COVID-19 SURVIVOR (20)

COVID-19 SURVIVOR (20)

Beliau adalah seorang dokter gigi. Praktek bersama tiga orang asistennya. Bertemu dengan pasien-pasien yang sama. Dengan resiko tertular COVID-19 yang sama.

Kemudian diwajibkan swab untuk semua nakes yang bertugas di instansinya. Tanpa kecuali.

Tiga orang asistennya dilakukan swab dan semua positif COVID-19. Semuanya harus isolasi mandiri.

Menariknya, ketika dilakukan swab, khusus untuk bu dokter ini hasilnya Negatif COVID-19. Padahal seluruh asistennya positif.

Sekedar informasi, Bu dokter ini sudah latihan di kelas Zoom sejak Februari lalu. Tepatnya saat pandemi COVID-19 merebak. Dan masih ikut kelas Zoom hingga saat ini.
Beliau senang bercampur kaget. Senang karena ternyata hasilnya negatif dan kaget karena diantara semua yang diswab di ruangannya, hanya beliau saja yang negatif.

Alhamdulilah.

Teman-teman sejawat beliau juga heran. Rahasianya apa? Dijawab, latihan olah napas dan vitamin yang ‘tepat’.

‘Tepat’ itu seperti apa pemahamannya? Yakni yang mendukung olah napasnya. Ini bahasan yang lain lagi. Sederhananya begini, kalau pada olah napas yang dilakukan terbukti membuka gerbang ion tertentu misalnya, maka tambahkan konsentrasi ion itu untuk mendukung proses metabolisme olah napasnya. Atau yang membuat gerbang ini menjadi mudah untuk terbuka.

Darimana kita tahu itu ‘terbukti’? Yakni dari data jurnal.

Contoh, molekul tertentu yang bermuatan kalau ingin masuk sel maka ia perlu membuka gerbang/channel ionik (istilahnya Ionophore). Maka, pada kondisi ini diperlukan asupan Zinc dalam jumlah tertentu. Ketika Zinc cukup, maka molekul ini dapat leluasa masuk.

Itu contoh sederhananya.

Ini ranah menarik untuk penelitian sebenarnya. Yakni hubungan antara olah napas dan ramuan tradisional yang dilihat dari nutrisi dan sifat molekul yang dikonsumsinya.
Tentu saja tidak mungkin saya menyarankan beliau minum ramuan tradisional. Cukup dipahami molekul apa yang ada dalam ramuan itu. Ingat, semua yang kita makan hanya akan diambil nutrisinya saja oleh tubuh. Tidak peduli dari apapun sumbernya dan rasanya. Kemudian kita mesti mersudi mencari tahu korelasinya dengan olah napas. Dari situ kita akan bisa melakukan “boosting” pada metode olah napasnya.

Menarik, bukan?

Jika tidak ada halangan, teman-teman dokter yang lain akan diperkenalkan dan belajar metode olah napas. Semoga dimudahkan dan menjadi kontribusi bagi teman nakes di RS tersebut. Insya Allah.

Nakes merupakan profesi yang paling rentan saat ini. Barangkali sedikit kontribusi ini dapat membantu.

Jagalah selalu kesehatan Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →