Manusia dan Resonansi Frekwensi

Video TEDx dibawah ini berjudul “Shattering cancer with resonant frequencies” dibawakan oleh seorang profesor musik bernama Anthony Holland. Beliau seorang profesor musik yang kemudian terlibat ke dalam sebuah riset mengenai pengaruh frekwensi pada sel kanker.

Anthony Holland merupakan Director of Music Technology, Skidmore College. Beliau, bersama timnya, menemukan kemampuan dari sesuatu yang ia sebut dengan “Oscillating Pulsed Electric Fields” (OPEF) untuk menghancurkan sel kanker pada eksperimen laboratorium.

Saya sarankan Anda menonton dulu sampai selesai karena bahasa Inggris yang dibawakannya cukup sederhana dan mudah dimengerti dengan istilah-istilah yang tidak begitu banyak.

Setelah Anda menontonnya sampai selesai, baru kemudian membaca review saya dibawah ini.

Profesor Anthony Holland mengutip sebuah buku yang ditulis oleh ilmuwan Mae Wan Ho yang berjudul “The Rainbow and the Worm: The Physics of Organisms” yang saat ini sudah masuk pada cetakan ketiga. Tebalnya kurang lebih 380 halaman. Isinya luar biasa menarik. Saya sampai membacanya dua kali dan tidak bosan. Di dalam buku itu dijelaskan percobaan yang dilakukan oleh Mae Wan Ho dengan kesimpulan bahwa makhluk hidup, sel, merupakan “kristal cair”. Seperti halnya LCD (Liquid Crystal Display) dimana dengan mengirimkan spesifik sinyal frekwensi akan mengubah bentuk dari “kristal cair” itu.

Melalui serangkaian percobaan menggunakan alat modern, sang profesor kemudian menggunakan frekwensi yang ditembakkan pada suatu obyek dengan cara mengatur input kontrol frekwensi dengan pola tertentu maka terjadi pengaruh pada sel.

Mulanya, sebuah frekwensi ditembakkan pada sel. Tidak terjadi apa-apa. Lalu diubah frekwensinya. Tidak terjadi apa-apa. Diubah lagi frekwensinya. Tidak terjadi apa-apa juga. Terus begitu selama 15 (lima belas) bulan hingga nyaris frustasi. Apa yang salah? Ternyata frekwensi yang digunakan tidak bisa hanya satu jenis input frekwensi saja. Melainkan harus 2 (dua) jenis frekwensi yakni Frekwensi Rendah (Low) dan Frekwensi Tinggi (High). Anda bisa skip video dibawah pada menit ke 08:57. Disana beliau sebutkan dengan sangat gamblang bahwa kombinasi dari frekwensi rendah (low) dan frekwensi tinggi (high) dengan selisih 11x mampu membuat frekwensi ini mengenai sel dan melakukan perubahan terhadapnya.

Jadi, menurut beliau, kata kuncinya adalah adanya frekwensi rendah (low) dan frekwensi tinggi (high) dengan perbandingan 11x lebih besar pada frekwensi tingginya.

Sekarang, mari saya bantu sedikit saja memahami bagaimana metode MG yang memuat pengetahuan sangat detail mengenai olah napas dilihat beberapa sudut pandang sebagai berikut:

  1. Metabolisme Kimiawi Darah (Oksigen, Karbondioksida, Glukosa)
  2. Syaraf Otonom (Simpatik, Parasimpatik, Enterik)
  3. Gelombang Otak (Alpha, Beta, Delta, Tetha, Gamma)
  4. Vibrasi dan Resonansi (Unpredictable Stress, Stimulasi Syaraf Vagus)

Saat ini, yang sudah dilepas ke masyarakat baru nomor 1 dan nomor 2.

Nomor 3 mengenai Gelombang Otak akan diperkenalkan pertama kali pada event Wisata Bugar Clinical Update bulan Desember mendatang di Jakarta.

Dalam pemahaman saya, berdasarkan pengetahuan pribadi, Allah SWT telah memberikan generator pembangkit frekwensi pada tubuh manusia yang terdiri dari frekwensi rendah (low) dan frekwensi tinggi (high). Maka, dalam sudut pandang frekwensi, tubuh manusia merupakan kumpulan frekwensi yang beresonansi secara harmoni. Berdasarkan prinsip FFT (Fast Fourier Transform) dipahami bahwa sebuah frekwensi dapat tersusun atas frekwensi-frekwensi lain pembentuknya. Frekwensi rendah ada pada Jantung, sedangkan frekwensi tinggi ada pada Otak.

Melalui pemahaman itulah kemudian tubuh manusia berusaha dipetakan. Pada syaraf otonom misalnya, yang terdiri dari frekwensi sangat rendah, rendah, dan tinggi, sudah dipetakan sedemikian rupa. Dapat diukur dengan alat. Dapat dilatih secara logis. Dan itulah yang diajarkan pada Wisata Bugar Strategi Mengakses Syaraf Otonom. Pada event tersebut, Anda belajar mengenai frekwensi syaraf otonom. Adapun nanti mengenai Gelombang Otak, akan diperkenalkan pertama kali pada Wisata Bugar Clinical Update.

Anda yang sudah pernah ikut event saya mesti akan sangat paham cara saya berpikir dan membangun kerangka logika. Event dimana semua peserta menggunakan alat ukur untuk pembuktian. Diajarkan strategi olah napas dalam melakukan perubahan secara logis dan ajeg (prosentase tinggi terjadi tanpa adanya spekulasi).

Misalnya, pada Wisata Bugar Strategi Mengakses Syaraf Otonom, saya ajarkan bagaimana memasuki frekwensi syaraf otonom dengan sangat mudah, terukur, dan ajeg. Siapapun yang melakukan, hasilnya akan cenderung sama. Demikian juga nanti saat Wisata Bugar Strategi Mengakses Gelombang Otak, akan diajarkan teknik untuk memasuki frekwensi gelombang otak via olah napas secara terukur dan tentu saja harus ajeg.

Untuk mengetahui apa-apa saja yang termasuk pada frekwensi rendah dan frekwensi tinggi pada tubuh manusia silahkan Anda membaca ulang tulisan saya yang berjudul “Resonansi HF-Delta” berikut ini:

https://www.facebook.com/groups/KebugaranMP/?post_id=2903652626343020

Juga tulisan detail saya mengenai BreathCardial Synchronization berikut ini:

https://www.facebook.com/groups/KebugaranMP/?post_id=3086139621427652

Baiklah, kita lanjutkan lagi bahasan mengenai video TEDx ini.

Misalnya, saya dan Anda bersepakat pada penjelasan menurut profesor Anthony Holland bahwa untuk dapat masuk pada wilayah sel tubuh berdasarkan frekwensi maka harus ada kombinasi antara frekwensi rendah (low) dan frekwensi tinggi (high) yang selisihnya 11x.

Menurut beliau, angka 11 ini dalam dunia musik disebut dengan “Eleven Harmonic”. Nampaknya sebuah kode khusus yang disepakati pada dunia musik.

Jika menggunakan pengetahuan berbasis frekwensi rendah berdasarkan kaidah syaraf otonom maka akan terlihat nilai frekwensi rendah menggunakan teori HRV sebagai berikut:

  • Very Low Frequency (VLF), < 0.04 Hz
  • Low Frequency (LF), 0.04 Hz – 0.15 Hz
  • High Frequency (HF), 0.15 Hz – 0.4 Hz

Sedangkan wilayah frekwensi tinggi ada pada otak sebagai berikut:

  • Delta, 0,4 Hz – 4 Hz
  • Tetha, 4 Hz – 8 Hz
  • Alpha, 8 Hz – 12 Hz
  • Beta, 12 Hz – 20 Hz
  • Gamma, > 20 Hz

Apabila kita pakai “angka ajaib” menurut profesor Anthony Holland yakni 11x lalu kita hitung secara sederhana berdasarkan frekwensi rendah pada jantung dan frekwensi tinggi pada otak akan didapati data sebagai berikut:

  • VLF => < 0.44 Hz
  • LF => 0.44 Hz – 1.65 Hz
  • HF => 1.65 Hz – 4.4 Hz

Terlihat bahwa 11x-nya dari frekwensi rendah pada jantung itu maksimal hanya sebesar 4.4 Hz.

Pertanyaannya, frekwensi apakah 4.4 Hz itu?

Lihatlah pada wilayah frekwensi otak, nilai 4.4 Hz berada pada frekwensi Delta hingga Tetha. Tidak lebih dari itu. 🙂

Jadi, untuk dapat menyentuh sel tubuh Anda hingga level terkecil dan melakukan perubahan maka Anda harus mampu untuk ‘menyetel’ frekwensi rendah (berapapun) dengan frekwensi gelombang otak Anda harus mampu ‘di-stel’ masuk pada wilayah Delta atau Tetha.

Ini tidak heran mengingat wilayah Delta adalah wilayah ‘deep sleep’ atau tidur nyenyak. Wilayah yang disepakati bersama oleh sains sebagai wilayah penyembuhan, regenerasi sel, recovery, dan banyak lagi.

Problemnya, ketika masuk pada frekwensi Delta maka Anda akan digiring untuk mengantuk dan tertidur. Pada momen itu terjadi tentu saja kesadaran Anda hilang dan Anda tidak mampu berbuat apa-apa. Diri Anda sepenuhnya diambil alih oleh sistem syaraf otonom.

Bagaimana jika saya katakan bahwa ada cara untuk memasuki wilayah gelombang otak tersebut tanpa membuat Anda mengantuk dan Anda tetap sadar sesadar-sadarnya sehingga ketika diukur gelombang otaknya adalah Delta namun kesadaran Anda penuh?

Kok bisa?

Sampai jumpa di Wisata Bugar Clinical Update Desember mendatang…

😀

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →