Titi Wancine, Jika Sudah Saatnya

TITI WANCINE, JIKA SUDAH SAATNYA

Oleh: Mas Gunggung

_______

Saya selalu bersyukur ketika perlahan-lahan metode ini mulai ‘menjelajah’ lebih jauh hingga ke negeri jiran Malaysia. Dipresentasikan di depan kalangan medis dari berbagai negara oleh sahabat saya mas James Hutabarat pada sebuah event internasional. Didengarkan teorinya, dipraktekkan, dan diuji langsung ditempat.

Awalnya, saya membuatkan slide presentasi khusus medis sekitar 40-an slide. Namun sahabat saya ini menyerah karena kalau sampai ditanya detail oleh dokter-dokter yang hadir banyak hal yang tidak dimengerti. Malah jadinya akan kontraproduktif dengan tujuan metodenya. Akhirnya saya ringkas dengan hanya dibawah 10 slide saja dengan topik utama mengenai strategi bongkar muat Oksigen-Karbondioksida sebanyak 3 slide. Beliau setuju.

Sesi seminar dimulai.

Saya diceritakan, beliau deg-degan tidak karuan karena peserta semua nyaris dokter medis. Tentunya dokter luar negeri itu lebih lugas dalam berkata. Nyaris tanpa ‘tata krama’ atau ‘tedeng aling-aling’. Bagi orang timur kadang sering ditafsirkan ‘kurang ajar’ atau ‘tidak sopan’. Padahal maksudnya tidak demikian. Itu semata-mata kelugasan yang mungkin menjadi kebiasaan akibat pergaulan, atau kebiasaan, dan sejenis itu.

Dengan pengalaman saya presentasi di depan banyak dokter, doktor, dan profesor, saya jadi mengerti pada area mana mereka akan bertanya dan ‘menembak’ si pembicara. Dimulai dari hal-hal yang umum dan normal disepakati kemudian masuk pada hal-hal yang tidak umum atau tidak normal menurut teori umum.

Saya ambil beberapa contoh. Misalnya, disepakati apabila kadar oksigen dalam darah (SpO2) berada dibawah 90% menandakan ada masalah pada fungsi metabolisme dan atau organ paru-paru. Tubuh menjadi semakin Asam. Kondisi tersebut dipastikan akan menghasilkan gejala klinis. Misalnya juga, disepakati bahwa pada semua aktivitas yang menggerakkan banyak otot akan menghasilkan dominasi syaraf Simpatik. Ditandai dengan kenaikan detak jantung, temperatur, aliran darah, dan sebagainya, yang menjadi ciri khas dari kerja syaraf Simpatik.

Kemudian, berikan pertanyaan kepada peserta, bagaimana jika teknik olah napas mampu membalik semua asumsi diatas?

Bagaimana jika SpO2 dibawah 90% tidak menghasilkan gejala klinis namun justru menghasilkan aspek recovery atau penyembuhan? Mampukah manusia berada pada kondisi SpO2 hingga 12% (tidak hanya 40-50%) saat latihan tanpa adanya gejala klinis? Mampukah manusia meningkatkan pH menjadi Basa dalam waktu relatif cepat dengan syarat-syarat tertentu tanpa bantuan cairan atau makanan?

Bagaimana jika ada aktivitas fisik yang menggerakkan banyak otot dan sendi namun yang dominan adalah syaraf Parasimpatik dan bukan Simpatik? Semua tanda-tanda yang awalnya merupakan tanda kerja dari syaraf Simpatik bisa ‘digeser’ menjadi kerja syaraf Parasimpatik. Kenapa harus Parasimpatik? Karena aktivitas syaraf jenis inilah yang berperan dalam proses penyembuhan pada tubuh manusia.

Wilayah-wilayah ini harus dimunculkan agar para peserta menjadi tercerahkan.

Setelah itu dipastikan akan lahir tanya jawab yang berujung pada penasaran dan meminta pembuktian. πŸ™‚

Inilah yang ditunggu-tunggu.

Sesi workshop kemudian dimulai.

Peserta dikumpulkan di halaman berumput. Dijelaskan ulang teorinya secara singkat dan tekniknya untuk dipratekkan. Tentunya dengan menyiapkan beberapa alat ukur yang sudah disiapkan. Peserta nanti boleh mengukur sendiri di kamar hotel atau di rumah dengan alat yang mereka miliki dan yakini.

Dokter dari India, selain sebagai dokter medis juga praktisi berbagai olah napas tradisional. Namun masih memiliki masalah pada gula darah 242 mg/dL. Setelah latihan kurang lebih 20 menit menjadi 192 mg/dL tanpa berkeringat sama sekali. Sangat heran. Ketika dijelaskan ulang teorinya, langsung berasa ‘byar’ alias ‘terang benderang’. Belasan tahun belajar, baru kali ini ada penjelasan yang dapat membuka sekat pengetahuan.

Tentu saja, karena metode saya adalah “pisau bedah” bagi teknik olah napas. Maka memasukkan teknik apa saja untuk “dibedah” dengan metode ini akan melahirkan pencerahan pada teknik tersebut.

Setelah workshop, sang dokter ini sampai kemudian memberikan penghormatan dengan ‘menyentuh kaki’ sahabat saya. Saya membayangkan, kalau divideokan, adegan ini seperti orang yang sedang ‘menyembah’ di kaki orang lain. Namun begitulah menurut beliau penghormatan yang khas India. Menurut dokter India ini, penjelasan mengenai strategi bongkar muat Oksigen-Karbondioksida sangat membuka pengetahuannya mengenai teori olah napas dan melepas sekat keragu-raguannya selama ini. Penjelasannya orisinil, bukan plagiat atau saduran.

Nanti akan dikondisikan untuk dipanggil khusus ke India pada event seminar dan workshop khusus olah napas yang akan datang.

India, adalah negeri para praktisi pernapasan yang legendaris. Membuka seminar dan workshop olah napas disana adalah sebuah kehormatan tersendiri. Ibarat peribahasa “menggarami lautan”. Apabila “garam” yang disajikan memiliki rasa yang “gitu-gitu aja” maka tidak akan menarik sama sekali. Dokter India ini tidak asal ngomong. Saya yakin beliau tahu persis banyak hal di dunia esoteris India apalagi dengan latar belakang medis. Beliau secara spontan dan jujur memberikan penghargaan yang tinggi terhadap sebuah penjelasan ilmu pengetahuan baru.

Dokter dari Malaysia, gula darah 11.3 mmol/l setelah latihan mandiri juga merasakan hal yang sama, turun menjadi 10.1 mmol/l nyaris tanpa ada keringat keluar. Ajaib katanya. Ini teori dan penjelasannya orisinil, tidak ditemukan di internet. Sehingga akan dikondisikan untuk ke depannya bisa membuka seminar dan workshop olah napas di Malaysia yang difasilitasi oleh beberapa dokter disana.

Tentu ada lagi testimoni lain yang akan saya sharing lain waktu.

Demikianlah sekelumit kisah yang semoga dapat menyemangati.

India, Malaysia, Brunei Darussalam, dan negara-negara lain… kami akan datang…

‘Titi wancine’, jika sudah saatnya…

Insya Allah…

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →