Biofeedback – bagian 2

BIOFEEDBACK
(Bagian ke-2)

Oleh: Mas Gunggung
(Instruktur Olah Napas Kebugaran TNI Angkatan Laut)


Seri tulisan mengenai Biofeedback akan dibagi menjadi beberapa bagian. Pada bagian pertama yang lalu saya menulis mengenai berbagai potensi Biofeedback secara umum yang dapat dilakukan oleh tubuh manusia. Anda dapat membaca tulisan itu disini:

https://www.facebook.com/groups/KebugaranMP/permalink/3686031041438504/

Tulisan kali ini saya akan tulis mengenai Sistem Pertahanan dan Sistem Kekebalan.

Dalam tubuh manusia terdapat sesuatu yang disebut dengan Sistem Pertahanan (Defence System) dan Sistem Kekebalan (Immune System). Sistem Kekebalan adalah bagian dari Sistem Pertahanan.

Berdasarkan cara kerjanya, Sistem Pertahanan terdiri dari 2 (dua) hal:

  1. Sistem Pertahanan Pasif (innate, bawaan)
  2. Sistem Pertahanan Aktif (adaptive)

Sistem Pertahanan Pasif merupakan lini pertama, garis depan, ujung tombak, yang akan “memagari” tubuh kita dari serangan kuman berbahaya atau mengusirnya “secara halus”. Contoh dari Sistem Pertahanan Pasif adalah sebagai berikut:

  • Mantel Asam, yakni campuran antara cairan yang dihasilkan oleh kelenjar Sebaceous (minyak) dan kelenjar keringat, asam laktat dan asam lemak. Mantel ini terdapat diseluruh permukaan kulit kita yang utuh yang tidak tergores, tidak ada luka. Mantel asam ini akan membuat bakteri dan virus yang selalu ada di sekitar tubuh kita dan tidak dapat menembus masuk ke dalam kulit. pH Mantal Asam ini berkisar antara 5.5.[4]
  • Bulu-bulu hidung, yang akan menjerat kotoran yang ada di dalam udara yang kita hirup.
  • Lendir encer di hidung dan mulut, yang akan membuat bakteri, virus dan pencemar udara/makanan sulit melanjutkan perjalanan mereka masuk ke dalam tubuh. Lendir akan mengental jika bakteri atau virusnya masuk kategori bandel, yang tidak bisa dibuat “terpeleset” oleh lendir yang encer. Lendir kental akan menjerat “mereka”.[5]

Sistem Pertahanan Pasif ini ibarat pagar atau alarm yang Anda pasang di rumah. Atau mirip dengan tentara yang membangun patroli di perairan dan perbatasan, untuk mencegah warga negara/tentara asing masuk wilayah NKRI tanpa izin.

Sistem Pertahanan Aktif, merupakan sistem pertahanan yang berpatroli ke seluruh tubuh selama 24 jam nonstop. Berbeda halnya dengan Sistem Pertahanan Pasif, yang cenderung hanya “diam di tempat”. Jika Sistem Pertahanan Aktif ini bertemu mikroorganisme atau zat berbahaya di dalam tubuh mereka akan menghancurkannya sampai lumat.

“Patroli” ini dilakukan oleh “petugas” berikut secara bertahap:

A. Sel-sel Darah Putih (Leukosit)

Leukosit ini ada beberapa jenis, masing-masing mempunyai peran tersendiri. Dikenal sebagai Sistem Pertahanan lini kedua, setelah Sistem Pertahanan Pasif. Yang berperan disini[2]:

  • Neutrofil: membunuh segala jenis kuman: bakteri, jamur, virus atau parasit lain, dengan cara “memakan dan menghancurkannya”. Dikenal dengan istilah Fagositosis.
  • Monosit: membunuh kuman-kuman bandel yang tidak bisa dibunuh oleh Neutrofil.
  • Eosinofil: membunuh parasit, misal: cacing, toxoplasma dan plasmodium penyebab malaria.
  • Basofil: menangani alergen, yaitu zat penyebab alergi.
  • Natural Killer Cells (NK-Cells): yang dihasilkan oleh sel-sel T limfosit. Berfungsi menghancurkan sel-sel yang terinfeksi virus atau sel-sel kanker, dengan cara menghasilkan zat kimia khusus, misal: IFN (interferon) gamma dan TNF (Tumor Necrosis Factor) alpha.

“Lokasi pembunuhan” bakteri oleh sel-sel darah putih (“The Killing Fields”) berada pada Kelenjar Getah Bening (lymph nodes). Lokasi yang populer adalah di belakang telinga, di ketiak atau selangkangan.[3]

B. Antibodi (Immunoglobulin, Gammaglobulin)

Dihasilkan oleh sel-sel B limfosit, salah satu jenis sel darah putih. Antibodi adalah protein yang dihasilkan oleh sel-sel darah putih, yang hanya akan melawan antigen (bakteri, virus, toksin) yang spesifik, sangat jahat, dan tidak bisa ditaklukkan oleh berbagai jenis sel darah putih di atas. Karena sangat spesifik dan bersifat “fighting one-on-one” (perlawanan satu lawan satu).[6]

Termasuk di dalamnya bagian dari sel T seperti CD4+ dan CD8+.[10]

Antibodi dikenal sebagai Sistem Pertahanan Lini Ketiga.

Jika Antibodi berhasil melumpuhkan musuhnya seperti bakteri atau virus, muncullah apa yang dikenal sebagai kekebalan (imunitas). Antibodi itu baru akan dibentuk kalau SUDAH TERJADI INFEKSI, atau setelah vaksinasi. Kekebalan ini bisa bertahan dalam hitungan hari, bulan, tahun atau bahkan seumur hidup. Tergantung jenis bakteri atau virusnya.

Lini Ketiga inilah yang ditiru oleh program vaksinasi atau imunisasi. Sebelum kuman sebenarnya datang menyerang tubuh bayi dan anak-anak, mereka diperkenalkan lebih dulu dengan kuman yang sudah dilemahkan, atau dimatikan, tapi masih dapat merangsang terbentuknya antibodi. Supaya jika kelak kuman hidup yang sebenarnya datang menyerang, tubuh bayi dan anak-anak itu telah memiliki “tentara pelindung”.

Kekacuan pada Sistem Kekebalan dapat menghasilkan masalah Autoimun, Inflamasi, dan Kanker.[7]. Beberapa masalah Autoimun diantaranya Hashimoto’s thyroiditis, Rheumatoid Arthritis, Diabetes Mellitus Type 1, dan Lupus.[8]

Sistem Kekebalan akan melindungi dengan perlindungan berlapis yang semakin dalam semakin tinggi kekhususannya terhadap jenis infeksi. Demam adalah salah satu respon terhadap Sistem Kekebalan.[9]

Sistem pertahanan yang efektif membuat Anda hanya sesekali jatuh sakit dalam setahun. Coba hitung, dalam setahun yang 365 hari itu, berapa hari Anda pernah terkapar tidak berdaya? Atau sekedar “tidak enak badan”, sehingga tidak bisa bekerja dengan baik? Itulah bukti bahwa Sistem Pertahanan Tubuh Anda telah bekerja dengan baik. Tubuh Anda memenangkan sebagian besar pertempurannya dengan “para penjahat” yakni bakteri dan virus.

Apa dan bagaimana karakteristik virus yang berpengaruh terhadap berbagai parameter Biofeedback? Nantikan pada tulisan berikutnya.

(Bersambung)

Referensi:
[1]. Karimah Muhammad. Clinical Pharmacist. CPE Alumni ITB
[2]. White blood cell. Wikipedia. (https://en.wikipedia.org/wiki/White_blood_cell)
[3]. Lymph node. Wikipedia. (https://en.wikipedia.org/wiki/Lymph_node)
[4]. Acid mantle. Wikipedia. (https://en.wikipedia.org/wiki/Acid_mantle)
[5]. Mucus. Wikipedia. (https://en.wikipedia.org/wiki/Mucus)
[6]. Antibody. Wikipedia. (https://en.wikipedia.org/wiki/Antibody)
[7]. Chronic immune activation and inflammation as the cause of malignancy. K.J. O’Byrne and A G Dalgleish. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2364095/)
[8]. Immune system. Wikipedia. (https://en.wikipedia.org/wiki/Immune_system)
[9]. Immune system explained. VIC. (https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/immune-system)
[10]. Tailoring inorganic nanoadjuvants towards next-generation vaccines. Xia Li,
Wang Xiupeng, Atsuo Ito. (https://www.researchgate.net/publication/325820677_Tailoring_inorganic_nanoadjuvants_towards_next-generation_vaccines)

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →