Aritmia dan Jantung Koroner membaik Melalui Olah Napas

Beberapa hari lalu dihubungi seseorang dari Pontianak. Saya tanya tahu nomor saya dari siapa? Diberitahu dari temannya yang juga sama-sama sakit jantung namun sudah membaik. Saya sebut saja ‘pasien’.

Rupanya pasien ini juga ada masalah yang sama pada jantungnya. Saya tanya apakah ada hasil EKG nya atau hasil diagnosa dokternya? Kalau ada, tolong dikirimkan.

Kemudian diceritakan kalau dari hasil analisa EKG ini disimpulkan adanya masalah cukup serius pada jantung. Nampak adanya gejala Aritmia dan yang sudah mengarah pada kerusakan yang dapat berimbas pada serangan jantung mendadak. Dokternya meminta agar mengubah pola hidup atau minum obat seumur hidup.

Gejala subyektif yang dirasakan adalah kepala pusing, napas pendek sesak, kebas di banyak tempat dan durasi kebas awalnya pendek kemudian makin panjang, dan sering keluar keringat dingin. Bahkan pernah sampai kebas sekujur tubuh.

Pasien bertanya bagaimana temannya bisa membaik sampai sekarang dan terlihat enak dalam menjalani hidupnya. Padahal dia tahu kalau temannya juga sakitnya sama. Adakah resep khusus untuk itu?

Saya jawab teman mas itu latihan olah napas yang materinya dirancang untuk membantu memperbaiki aspek paliatif pada berbagai frekuensi syaraf otonom dan Neuro-hormonal.

Tekniknya disebut dengan “BreathCardial Synchronization” yakni pendekatan paliatif olah napas yang dapat menghasilkan frekwensi untuk menggetarkan wilayah syaraf otonom dan Neuro hormonal yang diinginkan.

Ditanya lagi, “bisa sembuh ngga mas?”

Jawab saya, “Allah yang menyembuhkan. Olah napas hanya ikhtiar. Maka dari itu saya sebut paliatif. Tidak berani saya sebut sebagai teknik penyembuhan.

Olah napas, mengkondisikan hukum alam yang satu untuk mengubah hukum alam yang lain di dalam tubuh kita. Ada dasar pengetahuan yang logis yang mesti dipelajari sebelum langsung ke tekniknya.

Barangkali berjodoh, mudah-mudahan bisa sebagai jalan menuju kesembuhan.”

Saat menelpon saya waktu itu juga diceritakan kalau badannya sudah mulai berasa kebas-kebas.

Singkat kata, pasien ini kemudian dipandu untuk belajar tekniknya dan dipraktekkan langsung malam itu juga. Kemudian saya berikan “resep olah napas” yang harus dilatih di jam-jam tertentu sesuai ritme Sirkadian. Hari ini ditelpon menginformasikan kalau kebas-kebas yang biasanya pagi hari selalu terjadi, sudah tidak ada lagi. Napas juga makin enteng.

Alhamdulillah.

Saya bilang, nanti berlatih bareng temannya saja. Kapan waktu saya ke Pontianak lagi baru nanti di update pengetahuannya.

Insya Allah 2020 ini akan dibuat workshop kecil untuk komunitas kecil penderita masalah jantung di Pontianak. Juga akan dihadiri beberapa dokter spesialis jantung.

Jagalah selalu kesehatan Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

Kalau sudah ada gejala-gejala seperti diatas, waspada saja. Kalau tidak punya pengetahuan untuk memperbaikinya segeralah mendatangi dokter atau rumah sakit. Jangan menunggu lama.

Jagalah juga pola hidup sehat kita masing-masing yang diyakini.

Mudah-mudahan menyemangati.

Salam hangat,
MG

Hasil setelah berlatih metode BreathCardial Synchronization dapat dilihat seperti percakapan berikut ini:

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →