Chakra Dalam Berbagai Tinjauan

“CHAKRA” DALAM BERBAGAI TINJAUAN
(Bagian ke-1)

Oleh: Mas Gunggung

Berbicara “chakra” tentu kita sedang berbicara hal yang sifatnya abstrak. Sebagian dari kita mungkin percaya dengan itu dan sebagian lainnya tidak mempercayainya. Sebagian mungkin merasakan sensasi yang ‘konon’ sebagai reaksi aktivitas “chakra” dan sebagian lain banyak yang ternyata masuk pada “halusinasi saja”.

Pemahaman umum menyepakati bahwa dalam dunia ini ada hal-hal yang dapat dimanifestasikan (fisik) dan hal-hal yang belum dapat dimanifestasikan (metafisik). Perjalanan manusia berada pada tangga-tangga diantara keduanya. Sebagian baru yakin kalau secara fisik dapat dilihat dan di-indera sedangkan sebagian lain cukup yakin dengan merasakannya atau menalarnya.

Misalnya ketika melihat tubuh manusia yang dikatakan “hidup” yang dilihat dari masih adanya temperatur hangat. Jika hangat ini sudah keluar dari tubuh maka tubuh berubah menjadi dingin. Jika terus begitu, maka tubuh mulai masuk pada fase “mati”. Darimana hangat ini muncul? Bisa jadi dari makanan yang kita makan, air yang kita konsumsi, atau dari udara yang kita hirup.

Pemikiran seperti diatas, oleh orang-orang zaman dulu, kemudian dirumuskan menjadi satu set pengetahuan pada masa itu. Maka, proses manifestasi pada manusia kemudian mengalami pengembangan. Melalui manifestasi rasa kemudian disebutlah bahwa udara yang kita hirup merupakan salah satu dari sumber kehidupan yang dapat menghasilkan perubahan temperatur tubuh menjadi hangat. Dapat dikatakan sementara, kehidupan ada disitu.

Lebih jauh lagi, manifestasi mengenai udara yang dihirup itu kemudian bertransformasi menjadi semacam “daya hidup” atau “life force” yang pada beberapa tradisi memiliki istilah tata bahasa yang berbeda seperti misalnya Prana, Chi, Ki, dan sebagainya. “Daya hidup” ini bersifat sangat kualitatif dan sangat tidak terukur. Umumnya murni menggunakan rasa (feeling, apa yang dirasa) dalam mengenalinya sehingga sifatnya sangat subyektif.

Belum adanya ukuran kuantitatif menyebabkan belum adanya satupun yang dapat menunjukkan dan membuktikan kebenaran dari adanya “chakra” tersebut. Inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya golongan yang terbelah antara yang pro dan yang kontra dengan berbagai asumsi yang dibangunnya.

Adapun apakah pemetaan dan pemahaman yang dituliskan pada berbagai jurnal ilmiah internasional itu bersesuaian dengan maksud dari penyebutan istilah awal “Chakra” menurut tradisi India atau tidak maka itu hal lain. Sebab kita tidak boleh memungkiri bahwa istilah “Chakra” merupakan istilah yang datang dari India. Maka, pemahaman dasarnya mesti dilihat dari bagaimana tradisi India memandang konsepnya.

Penjelasan Chakra yang paling runut dan detail dapat dilihat dari kitab “Shata Chakra Nirupanam”. Melalui kitab tersebut, yang konon katanya paling tua dan paling runut, kita dapat melihat bagaimana definisi dan atribut yang disematkan kepada tiap Chakra sesuai dengan definisi pada tradisi India. Melalui pemahaman siloka-siloka pada tiap Chakra kita dapat melihat bagaimana pengkondisian energi, aspek feminim dan maskulin dari energi, aspek warna, serta atribut-atribut lainnya yang disematkan pada Chakra.[5]

Ketika kita membaca dan memahami maksud dari siloka-siloka yang ada didalamnya ternyata ada banyak hal mengenai Chakra yang berbeda dari yang selama ini kita dengar atau lihat di internet. Inilah pentingnya membaca dengan rujukan. Memungkinkan kita melihat dengan kerangka terminologi awalnya seperti apa.

Adapun mengenai pengembangan, itu hal lain lagi.

Sungguhpun seperti itu, teori Chakra yang awalnya sangat tradisional kemudian mengalami semacam metamorfosis dan telah melahirkan banyak sekali penelitian-penelitian yang dituliskan hingga menjadi jurnal-jurnal ilmiah internasional yang sangat banyak dan beragam.

Melalui analisa dari puluhan hingga ratusan jurnal yang berhubungan dengan “chakra” inilah kemudian kita dapat menemukan semacam “jalan tengah” atau “pengkondisian logis” mengenai konsep “chakra” dan bagaimana ia diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.

Dunia medis mulai mengakui ini dengan menggunakan istilah “Integrative Medicine”[1] atau “Energi Medicine”[2].

Misalnya seperti yang dilakukan oleh ilmuwan John R. Cross PhD, PhDAc, yang memetakan “chakra” dengan akupuntur. Tujuh sistem chakra dipetakan dengan lima sistem akupuntur berbasis TCM (traditional chinesse medicine). Dengan menggunakan pemahaman sistem chakra, seorang tenaga kesehatan dapat melihat integrasi sistem organ manusia, sistem kelenjar, dan atribut kepribadian tertentu (positif maupun negatif), dan pemetaan titik-titik akupuntur yang terasosiasi dengan “chakra”.[3]

Ilmuwan lain seperti misalnya Dr. Konstantin Korotkov juga mengembangkan teknologi yang disebut dengan Gas Discharge Visualization (GDV). Teknologi ini merupakan versi lanjutan dari kamera aura Kirlian yang telah melahirkan banyak jurnal dan belasan paten. Melalui analisa berbasis GDV, dapat dilihat bagaimana pola aura yang dibentuk pada pasien diabetes.[4]

Terlihat bahwa pengembangan teknik dan teknologi yang diinspirasi dari teori Chakra ini sudah hampir merambah ke banyak bidang tidak hanya kesehatan. Ini menunjukkan adanya potensi besar apabila mampu disikapi dengan benar.

(bersambung)


Referensi:
[1]. The Scientific Basis of Integrative Medicine. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1142191/)

[2]. Energy Medicine: Current Status and Future Perspectives. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6396053/)

[3]. The Geometry of Emotions: Using Chakra Acupuncture and 5-Phase Theory to Describe Personality Archetypes for Clinical Use. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6106753/)

[4]. GAS DISCHARGE VISUALIZATION CHARACTERISTICS OF AN INDIAN DIABETES POPULATION. Bhawna Sharma, et all (https://www.researchgate.net/profile/Bhawna_Sharma/publication/259463803_Gas_Discharge_Visualization_characteristics_of_an_Indian_Diabetes_population/links/53ef9ab30cf2711e0c42f574.pdf)

[5]. Shata Chakra Nirupanam. Sanskrit Text with Hindi Translation. (https://www.exoticindiaart.com/book/details/shata-chakra-nirupanam-MZB271/)

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →