Interferensi Gelombang

INTERFERENSI GELOMBANG

Oleh: Mas Gunggung


Pernahkah kita mendengar kalimat seperti ini,

“Satria piningit akan muncul tiap 100 tahun sekali!”

“Ketika matahari, bulan, dan bumi membentuk garis lurus maka gerhana matahari terjadi!”

“Ketika lima planet sejajar…”

“Komet yang akan datang tiap sekian ratus tahun sekali…”

Dan sejenis itu.

Apa yang kita pernah dengar dan mungkin pernah kita saksikan pada berbagai fenomena alam yang terlihat mata diatas terkait dengan frekwensi.

Bicara frekwensi berarti bicara siklus.

Ada siklus ribuan tahun, siklus ratusan tahun, siklus tahunan, siklus bulanan, siklus mingguan, siklus harian, siklus sekian jam, hingga siklus detik dan milidetik. Ketika dua atau lebih siklus saling bersinggungan maka terjadilah interaksi gelombang. Hal ini dikenal dengan istilah Interferensi.

Interferensi merupakan fenomena interaksi gelombang dimana ketika dua atau lebih gelombang bertemu pada satu titik maka mereka akan saling bercampur satu sama lain.

Terdapat 2 (dua) jenis Interferensi yakni Konstruktif dan Destruktif. Pada interferensi yang bersifat Konstruktif, amplitudo dari dua atau lebih gelombang yang saling bercampur akan menghasilkan gelombang yang lebih kuat dari semula keduanya. Sebaliknya, pada interferensi yang bersifat Destruktif, kedua gelombang saling me-negasikan atau membatalkan kekuatannya sehingga akan menurunkan kekuatan amplitudo gelombang pada titik mereka bertemu.

Interferensi ini juga dapat terjadi pada tubuh.

Sebagaimana kita ketahui bahwa tubuh kita tersusun atas berbagai sel dalam kategori yang berbeda-beda dimana mereka semua memiliki tingkat frekwensi yang berbeda juga.

Kapan sel-sel ini dapat saling berkomunikasi satu sama lain?

Dalam sudut pandang frekwensi hal ini terjadi ketika frekwensinya saling berinterferensi. Disitulah kemudian terbentuk frekwensi yang lebih kuat atau lebih lemah bergantung pada jenis interferensi yang terjadi apakah Konstruktif atau Destruktif.

Disinilah Workshop Chakra akan membedah itu semua.

Bagaimana mengetahui dan mengukur interferensi frekwensi yang bersifat Konstruktif dan Destruktif. Jika interferensi itu bersifat Konstruktif maka jelas perubahan baik yang akan terjadi pada tubuh (misal menjadi lebih sehat, menjadi lebih kuat, dan sejenis itu). Sedangkan jika interferensi yang bersifat Destruktif maka perubahan yang tidak baik yang akan terjadi.

Ketika terjadi interferensi Konstruktif maka tubuh akan “secara ajaib” melakukan peningkatan gelombang menuju lebih baik dari sebelumnya. Dan ini dapat benar-benar diarahkan untuk kesehatan dengan cara yang relatif mudah.

Workshop akan mengajarkan untuk membedah bagaimana hitungan diatas kertas dan penerapan pengaturan Napas Ritme yang diarahkan pada frekwensi yang menghasilkan interferensi Konstruktif. Ini saya istilahkan dengan “Frekwensi Pembangun”. Dengan mempelajari dan mengetahui frekwensi ini secara lebih terukur (berarti menggunakan alat ukur) maka lebih mudah bagi peserta untuk berlatih harian secara terukur juga dan melakukan perbaikan pada dirinya.

Napas Ritme, akan membuka cakrawala berpikir baru terhadap konsep olah napas yang dilihat dari sisi frekwensi.

Bagaimana mengenal frekwensi pada diri sendiri secara lebih detail dan terukur. Bagaimana cara membentuk frekwensi yang menghasilkan interferensi Konstruktif juga akan dijelaskan dan diajarkan. Tidak mengarang bebas karena semua ada alat ukur yang menggunakan prinsip kerja frekwensi.

Jika misalnya bertemu dengan frekwensi tinggi yang tidak mampu dicapai lewat olah napas, ada cara untuk menurunkan frekwensi itu dengan tidak menghilangkan makna frekwensinya sehingga olah napas kita dapat mencapai frekwensinya.

Analoginya seperti halnya seseorang yang sedang bernyanyi dengan nada tinggi yang kemudian diturunkan menjadi nada rendah tanpa harus kehilangan harmoni dari nadanya. Hal itu ada cara menghitungnya dan mengukurnya. Juga sama seperti analogi dua orang yang sedang bermain piano pada satu alat dimana orang pertama bermain pada nada C standar (dengan frekwensi dasar C saat itu) dan orang kedua bermain dengan nada C oktaf tinggi (frekwensi C nya tentu lebih tinggi dibanding nada C standar). Ketika dua orang itu memainkan dua nada C pada oktaf yang berbeda maka kita tetap “enak” mendengarkan alunan nadanya. Hal itu saya istilahkan dengan “harmoni” atau “frekwensi pembangun”.

Dan pada tubuh kita terdapat jenis konsep seperti diatas.

Sampai jumpa para peserta Workshop Chakra tanggal 28 Maret 2021 mendatang. Monggo yang ingin bergabung pada workshop tersebut dan tertarik untuk mengetahui apa dan bagaimana Chakra dilihat dari sudut pandang yang berbeda dari yang umumnya kita kenal.

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →