Jantung dan Paru-paru Membaik Setelah Ikut Program 21 Hari Perbaikan Inflamasi

7 hari ikut latihan program 21 hari Perbaikan Inflamasi, mendapatkan manfaat yang belum pernah dicapainya selama 30 bulan. Bahkan dengan obat dokter sekalipun.

Semoga menginspirasi.

Alhamdulillah.

Jagalah selalu kesehatan Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

Program 21 hari metode Napas Ritme dibuat secara progresif. Berisi serangkaian latihan olah napas yang sistematis, aman, terukur, dan dapat diprediksi hasilnya.


Pertama saya baru dinyatakan negative covid 8 Juli 2021 dan saat ini dalam masa pemulihan, krn di foto thorax saya muncul bronchopneumonia.
Gejala awal muncul 15 Juni 2021, antigen positif. Saya mendapat gejala ringan, yaitu badan lemas, sakit persendian sekujur tubuh, dan pusing/sakit kepala. Ketika itu tidak mengalami demam maupun flu/pilek. Gejala ringan hingga 3 atau 4 hari, sd tanggal 20 Juni 2021. Tanggal 21 Juni 2021 saya berinisiatif melakukan pemeriksaan laboratorium di Pramitha, yaitu darah, CRP, d-dimer, juga foto thorax. Hasilnya masih relative bagus, awal2 infeksi, CRP masih 1,2 dari nilai batas normal 0,5 (satuannya saya tidak ingat), dan foto thorak mulai ada bercak walaupun minimal.
Mulai tanggal 21 Juni 2021 sudah tidak dirasakan lagi gejala-gejala, dan kondisi tubuh terasa sehat dan membaik. Namun mulai muncul batuk-batuk yang tidak bisa ditahan.

Tanggal 1 Juli 2021, hari ke 15 gejala/isoman, saya melakukan tes swab PCR hasil positif CT 28.
Karena gejala batuk-batuk yang tidak bisa ditahan, terus berlangsung, maka pada tanggal 5 Juli 2021, saya berinisiatif Kembali melalukan pemeriksaan laboratorium Pramita, yaitu darah, CRP, dan foto thorax.

Hasil pemeriksaan kali ini, beberapa indicator darah menunjukkan gejala infeksi, dan pada expertise hasil foto thorax memperlihatkan adanya bronchopneumonia dan bercak efusi pleura (minimal). CRP 4,5 dari batas normal 0,5 (infeksi berat), dan d-dimer 420 (dari nilai normal di bawah 500).
Atas saran dan konsultasi dengan dokter spesialis, maka saya diarahkan untuk rawat inap di rumah sakit, dan boleh Kembali pulang tanggal 8 Juli dengan hasil PCR negative. Selama cerita saya covid di atas, saturasi oksigen saya tidak pernah turun antara 94 sd 96, dan tidak pernah sesak napas.

Mulai tanggal 10 juli saya mulai Latihan napas ritme, sebagai upaya saya dalam pemulihan bronchopneumonia.


Hal kedua, sejak tahun 2019 saya control ke dokter jantung, dengan diagnose aritmia cordis, dan terdeteksi dari ECG, salah satu klep jantung (ventrikel kanan) yg mengalirkan darah ke paru-paru kondisinya lemah, tidak sebaik 3 klep yang lain. Sejak 2019 hingga kini saya diberi obat kronis aritmia dan hipertensi.

Siang tadi saya control ke dokter SPJP, yang tadi pagi saya konsul di grup MG, pagi hari saya Latihan napas 3:3 dengan tahan napas 45 detik sebanyak 3 repitisi.

Saat tadi control, hasil EKG saya normal, hal yang jarang terjadi, dalam 30 bulan selama saya control sejak tahun 2019, hasil EKG pasti ada detak jantung yang terdeteksi tidak normal di antara ritme sinus.

Mungkin baru kali ini hasil EKG saya benar2 normal.

Insya Allah ilham dari Allah dan memberikan petunjuk untuk Latihan napas ritme dari MG.

Pada saat intermittent stress 45 detik, setelah 4 kali Latihan malam bersama MG, lama-lama ada semacam sensasi ‘’menikmati kepanikan’’ tubuh yang sudah tidak tahan, tapi saya coba challenge nambah 1 atau 2 detik. Mudah2an ini yang bisa memberi manfaat buat aritmia saya dan juga buat pemulihan paru-paru saya akibat covid.

KOnsentrasi saya sekarang adalah memulihkan paru-paru saya dari bronchopneumia, saya seetiap pagi jalan kaki 1 kilo meter masih terengah-engah. Sebelum covid saya bisa jalan kaki 2 kilo meter dan napas tidak sampai ngos-ngosan.

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →