini, berbiaya tinggi.

Perlu modal. Untuk beli berbagai jurnal, berbagai alat ukur, tester, dan berbagai alternatif alat ukur lainnya yang non medis namun paling mendekati.

Perlu waktu. Membaca lebih banyak, merenung lebih banyak, menganalisa lebih banyak.

Perlu pemikiran. Mencari hubungan sebab-akibat, korelasi ini dan itu, kegagalan dan keberhasilan, dan sebagainya.

Perlu tenaga, untuk melakukan itu semua. Tidur lebih sedikit. Berdoa lebih banyak. Belum lagi masalah tekanan, cemoohan, hinaan, dianggap rendah, dan sebagainya. Hati seorang yang mersudi mesti kuat, luas, dan penuh welas asih.

Jika misalnya satu sistem saja dipelajari selama dua tahunan, maka sebelas sistem paling tidak dapat dipelajari kurang lebih dua puluh tahunan. Ya memang sudah “setara” doktoral atau bahkan lebih. Itu jika masih konsisten dan “tidak bosan”. Bisa juga lebih cepat jika Allah menghendakinya demikian. Jika memang dirasa pantas dan layak.

Jadi, bagi Anda yang sedang mulai dan mau mersudi mengenai olah napas dan kesehatan maka agar lebih mudah carilah hubungan antara yang Anda ingin mersudi pada sisi pengaruhnya terhadap kesebelas sistem tersebut. Paling tidak, itulah yang “relatif mudah” dilakukan.

Memang hanya fisik dulu, belum menyentuh psikis. Itu bahasan lain lagi.

Mulailah dengan banyak bertanya dan mempertanyakan pada diri sendiri. Bukan untuk menghakimi dan merendahkan ilmu, melainkan agar terjadi dialog dan diskusi dengan diri sendiri.

Semoga menjadi awal pencerahan bahwa apa yang Metode Napas Ritme sudah rumuskan dan pelajari adalah ILMU MASA DEPAN.

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →