Merawat Napas

MERAWAT NAPASPROGRAM 21 HARI MEDITASI NAPAS RITME

Sampai jumpa besok malam pada kelas latihan 21 hari meditasi Napas Ritme.

Kita akan belajar dari dasar untuk memahami cara merawat napas dengan relatif mudah. Dilakukan dengan senang gembira suka cita saat mengatur napas. Diatur detiknya, berapa lama tarik napas dan berapa lama buang napas. Tidak ada menahan napas sama sekali.

Targetnya, kita berhasil melakukan “reset cardiorespiratory brain-stem pacemaker”.

Apa itu?

Nanti akan dijelaskan pada tulisan tersendiri.

Sederhananya, ada bagian pada otak kita yang mengatur mengenai ‘pacemaker’ atau pengatur laju napas. Pada banyak kasus, kondisi sakit menyebabkan masalah pada pengatur laju napas ini. Terkadang menjadi sangat cepat, terkadang sangat lambat, terkadang anomali oleh karena suatu sebab.

Jika diibaratkan seperti komputer, jika Anda merasa komputernya yang saat itu sedang digunakan berasa lambat, lemot, maka Anda mesti me-reset laptop tersebut. Dengan me-reset laptop maka akan ada banyak bagian dari laptop yang diatur ulang dari awalnya. Memori dibersihkan, layar dimuat ulang, dan sebagainya.

Kurang lebih demikian yang nanti akan kita lakukan pada latihan 21 hari meditasi napas ritme ini.

Terdapat lebih dari 15 area yang akan diatur ulang dan diperbaiki ulang. Bisa dilihat daftarnya dari gambar dibawah ini.

Dan ini luar biasa!

Ada ilmu Napas, ada ilmu Nipis.

Program 21 hari meditasi Napas Ritme akan belajar ‘ilmu Nipis’ dimana salah satu manfaatnya adalah melakukan reset otak kita.

Sampai jumpa besok malam untuk latihan sesi pertama. Latihan akan dilakukan non stop selama 21 hari setiap malam jam 20:00 WIB. Untuk timezone yang berbeda agar menyesuaikan. Bagi yang berhalangan silahkan mendownload rekamannya untuk latihan sendiri di rumah.

Rawatlah napas kita dengan baik.

Dan jangan lupa, COVID-19 masih ada diluar sana. Secara nyata. Bukan main-main. Maka tetap patuhi protokol kesehatan. Apalagi varian baru sudah terbukti masuk ke Indonesia.Saya selalu berusaha untuk mendapatkan update-update terbaru mengenai perkembangan varian-varian baru COVID-19 ini dan memberikan solusi-solusinya kepada para peserta yang ikut kelas reguler. Misalnya, masalah ‘micro stroke’ yang umum diderita oleh mereka yang WFH dominan duduk dan berhadapan dengan laptop selama sekian jam. Solusinya diajarkan pada kelas reguler Minggu. Juga masalah ‘tunnel vision’ yang diderita mereka yang berjam-jam didepan gadget dan laptop. Solusinya diajarkan di kelas Sabtu.

Kemudian, jika setahunan lalu yang menjadi pemberat kematian pada penderita COVID-19 adalah komorbid ternyata saat ini tidak lagi. Tiga terbesar pada penyebab pemberatan COVID-19 adalah kekurangan vitamin D (pemberatan 15x), usia diatas 60 tahun yang ‘males gerak’ (pemberatan 9.45x), dan masalah Kardiovaskular (pemberatan 6.75x). Maka saya ‘rewel’ kepada peserta agar wajib punya suplemen vitamin D yang bagus dan bener.

Untuk itulah kenapa kelas 21 hari meditasi ini bertujuan ‘memberesi’ masalah kardiovaskular dengan me-reset ‘cardiorespiratory brain-stem pacemaker’-nya. Dengan demikian, resiko pemberatan COVID-19 akan lebih kecil. Insya Allah.

Jagalah selalu kesehatan Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

Salam hangat,

MG

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →