COVID-19 SURVIVOR (19)

COVID-19 SURVIVOR (19)

Pasien awalnya liburan keluar kota bertemu dengan banyak orang. Awalnya tidak ada gejala apa-apa. Namun beberapa hari kemudian badan merasa demam, batuk ringan. Diobati pakai obat standar tidak ada perubahan dan makin memburuk.

Napas makin sesak, dada mulai sakit. Akhirnya terpaksa dirujuk ke puskesmas untuk pemeriksaan karena gejala makin berat dan makin tidak nyaman.
Hasil test swab PCR tanggal 30 September 2020 pasien positif COVID-19 dengan gejala menengah.

Shock? Tentu saja.

Istri pasien ini sedang hamil dan anak-anaknya masih kecil-kecil. Jadi, kalau tidak cepat penanganannya maka bisa masuk ke status gawat darurat akibat memburuknya kondisi hanya dalam hitungan hari. Bahkan bisa meninggal. Ini kondisi serius.
Adik pasien kebetulan cukup lama belajar olah napas metode WB dan segera mengajari olah napas sembari membantu melengkapi vitamin yang dibutuhkan.

Hasilnya? Tanggal 10 Oktober 2020 pasien dinyatakan Negatif via swab PCR dan semua gejala menghilang total. Observasi tiga hari hingga tanggal 12 Oktober sudah tidak ada gejala sama sekali dan pasien dinyatakan sembuh. Alhamdulilah.

Tetaplah waspada. Patuhi Protokol Kesehatan 3M (menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun). Jika kecukupan vitamin dirasa memberatkan, maka bisa pakai olah napas yang dilakukan secara logis. Kalaupun pakai herbal, maka pakai yang sudah ada jurnalnya yang memang meneliti COVID-19.

Jagalah selalu kesehatan Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →