Program 21 Hari Meditasi Napas Ritme

PROGRAM 21 HARI MEDITASI NAPAS RITME

Oleh: Mas Gunggung
(Instruktur Olah Napas Kebugaran Purnawirawan TNI AL)


Alam raya ini tersusun atas berbagai frekwensi yang saling beresonansi satu sama lain. Memancar ke seluruh penjuru semesta. Pada setiap frekwensi yang ada akan membentuk medan elektromagnetik (elektro dan magnetik).

Semua sistem biologis di Bumi dipastikan terpapar oleh medan elektromagnet tak terlihat yang berfluktuasi dengan berbagai frekuensi[1]. Paparan medan elektromagnetik ini dapat mempengaruhi hampir setiap sel dan sirkuit tubuh kita baik dari tingkat yang lebih besar atau yang sangat kecil. Banyak ritme fisiologis telah terbukti sinkron dengan aktivitas matahari dan geomagnetik[2,3].

Sistem pengaturan metabolisme pada manusia dirancang oleh Allah SWT untuk beradaptasi dengan variasi iklim dan geomagnetik harian dan musiman. Namun, perubahan tajam dalam aktivitas matahari dan geomagnetik serta badai geomagnetik dapat menekan sistem pengaturan ini, yang mengakibatkan perubahan keseimbangan hormonal misalnya hormon melatonin / serotonin. [4,5,6]

Bahkan lebih jauh lagi dapat mempengaruhi tekanan darah, sistem imunitas, sistem reproduksi, sistem peredaran darah, dan proses-proses syaraf lainnya. [7,8,9]

Secara umum, sel pada tubuh manusia merespon pada frekwensi antara 3-25 Hz. Frekwensi diluar batas ini hanya memiliki sedikit efek (bahkan nyaris tidak memiliki efek apapun). Membran sel akan bergetar atau beresonansi untuk membuat semacam “jendela biologis” (biological window). Setiap “jendela” memiliki frekwensi, amplitudo, dan fase yang dapat diukur dan ditentukan pada karakteristik gelombang tertentu. Tiap “jendela biologis” yang aktif ini akan memfasilitasi transfer informasi dan aktivitas adaptif pada semua transmisi yang mengenainya. Mengubah “jendela biologis” akan menciptakan perubahan fungsional yang disebut perubahan fase yang membantu kita beradaptasi dengan perubahan lingkungan berdasarkan pada apa yang dikirimkan kepadanya.[14]

Ilmuwan telah meneliti mengenai frekwensi-frekwensi pada semesta ini. Salah satu frekwensi yang ditemukan pada Bumi adalah sesuatu yang disebut dengan frekwensi Schumann[11] sesuai dengan nama yang dinisbatkan kepada penemunya yakni Winfried Otto Schumann[12].

Frekwensi Schumann terdiri dari:

  • Fundamental (7.8 Hz)
  • Ordo Dua (14.1 Hz)
  • Ordo Tiga (20.3 Hz)

Bagi yang belum memahami konsep dasar frekwensi Schumann dan hubungannya dengan tubuh manusia, dapat membaca terlebih dahulu tulisan pada link ini:

  • Jagad Alit dan Jagad Gede – Bagian 1 (https://www.facebook.com/groups/KebugaranMP/permalink/4858032607571669/)
  • Jagad Alit dan Jagad Gede – Bagian 2 (https://www.facebook.com/groups/KebugaranMP/permalink/4859634284078168/)

Berdasarkan International Standard ISO 2631 mengenai frekwensi pada tubuh manusia pada bagian-bagian umum berada pada antara 3 Hz–17 Hz sedangkan pada bagian-bagian sensitif berada pada frekwensi 6 Hz – 8 Hz dengan detailnya dapat dilihat sebagai berikut [10]:

  • Keseluruhan Tubuh (posisi berdiri), 7.5 Hz
  • Keseluruhan Tubuh (posisi duduk), 4-6 Hz
  • Torso (Leher hingga ujung perineum), 7-13 Hz
  • Kepala, 8-12 Hz
  • Rongga Dada, 4-6 Hz
  • Jantung, 5 Hz
  • Rongga perut, 6-9 Hz
  • Tulang belakang, 10-12 Hz
  • Panggul, 6 Hz

Dalam kisaran ini, energi EMG dan EEG akan mengalami peningkatan substansial karena getaran. Saat frekuensi getaran tubuh mencapai 10 Hz – 20 Hz, otot rangka akan mengalami kontraksi yang kencang.[10]

Pada penelitian lain, pengaruh frekwensi pada sel-sel tubuh terjadi pada 0.02 Hz, 0.5-0.6 Hz, 5-6 Hz, dan 8-11 Hz. Frekwensi-frekwensi ini dikenal dengan “the most bio-effective frequency” atau “frekwensi yang dianggap paling efektif berpengaruh terhadap sel secara biologis”.[17,18]

Selain itu, pada tubuh manusia juga terdapat Otak yang memiliki beberapa jenis frekwensi diantaranya[15]:

  • Delta [0.5/1–4 Hz]
  • Theta [4–8 Hz]
  • Alpha/mu [8–13 Hz]
  • Beta [13–30 Hz]
  • Gamma [30–80 Hz]
  • High gamma [80–150 Hz]

Beberapa frekwensi tambahan yang ditemukan baru-baru ini, namun masih sedikit penelitiannya, yakni Epsilon dan Lambda[16].

Sedangkan pada Jantung, terdapat 3 (tiga) jenis frekwensi yakni:

  • Very Low Frequency (VLF), <0.04 Hz
  • Low Frequency (LF), 0.04 Hz – 0.15 Hz
  • High Frequency (HF), 0.15 Hz – 0.4 Hz

Antara Otak dan Jantung terlihat ada “resonansi” pada frekwensi 0.4 Hz. Saya menulis khusus mengenai ini yang saya sebut dengan istilah “Resonansi HF-Delta”. Silahkan klik pada link berikut ini: https://www.facebook.com/groups/KebugaranMP/permalink/2903652626343020/

Tarik napas dulu.

Apakah Anda bingung dengan angka-angka diatas? Jika Iya, maka tidak apa-apa. Baca saja terus tulisan ini hingga akhir, insya Allah nanti akan mulai mengerti.

Konsep pada metode Napas Ritme MG adalah penggunaan frekwensi yang terukur melalui perubahan pengaturan napas secara teratur dalam menghasilkan suatu jenis intervensi tertentu baik yang bersifat tunggal maupun jamak. Termasuk di dalamnya konsep resonansi getaran antara satu jenis obyek dengan obyek lain termasuk yang melewati suatu medium.

Konsep dasarnya dapat dilihat disini: https://www.facebook.com/groups/KebugaranMP/permalink/3086139621427652/

Kita lanjut pada pembahasan.

Jika melihat angka-angka frekwensi diatas, maka Schumann Resonance Frequency berada pada 7-8 Hz dan masuk pada rentang Alpha pada Otak. Artinya, ada beberapa cara yang secara logis menyebabkan terjadinya resonansi dengan frekwensi Schumann ini yakni:

  • Gelombang Otak “dikondisikan” untuk masuk pada Alpha
  • Gelombang Jantung “dikondisikan” untuk menghasilkan frekwensi 7-8 Hz atau yang masuk pada rentang Schumann Resonance

Atau… keduanya, Otak dan Jantung, “dikondisikan” sekaligus untuk masuk pada frekwensi 7-8 Hz.

Bisakah? Sangat bisa.

Pada momen ini terjadi, setiap penyertaan niat dan/atau visualisasi yang dilakukan akan memiliki potensi kejadian yang lebih besar dibandingkan dilakukan pada frekwensi yang tidak diatur sebelumnya. Dan, konsep “penyembuhan jarak jauh” menjadi lebih masuk akal melalui pemahaman frekwensi ini. Kapan? Yakni ketika frekwensi tubuh Anda dikondisikan sedemikian rupa untuk sama dengan frekwensi Schumann pada Bumi. Pada momen itu, resonansi terjadi dan apapun yang Anda bentuk dan bangun secara abstrak (di hati maupun pikiran) akan “terkirimkan”.

Sampai jumpa pada program 21 hari Meditasi Napas Ritme mendatang yang akan dimulai 16 Juni 2021.

Dan sekaligus pada suasana Idul Fitri 1422H ini, saya pribadi mengucapkan minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin bagi para pembaca sekalian. Semoga Anda semua, beserta keluarga, senantiasa sehat selalu. Manfaatkan semua tulisan-tulisan yang dipublikasikan pada group ini untuk menambah pengetahuan dan melengkapi kekosongan pengetahuan (jika ada).

Salam hangat,
MG

Referensi:
[1]. Chronomes, time structures, for chronobioengineering for “a full life”.
Cornélissen G, Halberg F, Schwartzkopff O, Delmore P, Katinas G, Hunter D, Tarquini B, Tarquini R, Perfetto F, Watanabe Y, Otsuka K. Biomed Instrum Technol. 1999 Mar-Apr; 33(2):152-87. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10194568/)

[2]. [Effect of variations of the geomagnetic field and solar activity on human physiological indicators]. Doronin VN, Parfentĕv VA, Tleulin SZh, Namvar RA, Somsikov VM, Drobzhev VI, Chemeris AV. Biofizika. 1998 Jul-Aug; 43(4):647-53. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9783072/)

[3]. Cross-spectrally coherent ~10.5- and 21-year biological and physical cycles, magnetic storms and myocardial infarctions*. Halberg F, Cornélissen G, Otsuka K, Watanabe Y, Katinas GS, Burioka N, Delyukov A, Gorgo Y, Zhao Z, Weydahl A, Sothern RB, Siegelova J, Fiser B, Dusek J, Syutkina EV, Perfetto F, Tarquini R, Singh RB, Rhees B, Lofstrom D, Lofstrom P, Johnson PW, Schwartzkopff O, the International BIOCOS Study Group. Neuro Endocrinol Lett. 2000; 21(3):233-258. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11455355/)

[4]. Geomagnetic disturbances are associated with reduced nocturnal excretion of a melatonin metabolite in humans. Burch JB, Reif JS, Yost MG. Neurosci Lett. 1999 May 14; 266(3):209-12. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10465710/)

[5]. [Effects of disturbances of natural magnetic field of the Earth on melatonin production in patients with coronary heart disease]. Rapoport SI, Malinovskaia NK, Oraevskií VN, Komarov FI, Nosovskií AM, Vetterberg L. Klin Med (Mosk). 1997; 75(6):24-6. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9273394/)

[6]. Seasonal pattern of melatonin excretion in humans: relationship to daylength variation rate and geomagnetic field fluctuations. Bergiannaki Joff, Paparrigopoulos TJ, Stefanis CN
Experientia. 1996 Mar 15; 52(3):253-8. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8631397/)

[7]. Do geomagnetic disturbances of solar origin affect arterial blood pressure?
Ghione S, Mezzasalma L, Del Seppia C, Papi F. J Hum Hypertens. 1998 Nov; 12(11):749-54. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9844945/)

[8]. Hamer J.R. Biological Entrainment of the Human Brain by Low Frequency Radiation. Northrop Space Laboratories; Hawthorne, CA, USA: 1965. pp. 65–199.

[9]. Cernouss S., Vinogradov A., Vlassova E. Geophysical hazard for human health in the circumpolar auroral belt: Evidence of a relationship between heart rate variation and electromagnetic disturbances. Nat. Hazards. 2001;23:121–135. doi: 10.1023/A:1011108723374. (https://link.springer.com/article/10.1023/A:1011108723374)

[10]. Study on Vibration Characteristics and Human Riding Comfort of a Special Equipment Cab. (https://www.hindawi.com/journals/js/2018/7140610/)

[11]. Wikipedia. Schumann Resonance. (https://en.wikipedia.org/wiki/Schumann_resonances)

[12]. Wikipedia. Winfried Otto Schumann. (https://en.wikipedia.org/wiki/Winfried_Otto_Schumann)

[13]. Human intelligence: the brain, an electromagnetic system synchronised by the Schumann Resonance signal. N J Cherry. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12699709/)

[14]. Schumann Resonance, Psychophysical Regulation & Psi (Part I). Iona Miller. (https://jcer.com/index.php/jcj/article/view/316/341)

[15]. Dominant frequencies of resting human brain activity as measured by the electrocorticogram. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4269223)

[16]. Lambda Waves. Marco Cascella; Susanta Bandyopadhyay. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK553088/)

[17]. Alternating light-darkness-influenced human electrocardiographic magnetoreception in association with geomagnetic pulsations. Otsuka K, Oinuma S, Cornélissen G, Weydahl A, Ichimaru Y, Kobayashi M, Yano S, Holmeslet B, Hansen TL, Mitsutake G, Engebretson MJ, Schwartzkopff O, Halberg F. Biomed Pharmacother. 2001; 55 Suppl 1():63s-75s. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11774870/)

[18]. Ptitsyna NG, Villoresi G, Dorman LI, Iucci N, Tyasto M. Natural and man-made low-frequency magnetic fields as a potential health hazard. Physics – Uspekhi. 1998;41:687–709. (https://iopscience.iop.org/article/10.1070/PU1998v041n07ABEH000419/meta)

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →