Sekilas Napas Ritme dan Chakra

SEKILAS NAPAS RITME DAN CHAKRA

Oleh: Mas Gunggung

Ketika memutuskan menggunakan aplikasi, maka saya perlu tahu bagaimana pembuat aplikasi itu membangun kerangka logika aplikasinya. Dasar teorinya bagaimana, aspek sainsnya seperti apa, adakah tulisan-tulisan jurnal yang pernah dibuat oleh mereka yang ada dibelakang pembuat aplikasinya. Dengan mengetahui semua itu, maka saya jadi bisa menilai secara obyektif aplikasi ini dibangun dengan dasar teori yang benar atau tidak.

Maka dari itu, aplikasi yang saya pilih untuk latihan yang menggunakan alat adalah yang memang ada dasar yang kuat untuk dipilih.

Misalnya, aplikasi “Elite HRV” yang saya rekomendasikan dan jadi aplikasi wajib mereka yang belajar napas ritme dengan alat ukur HRV. Juga seperti Kubios HRV yang juga jadi standar wajib bagi mereka yang ingin melakukan analisis data HRV secara lebih mendalam. Kubios HRV dipakai lebih dari 1000 jurnal internasional sebagai salah satu aplikasi pengolah data HRV. Termasuk ketika menggunakan Muse sebagai Portable EEG (alat ukur gelombang otak) dimana Muse dipakai lebih dari 100 jurnal.

Dengan penilaian seperti ini maka aplikasi punya bobot yang tinggi karena ada dasar rujukan jurnalnya.

Demikian juga dengan aplikasi pengukur Chakra yang kemudian saya putuskan untuk gunakan. Saya mesti bedah terlebih dahulu bagaimana landasan logika pengukurannya hingga bisa menampilkan hasil seperti itu.

Qodarullah, apa yang dijelaskan oleh ilmuwan dibalik pembuat software ini benar-benar klop dengan teori napas ritme. Nyaris klop 100%!

Visualisasi yang ditampilkan oleh aplikasi ini bersesuaian dengan teori napas Ritme. Sehingga saya jadi mudah untuk memahami semua dokumentasi dan manual dari aplikasinya.

Tentu saja, penerapannya adalah untuk kesehatan dan bukan kanuragan. Bagaimana chakra bisa distimulasi sedemikian rupa dengan frekwensi-frekwensi. Bisa menstimulasi spesifik dan atau sebagai satu rangkaian aktivitas Chakra.

Saya akan berikan tiga contoh screenshot dibawah ini yang merupakan tiga jenis latihan Napas Ritme yang berbeda. Perhatikan range waktu yang ada pada aplikasi.

Gambar 1, melakukan latihan dengan frekwensi tertentu yang menstimulasi chakra tertentu. Bisa dilihat bulatan warna Kuning menjadi sangat dominan dibandingkan yang lain. Dan berhenti, tidak naik.

Sedangkan pada Gambar 2, bisa dilihat bagaimana latihan dengan ritme napas tertentu membuat jalur Chakra menjadi aktif dan terangkai satu sama lain yang mulanya tidak terangkai (gambar paling kiri). Berturut-turut kemudian frekwensi chakra menjadi aktif hingga terus naik ke atas.

Gambar 3 sedikit berbeda, ritme yang yang dibentuk terlihat mengaktifkan dari mulai Chakra dasar hingga berhenti sampai 4 bulatan saja. Tidak lebih. Dan saling tersambung. Perhatikan juga range waktunya.

Dari perubahan-perubahan ini nanti bisa dilakukan analisa karena ada data-data pendukung mengenai itu. Ada cara bacanya.

Menarik bukan?

Sampai jumpa di Jogja bulan Desember mendatang untuk pembahasan detail mengenai ini.

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →