COVID-19 SURVIVOR (17)

COVID-19 SURVIVOR (17)

Pasien adalah kakak dari salah satu peserta yang pernah belajar kepada saya lewat jalur peserta WB.

Divonis positif COVID-19 tanggal 12 September 2020 dengan gejala ringan. Pasien harus menjalani isolasi di hotel Yasmin Tangerang selama 10 hari.

Olah napas dilatih bersamaan dengan protokol kesehatan medis. Alhamdulilah tanggal 23 September 2020 diperbolehkan pulang karena seluruh gejala tidak ada lagi.
Namum saya minta pasien tetap harus berlatih secara rutin minimal 14 hari ke depan. Jangan disepelekan apalagi pada mereka yang memiliki resiko komorbid.

Anda yang misalnya tahu punya resiko Komorbid (diabetes, stroke, koroner, masalah paru-paru, kanker, Hipertensi) kemudian keluar rumah dengan “petantang-petenteng” seolah tidak ada masalah dan mengabaikan 3M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun) maka sesungguhnya Anda sedang melakukan hal konyol.

Segeralah pahami dan perbaiki Sindrome Metabolik semaksimal mungkin. Sudah nyata bahwa COVID-19 menjadi lebih parah akibat adanya resiko komorbid.

Maka, pelajarilah olah napas dengan rasional. Pahami setiap perubahannya pada metabolisme dengan baik. Ketahui mana yang dapat meningkatkan atau menurunkan imunitas. Milikilah Oxymeter, alat kecil yang di era pandemi ini wajib Anda miliki.

Jagalah selalu kesehatan Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →