Melihat Tanpa Mata

MELIHAT TANPA MATA

Oleh: Mas Gunggung
(Instruktur Olah Napas Kebugaran TNI AL)


Tidak banyak buku yang membahas mengenai “Melihat tanpa Mata”. Apalagi yang dijual di Amazon. Meski demikian, ada sebuah buku yang menarik yang ditulis oleh Dr. Ulrich Warnke dengan judul “Quantenphilosophie und Interwelt: Der Zugang zur verborgenen Essenz des menschlichen Wesens”.

Judul buku itu kalau diterjemahkan menjadi “Filsafat Kuantum dan Antar Dunia: Akses ke Esensi Tersembunyi Manusia”.

Dalam buku tersebut ada bab khusus yang membahas mengenai “Seeing without Eyes”.

Menarik bukan?

Dr. Ulrich Warnke menulis pada bab tersebut dengan menjelaskan mengenai Louis Henri Farigoule yang memediasi antara orang normal dan orang tunanetra untuk dapat “melihat tanpa mata” pada tahun 1919. Pada tahun 1927 ia menerima penghargaan di sebuah kongres mata di Edinburgh Skotlandia. Louis Henri Farigoule kemudian menjadi terkenal sebagai novelis Jules Romains.

Mari kita lihat beberapa cuplikan tulisan pada buku Dr. Ulrich Warnke.

Pada halaman 128, baris kelima, dikatakan sebagai berikut:

“…
It is hard to believe, but there is vision even without eye reception. This phenomenon has been known for a long time. As one of the first it was explored by Louis Farigoule, who later became known under the pseudonym Jules Romains as a writer. He was a professor of philosophy and had already obtained several diplomas at the Ècole normale supèrieure in Paris, among other things in the field of biology. In 1919 he published a writing (La Vision extra-rétinienne et le sens paroptique), which was launched in 1921 a second time. In it he described in detail that people can see without eyes. During an international eye congress in Edinburgh in 1927, the work of Farigoule was honored with an award and a detailed report …”

(“…
Sungguh tidak dapat dipercaya, namun sungguh ada suatu kemampuan melihat tanpa bantuan mata. Fenomena ini sudah cukup dikenal sejak lama. Salah satunya yang pertama kali dieksplorasi oleh Louis Farigoule, yang kemudian menjadi penulis novel Jules Romains. Ia adalah profesor filosofi dan memiliki sejumlah gelar diploma dari Ècole normale supèrieure di Paris, beberapa diantaranya dalam ranah biologi. Pada tahun 1919 ia mempublikasikan sebuah tulisan (La Vision extra-rétinienne et le sens paroptique) yang kemudian dipublikasikan ulang kedua kalinya pada tahun 1921. Pada tulisan tersebut ia menggambarkan secara detail bahwa manusia ternyata dapat melihat tanpa mata. Pada tahun 1927, saat kongres mata internasional di Edinburgh, hasil karya Farigoule diganjar dengan award kehormatan dan sebuah laporan detail
…”)

Pada halaman 128 baris 33 tertulis:

“…
Then he (Louis Henri Farigoule) trained blind children and had his entire results certified by a specialist commission in the Cochin hospital. The experts of the commission then conducted own tests and could attest the authenticity of the phenomenon …”

(…
Kemudian dia (Louis Henri Farigoule) melatih anak-anak tunanetra dan seluruh hasilnya disertifikasi oleh komisi spesialis di rumah sakit Cochin. Para ahli komisi kemudian melakukan tes sendiri dan bisa membuktikan keaslian fenomena tersebut…”)

Pada halaman 129 baris 6 tertulis:

“… Actually, one would expect that this strange phenomenon was promptly picked up by the science to find the mechanism, but the opposite was the case, no one researched …”

(… Sebenarnya, orang akan menduga bahwa fenomena aneh ini segera diambil oleh sains untuk menemukan mekanismenya, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya, tidak ada yang meneliti…”)

Pada halaman 132 baris 6 tertulis:

“… We all have the facilities to do so, but in the rarest cases we encourage and develop them… “

(… Kami punya semua fasilitas untuk melakukan itu, namun pada kasus yang paling jarang ada maka kami mengembangkan sendiri (metodenya)…”)

Dr. Ulrich Warnke juga mendata lebih banyak contoh orang-orang yang mampu melihat tanpa mata pada bukunya. Orang-orang yang belajar dan mendokumentasikan kemampuan ini selama satu abad terakhir.

Jadi, pada buku itu tidak hanya menginformasikan orang-orang yang punya kemampuan “melihat tanpa mata” juga termasuk beberapa dokumentasi mereka yang belajar, termasuk teknik-teknik “melihat tanpa mata” juga dibahas disana. Tentunya berdasarkan dokumentasi yang dia lakukan dan ketahui berdasarkan subyek yang mampu “melihat tanpa mata”.

Melalui penjelasan pada buku itu, khususnya yang berhubungan dengan teknik dan metode latihan yang dapat menghasilkan kemampuan “melihat tanpa mata” dapat dijadikan semacam studi banding untuk memperjelas mengenai penjelasan konsep “melihat tanpa mata”.

Bagaimana konsep-konsep seperti biologi molekuler, fisika kuantum, syaraf otonom, gelombang otak, radiative transfer, skin receptor, pineal glands, dan teori lain dapat menjadi ‘penghubung’ atau benang merah tidak hanya untuk menjelaskan fenomena namun juga penghasil fenomena. Bagaimana Louis Henri Farigoule mampu membuat teknik pelatihan yang menduplikasi kemampuan “melihat tanpa mata” secara ajeg.

Makin menarik bukan? 🙂

Terdapat juga artikel yang dikeluarkan pada tanggal 3 November 1926 oleh majalah “The Mercury” dengan wartawan bernama Mrs. Leila Heyn. Leila Heyn ini terlahir buta, namun ia dapat melihat tanpa menggunakan matanya pada tahun 1926 selama 8 bulan pelatihan. Dia kemudian menuliskan pengalamannya setelah keberhasilannya “melihat tanpa mata”. Tulisannya dipublikasikan di buku yang berjudul “Une Éducation paroptique”.

Anda dapat mendengar bagaimana Dr. Warnke menjelaskan mengenai fenomena materi dan energi dengan ringan namun sangat berbobot pada dua video berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=lVhFhR_lSdw

Mudah-mudahan menambah pengetahuan dan semangat.

Salam hangat,
MG

Referensi:
[1]. St. Petersburg, Florida. The Evening Independent 12.10.1926. Seeing without eyes. (https://trove.nla.gov.au/newspaper/article/29464497)

[2]. National Library of Australia. The Mercury 3.11.1926. Sight without eyes. (https://news.google.com/newspapers?nid=950&dat=19261012&id=OMxPAAAAIBAJ&sjid=jlQDAAAAIBAJ&pg=3399,3804208&hl=de)

[3]. Quantenphilosophie und Interwelt: Der Zugang zur verborgenen Essenz des menschlichen Wesens. Ulrich Warnke. (https://www.amazon.de/Quantenphilosophie-Interwelt-Zugang-verborgenen-menschlichen/dp/3943416046)

[4]. Profile Dr. Ulrich Warnke. (https://scorpio-verlag.de/Autor/34/UlrichWarnke.html)

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →

One Comment on “Melihat Tanpa Mata”

Comments are closed.