Melihat Tanpa (Kaca)mata

MELIHAT TANPA (KACA)MATA

Oleh: Mas Gunggung

Tubuh manusia memang didesain luar biasa oleh Allah SWT. Tiap bagiannya memiliki lapisan-lapisan yang khas yang merupakan gabungan dari fisik dan non fisik, dari yang paling luar hingga yang paling dalam. Manusia dapat mencapai sesuai dengan kemampuannya dan takdir dari Tuhannya.

Pemahaman mengenai MELIHAT, yang pada umumnya dimulai dari pemahaman fisik menggunakan mata, kemudian secara perlahan, seiring berkembangnya aspek lain, dapat menjadi hal yang sedemikian berbeda dan terkesan mustahil. Seseorang dapat memahami konsep “melihat” berdasarkan perkembangan kesadarannya.

Jika kesadarannya pada fisik, maka yang disebut “melihat” akan dilekatkan pada aktivitas mata dalam menerima cahaya dan diproses oleh otak agar dapat “melihat” objek. Segala hal yang diterima oleh mata dari sekitar kemudian diproses dalam hitungan milidetik oleh otak dan disimpulkan menjadi “sesuatu” (bisa warna, bentuk, jarak, volume, dan sebagainya).
Sedemikian cepatnya hingga kemudian menjadi suatu proses alamiah.

Lensa mata menyesuaikan besar kecilnya cahaya yang masuk dan secepat itu juga koordinasi otak terjadi. Koordinasi ini kemudian mengalami adaptasi dari sejak lahir hingga usia lansia. Saat baru lahir, mata seorang bayi akan melihat begitu buram. Lalu seiring perkembangan nutrisi yang baik dan fisiologisnya maka seluruh mata bayi menyesuaikan dan kemudian menjadi semakin jelas dan terang.

Anda mendapatkan ‘clear vision!’. Pandangan yang sangat jernih dan jelas. Istilah medisnya 20/20.

Setelah itu, kebiasaan demi kebiasaan dibentuk sepanjang hidup seiring usia. Anda yang mulai berkenalan dengan buku, gadget, layar laptop, dan sebagainya kemudian akan membentuk adaptasi baru pada mata dan koordinasi otak. Terciptalah kebiasaan baru yang menyebabkan hasil yang baru. Apakah itu? Yakni mata Anda mulai burem melihat jauh atau dekat akibat dari jatuhnya cahaya tidak tepat pada retina (baik lebih dekat atau lebih jauh).

Tiba-tiba mata Anda menjadi hanya bisa melihat dengan baik pada jarak dekat dan tidak jarak jauh atau kebalikannya.

Kita menyebut dengan istilah Minus atau Plus.

Lalu berkembang lagi menjadi Silindris. Lalu berkembang lagi bahkan menjadi keduanya.

Diborong!

Mata Anda mendadak perlu dibantu dengan kacamata agar dapat menghasilkan cahaya yang tepat pada retina. Semakin lama semakin tebal dan tebal. Terus saja seperti itu.

Ini belum lagi cerita mengenai Glaukoma. Belum lagi cerita mengenai peningkatan tekanan bola mata.

Masalahnya menjadi semakin kompleks seiring semakin rendahnya kesadaran Anda terhadap mata dan semakin ketergantungan Anda dengan kacamata. Usia masih muda tapi minusnya sangat tebal yang kalau dibuka sudah tidak bisa melihat lebih dari 1 meter. Semua burem. Ini sudah nyaris buta. Ingin kerja tapi kondisi mata cukup merepotkan dan menghalangi. Akibatnya jadi stres sendiri.

Apalagi sudah lebih dari setahunan ini pandemi terjadi dan aktivitas terhadap layar monitor, smartphone menjadi semakin tinggi tanpa dibarengi dengan tingginya kesadaran untuk melakukan perbaikan terhadap mata. Maka akan dapat kita prediksi pada 2-3 tahun kedepan bagaimana kondisi mata Anda jika level kesadarannya masih rendah.

Kelas latihan olah napas khusus mata ini dibuat khusus untuk mengupas segala hal yang berhubungan dengan perubahan terhadap cara kita melihat. Tujuannya agar lahir pengetahuan dan kesadaran untuk melakukan perbaikan mata.

Tidak ada materi yang dikhususkan untuk “mengobati” mata plus atau minus atau silindris atau Glaukoma. Kelas ini mengajarkan mengenai pembentukan kesadaran mengenai pengetahuan mengenai olah napas dan mata agar sesegera mungkin level kesadaran Anda meningkat dan melakukan perubahan yang baik terhadapnya. Mungkin saja salah satunya akan cocok dengan kondisi Anda sehingga teknik yang diajarkan disana akan dapat membantu meringankan dan mengobati masalah pada mata.

Anda akan belajar dari dasar bagaimana otak memproses “melihat” dan bagaimana aktivitas harian Anda dapat mengubah adaptasi pada otak pada proses melihat tersebut. Bahwa ternyata, ketika dikembalikan kepada proses semula maka mata dan otak dapat melakukan perubahan menjadi lebih baik.

Anda juga akan belajar bagaimana melakukan “drill” atau latihan rutin untuk mata, plus olah napas tentunya, yang akan melatih kembali kemampuan natural dalam “melihat”. Dengan cara seperti inilah nanti mata Anda akan melakukan perbaikan dan otak Anda akan beradaptasi ulang terhadap perubahan ini.

Anda kemudian belajar kenapa berbagai “senam mata” cenderung gagal melakukan perubahan mata perbaikan mata meski sering dilakukan. Bagaimana menempatkan “senam mata” pada frekwensi yang tepat juga akan diinformasikan. Bagaimana pembentukan gelombang otaknya sebelum senam mata dilakukan, saat melakukan senam mata, dan setelah senam mata selesai dilakukan. Pada frekwensi yang mana semua itu mesti diletakkan. Kekeliruan memilih frekwensi akan menyebabkan kecenderungan yang semakin kecil untuk melakukan perubahan baik.

Anda juga belajar mengenai nutrisi dan pengaruh diabetes terhadap mata dan bagaimana melakukan pembalikan kondisi.
Karena mata dan otak ini merupakan satu kesatuan dari sisi koordinasi, maka gelombang otak yang mana yang mesti dibentuk terlebih dahulu sebelum semua jenis aktivitas mata dilakukan. Visualisasi yang bagaimana dan diletakkan pada frekwensi apa yang mesti dikondisikan terlebih dahulu sebelumnya.

Dan baaaaanyak lagi.

Plus, memperkenalkan Metode MG khusus mata menggunakan pendekatan frekwensi. Tunggu tulisan-tulisan berikutnya mengenai ini.
Ini kelas 2 bulan (terpotong libur lebaran nampaknya bisa 3 bulan). No problem. Kita akan terus berlatih ini.

Sampai jumpa tanggal 10 April 2021 mendatang pada kelas khusus mata.

Salam hangat,
MG

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →