Kelas Reguler Sabtu – Meditasi Rasa

Satu tahun setengah ini tak terasa peserta kelas Meditasi, sudah masuk angkatan ke-6, telah belajar konsep ritme yang dipakai sebagai ritme napas lambat dan apa-apa saja pengaruhnya pada tubuh secara mekanis, fisiologis, dan psikologis.

Belajar secara bertahap, pelan-pelan, “dikunyah” dulu sebelum masuk pada materi pembelajaran lainnya.

Tentu saja tidak akan dapat dipelajari sekaligus sebab ada banyak sekali bahasan yang paling tidak sebelas sistem pada tubuh manusia. Belum termasuk kimiawi darah, psikologis, dan sebagainya.

Ini merupakan perjalanan panjang belajar. Bagi yang mau.

Ritme-ritme berapa saja yang menjadi ritme utama yang wajib dilatih agar dapat menstimulasi “tiga otak” pada tubuh yakni Otak Kepala, Otak Jantung, dan Otak Perut.

Bagaimana ketika misalnya frekwensi Otak Perut dilatih dan mereka yang bertahun-tahun mengalami sakit Maag sudah nyaris tidak pernah kambuh lagi. Bagaimana ketika misalnya frekwensi Otak Kepala dilatih dan mereka yang bertahun-tahun selalu cemas, migrain, saat ini sudah nyaris tidak pernah kambuh lagi. Dan banyak lagi.

Pada kelas Meditasi angkatan ke-7 yang nanti akan dilaksanakan tanggal 4 September 2021 mendatang akan mulai belajar konsep RASA dan pengaruhnya terhadap metabolisme tubuh. Bagaimana “melihat” perubahan-perubahan itu pada angka-angka dan nilai-nilai. Apa-apa saja yang disiapkan agar Rasa dapat bertransformasi menjadi serangkaian angka-angka dan variabel-variabel yang dapat dilihat.

Tentu saja, Rasa itu sifatnya abstrak dan subyektif. Diperlukan pengetahuan yang cukup agar Rasa yang semula sifatnya abstrak ini dapat dipandang sebagai “materi”.

Konsep ini mirip ketika saya berusaha “menterjemahkan” konsep Napas menjadi Frekwensi yang dapat dilihat sebagai angka dan grafik. Melalui “melihat napas sebagai frekwensi” inilah teori dasar Napas Ritme lahir.

Tidak tanggung-tanggung, MG sudah melakukan pemetaan pada 11 sistem pada tubuh manusia berdasarkan konsep frekwensi. Dari mulai landasan logikanya bagaimana? Bagaimana cara membuktikannya? Alat ukurnya apa? Teori sains yang mendasarinya apa? Software ukurnya apa? Dan sebagainya.

Sebagai contoh, untuk memahami frekwensi pada Sistem Syaraf yang merupakan “master system” pada tubuh manusia, kita mesti “belok” dulu ke Jantung. Sebab tanpa belajar pada Jantung maka kita tidak akan paham konsep frekwensi pada sistem syaraf. Dari Jantung itulah kemudian kita bisa melihat adanya frekwensi yang kemudian dinisbatkan pada sistem syaraf.

Hikmahnya, tidak apa-apa “berbelok” asal masih di “jalan yang benar”. Selama “mau mendengar” maka pengetahuan baru akan didapatkan. Tidak selalu “kacamata kuda” itu berhasil. Kebanyakan malah menutup pengetahuan.

Belajar frekwensi syaraf mesti belajar dulu pada Jantung. Itu baru 2 sistem saja. Masih ada 9 sistem lainnya. Maka, belajar pada sistem-sistem lainnya mesti membuka diri untuk belajar dulu kepada pengetahuan lain sebelum rangkaiannya ketemu dan dapat dinalar.

Jadi, bagi mereka yang sedang mersudi, sebaiknya mulailah melihat hubungan antara olah napas dan frekwensi. Bagaimana cara mengukurnya, cara melihatnya sebagai angka-angka, variabel, dan grafik, serta melihat pengaruhnya terhadap berbagai sistem pada tubuh manusia.

Percayalah, mempelajari konsep frekwensi pada semua aspeknya ini akan sangat membuka cakrawala pengetahuan.

Misalnya, dalam pengamatan dan pemahaman saya menggunakan alat dan teori frekwensi, pada setiap bentuk tata napas rupanya menghasilkan suatu pola yang khas pada masing-masingnya. Pola-pola ini kemudian dapat “dibaca” dan “diperkirakan” pengaruhnya seperti apa pada tubuh.

Bahkan, kita dapat membentuk “rangkaian pola frekwensi” berdasarkan misal nilai dari Power pada masing-masingnya (total power, power LF, power HF, power VLF, power Alpha, power Delta, dan sebagainya).

Dari susunan frekwensi ini, ketika dapat dirangkai secara tepat, dampaknya menjadi sedemikian luar biasa dan dapat berbeda sedemikian rupa pada tubuh.

Menarik, bukan?

Sampai jumpa peserta kelas Reguler Sabtu angkatan ke-7 untuk materi Meditasi. Kita akan belajar mengenai konsep Rasa dalam bahasan ringan. Salah satu bahasan yang akan dimunculkan adalah konsep Affective Immunology.

Kelas Reguler Sabtu angkatan ke-7 akan dilaksanakan tanggal 4 September 2021 setiap jam 10:45 WIB. Selalu tersedia rekaman pada setiap kelas Zoom saya. Biaya kelas ini khusus selama bulan Agustus (promo kemerdekaan RI yang ke-76) adalah sebesar Rp. 76.000 untuk satu bulan. Kelas dilaksanakan per 2 bulan.

Kontak mba Intan (WA: 0896.5173.4140) jika tertarik untuk bergabung.

Kuota: 76 orang
Terisi: 59 orang

Jagalah selalu kesehatan Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

Salam hangat,
MG

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →