Event Luar Kota di Era Pandemi

Tanggal 12 September lalu berangkat ke Pontianak untuk suatu kegiatan selama tiga hari. Seperti biasa, hari Sabtu dan Minggu mengisi pelatihan olah napas. Dan hari Senin jumpa bincang-bincang dengan sahabat disana untuk memulai program perbaikan Normalisasi Diabetes.

Sebelum berangkat, semua parameter kimiawi darah saya cek. Tentunya setelah rapid test dinyatakan Non Reaktif.

Berikut ini yang saya lakukan sebelum berangkat (ini bukan hal standard, melainkan sesuatu yang saya yakini) sebagai berikut:

1. Memastikan Glukosa Puasa pada titik terendah tanpa gejala. Glukosa tinggi akan meningkatkan resiko inflamasi. Glukosa rendah, sebaliknya. Juga memastikan HbA1C saya berada pada batas normal dibawah 6%.

2. Memastikan bahwa HRV saya berada pada batas optimal dengan kemampuan parasimpatik yang reaktif dan responsif.

3. Memastikan gelombang otak pada sadar Alpha dan mampu switch ke sadar Delta jika dibutuhkan. Kondisi sadar Alpha artinya otak sedang berada pada mode tenang. Kondisi sadar Delta artinya otak sedang masuk pada mode “mewujudkan mimpi”. Dan ini mudah dilakukan dengan metode Napas Ritme MG.

4. Memastikan tekanan darah berada pada batas aman.

5. Memastikan SpO2 dan BPM berada pada wilayah normal dan optimal.

6. Memastikan sedang dalam kondisi Intermittent Fasting minimal 18 jam sejak hari sebelumnya.

7. Memastikan temperatur tubuh berada pada angka normal.

8. Memastikan menggunakan masker dengan tingkat filtrasi tinggi.

9. Memastikan 3M dijalankan yakni Menjaga Jarak, Memakai Masker, dan Mencuci Tangan dengan Sabun.

10. Sesampainya di hotel, latihanlah protokol olah napas yang diyakini. Ukur ulang semua parameternya. Pastikan aman. Intervensi segera dengan olah napas jika ada anomali. Latihan dilakukan harian sehari 2x.

11. Membawa dan mengkonsumsi vitamin A, D3, K2, C, E secara wajar. Pahami pengetahuan vitamin ini dan korelasinya dengan metabolisme serta olah napas.

Ribet?

Ya begitulah. Hahaha…

Tapi ini demi keamanan saya dan orang-orang yang saya temui. Saling merasa aman karena tahu yang datang berasal dari zona merah, dan paham protokol kesehatan. Maka pastikan semua parameternya berada pada wilayah normal dan ditunjukkan ke client.

Apakah rapid atau swab saja tidak cukup? Dalam pandangan saya, jika Anda sebagai pelatih yang mesti bertemu orang banyak di era pandemi ini maka itu tidaklah cukup. Anda harus bisa buktikan bahwa badan Anda tidak punya resiko Sindrome Metabolik yang tinggi. Client Anda harus tahu data Anda.

Ini akan memperkuat level kepercayaan client.

Itu kalau serius ingin dibuat profesional. Kalau ngga, ya tidak perlu seribet itu. Tapi resiko ya tanggung sendiri.

Bagaimana saat pulangnya? Kurang lebih sama. Pastikan juga 7-14 hari setelahnya semua parameter normal. Test ulang sekali lagi.

Insya Allah bulan depan kesana lagi.

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →