Normalisasi Diabetes menggunakan Metode Napas Ritme

NORMALISASI DIABETES MENGGUNAKAN METODE NAPAS RITME

Peserta ini menderita Diabetes dengan kadar gula sewaktu diatas 300 mg/dL. Kemudian memutuskan untuk mengambil kelas Normalisasi Diabetes selama 12x pertemuan.

Pengukuran HbA1C awal adalah 9.6%. Angka ini menunjukkan kondisi diabetes. Aktivitas harian peserta sangat mobile dalam arti sering keluar kota naik pesawat. Artinya resiko COVID-19 mengintai dengan sangat tinggi. Jika tidak segera diturunkan resiko komorbidnya maka kecendrungan tubuh kena COVID akan sangat besar.

Diabetes adalah yang paling besar untuk terkena dan pemberatan COVID-19. Jadi, jangan diremehkan.Intervensi olah napas kemudian dilakukan yang mengarah spesifik pada penurunan HbA1C. Alhamdulilah setelah berlatih rutin terlihat penurunan yang signifikan dari 9.6% menjadi 7.3%. Glukosa Sewaktu awal yang diatas 300 mg/dL saat ini sudah pada 130-an.

Resiko diabetes menurun drastis. Berat badan juga turun 5 kg alamiah. Sensitivitas terhadap makanan juga mulai normal dalam arti tidak mudah “gelap mata” ketika ketemu makanan yang enak. Sudah biasa saja.

Kok bisa?

Karena pada diabetes tipe II, selain Insulin resistance juga Leptin resistance. Maka ketika Insulin berhasil diperbaiki otomatis sensor kenyang kembali normal. Siapa yang melaporkan kenyang dibadan? Yakni Leptin. Maka, merasa kenyang sesungguhnya adalah anugrah.

Ayo, perbaiki resiko komorbid Anda terutama diabetes. Jangan diremehkan.

Jagalah selalu kesehatan Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →