Berhemat pada Napas

BERHEMATLAH PADA NAPAS ANDA

Oleh: Mas Gunggung

Mungkin istilah ini sangat tidak familiar. Namun begitulah saya memahaminya. Pemahaman ini sudah sejak lama dirumuskan namun baru dibuatkan kelasnya pada tahun 2020 yang disebut dengan Kelas Meditasi. Saya mesti menunggu dulu kurang lebih sepuluh tahunan sebelum kemudian konsep ini dituangkan lewat tulisan dan diajarkan kepada masyarakat umum melalui kelas Meditasi.

Pemahaman ini didasarkan juga pada Napas Ritme, yakni istilah yang merupakan hasil mersudi MG. Napas Ritme didasarkan pada perubahan Laju Pernapasan (respiration rate) yang menghasilkan frekwensi tertentu. Frekwensi yang dihasilkan ini kemudian akan menggetarkan obyek yang memancarkan frekwensi sejenis. Resonansilah pada akhirnya. Mengetahui frekwensi apa yang mampu dihasilkan melalui olah napas akan membantu dalam menstimulasi area-area tertentu pada tubuh dari yang besar maupun kecil. Dengan relatif mudah. Bisa diukur. Bisa dihitung. Dan dapat menggunakan alat standar medis.

Secara umum, laju pernapasan manusia antara 10-20 per menit dan disepakati pada 15 kali per menit. Maka, apabila Anda bernapas normal selama 1 jam (60 menit) akan menghasilkan total sebanyak 60 x 15 = 900 kali. Semakin cepat Anda bernapas, misalnya saat sakit, yang berada pada 30x per menit itu artinya Anda bernapas 30 x 60 = 1800 kali. Nyaris dua kali lipat dibandingkan normalnya Anda bernapas. Semakin berat sakitnya, maka napasnya semakin cepat hingga dapat mencapai 40-50x semenit. Pada kondisi ini maka Anda dikatakan ‘boros’ napas.

Saya berikan analogi sederhana yakni mobil baru dari pabrik dengan standar masuk bengkel ketika berada pada 50.000 km atau enam bulan mana yang tercapai lebih dulu. Apabila Anda gunakan mobil itu dengan ‘boros’ setiap hari misalnya dipakai melewati jalur jalanan yang tidak efektif dan efisien atau cara pakai gas yang tidak bagus maka dipastikan mobil akan lebih cepat masuk bengkel. Apalagi jika Anda tidak peduli dengan kondisi mobil. Pokoknya ini ‘mobil saya’ dan saya pakai sesukanya. Jika semestinya 50.000 km itu dicapai dalam waktu 6 bulan maka pada pemakaian boros akan dicapai mungkin dalam waktu 2-3 bulan saja.

Semakin ‘boros’ dan ‘jorok’ Anda menggunakan mobil maka semakin cepat ia masuk bengkel. Semakin Anda tidak peduli pada berbagai alarm yang ada dalam sistem mobil itu maka Anda semakin membawa mobil itu dalam kondisi yang membahayakan. Misalnya, ada alarm mengenai oli yang berbunyi dan menyala namun Anda abai dan ‘masa bodo’. Dipastikan lama kelamaan mobil akan semakin cepat rusak bahkan bisa turun mesin.

Secara umum, gambaran tubuh juga demikian. Termasuk gambaran mengenai laju pernapasan diatas.

Pada kelas Meditasi, saya mengajarkan peserta untuk bernapas lebih lambat dan semakin lambat dari biasanya. Ritme dasar meditasi yang saya ajarkan adalah mulai dari 5:5, 10:10, 15:15, hingga 30:30. Pada pengaturan ritme ini maka saya ‘memaksa’ peserta untuk belajar ‘menghemat’ napasnya dalam satu jam latihan. Karena penghematan napas ini memiliki dampak dan manfaat yang sangat luar biasa secara metabolisme.

Saya berikan contoh ilustrasi perhitungan sebagai berikut:

  1. Ritme Normal = 15x per menit. Dalam 1 jam terjadi 15 x 60 = 900x napas.
  2. Ritme 5:5 = 6x per menit. Dalam 1 jam terjadi 6 x 60 = 360x napas.
  3. Ritme 10:10 = 3x per menit. Dalam 1 jam terjadi 3 x 60 = 180x napas.
  4. Ritme 15:15 = 2x per menit. Dalam 1 jam terjadi 2 x 60 = 120x napas.
  5. Ritme 30:30 = 1x per menit. Dalam 1 jam terjadi 1 x 60 = 60x napas.

Artinya, jika Anda bernapas normal dalam 1 jam itu totalnya 900x. Pada mereka yang berlatih, misalnya Ritme 10:10, selama satu jam saja artinya Anda sudah berhemat 900-180 = 720 napas. Semakin lambat Anda bernapas maka semakin ‘hemat’ napas Anda dan semakin sedikit menggunakan energi tubuh.

Berdasarkan hitungan diatas maka kita bisa melihat seberapa besar prosentase penghematannya dalam 1 jam latihan untuk satu jenis ritme sebagai berikut:

  • Ritme 5:5, menghemat 60% napas
  • Ritme 10:10, menghemat 80% napas
  • Ritme 15:15, menghemat 87% napas
  • Ritme 30:30, menghemat 93% napas

Dalam sehari terdapat kurang lebih 1440 menit. Maka, normalnya Anda bernapas dalam sehari adalah 15 x 1440 = 21.600 napas. Jika dalam sehari Anda berlatih satu jam saja metode meditasi Napas Ritme, misalnya menggunakan Ritme 10:10, maka artinya ada ‘penghematan napas’ dalam sehari sebanyak 3×60 = 180 napas. Atau 5400 napas dalam sebulan. Atau 65.700 napas dalam setahun.

Secara umum, jika diasumsikan konstan, manusia normal bernapas dalam setahun adalah 15 x 525600 = 7.884.000 atau nyaris delapan juta kali setahun. Untuk latihan satu jam saja meditasi napas ritme pada satu teknik misalnya ritme 10:10 yang dilakukan konsisten setiap harinya maka akan terjadi penghematan napas sebanyak 65.700 napas dalam setahun. Jika Anda dalam sehari mengkombinasikan berbagai ritme diatas pada aktivitas keseharian maka Anda akan mendapatkan penghematan napas yang lebih besar lagi.

Dan ini penghematan dalam jumlah yang besar loh. πŸ™‚

Tentu saja penjelasan diatas hanya dilihat dari sisi hitungan penghematan jumlah napas dan belum melihat dari sisi perubahan metabolisme seperti Oxygen Consumption (OC), minute ventilation, SpO2, BPM, VO Max, pH, hormonal, tekanan darah, gelombang otak, dan banyak lagi. Perubahan apa saja dan frekwensi apa yang dibentuk dari ritme-ritme napas lambat akan mempengaruhi apa pada tubuh dapat dipetakan sedemikian rupa.

Konsep meditasi Napas Ritme ini sangatlah mudah. Anda tidak perlu pusing dengan segala yang berhubungan dengan tataran ‘hakekat’ seperti misalnya ‘penyatuan dengan alam’. Cukup belajar untuk melambatkan napas Anda saja sesuai panduan detik yang diberikan maka Anda dapat manfaat pada metabolisme secara progresif.

Tentu saja pemahaman diatas hanyalah materi dasar. Meski demikian jika itu dilakukan sudah cukup untuk membantu melakukan recovery pada banyak masalah kesehatan. Adapun pendalaman frekwensi pada napas lambat diberikan di Kelas Meditasi.

Metode ini tidak untuk menjadikan Anda seorang ‘sufi’ tingkat dewa yang penuh dengan ‘kebijaksanaan’ padahal sejatinya Anda tidak cukup bijaksana untuk memperlakukan diri Anda dari sisi metabolisme. Jika ada kerusakan pada metabolisme yang nyata-nyata Anda ketahui namun Anda diam saja, maka artinya Anda tidak cukup bijaksana pada diri sendiri. Lakukan perbaikan segera.

Jagalah selalu kesehatan Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →