Koherensi Otak Kepala dan Otak Jantung

OTAK KEPALA DAN OTAK JANTUNG

Oleh: Mas Gunggung


Pengobatan berbasis gelombang frekwensi rendah saat ini dapat menjadi alternatif pendekatan untuk penyembuhan. Hal ini mengingat bahwa ketika terjadi kesamaan frekwensi maka terjadi resonansi. Dan saat itu terjadi maka Anda dapat melakukan apa saja dan mendapatkan apa saja dari peristiwa tersebut.

Masalahnya, sebuah sel tersusun atas kompleksitas. Jadi, frekwensi sel itu sederhananya merupakan ‘resultan’ dari elemen-elemen penyusunnya. Di dalam sebuah sel ada inti sel, mitokondria, sitoplasma, protein, dan lain sebagainya. Albert Szent-Gyorgyi (1960) menulis bahwa “The living cell is essentially an electrical device…”. Jadi, apabila diibaratkan kalau sel hidup itu pada dasarnya seperti ‘peralatan elektronik’.

Belum ada data pasti mengenai seberapa akurat frekwensi tubuh manusia yang sehat. Sebagian informasi mengatakan bahwa frekwensi tubuh orang yang sehat berada pada range 40-400 kHz dan mengalami pergeseran antara 20-250 kHz. Ada sebagian lagi yang mengatakan kalau frekwensinya adalah 62-78 Hz (MHz???). Dan bagi mereka yang sakit mengalami penurunan frekwensi gelombang. Hal ini umumnya disepakati meskipun ada perbedaan nilai frekwensi pada mereka yang sehat.

Beberapa ilmuwan mengajukan teknik pengukuran berbasis gelombang. Salah satunya sesuatu yang disebut dengan LITUS yang merupakan singkatan dari Low Intensity Therapeutic UltraSound (Or & Kimmel, 2009). Jika dilihat dari data penelitian tersebut terlihat bahwa frekwensi sel kanker itu selalu lebih rendah dibandingkan sel yang sehat. Formula Goldman (Moore, 1972) juga mengatakan bahwa level energi pada sel kanker itu 5% lebih rendah dibandingkan normal.

Jadi, cukup jelas dan bisa diterima bahwa mereka yang sedang sakit mengalami penurunan kekuatan frekwensi gelombang pada selnya. Selain itu, pengobatan dan penyembuhan berbasis frekwensi gelombang juga sudah cukup banyak memiliki bukti klinis (Ivey et al, 2015).

Meski demikian, Allah SWT telah membekali manusia seperangkat ‘alat pemancar dan produksi’ gelombang yang sangat luar biasa. ‘Alat’ tersebut bernama OTAK. Secara garis besar terdiri dari Otak Kepala, Otak Jantung, dan Otak Perut. Masing-masing dari otak ini memiliki frekwensi yang khas.

Saya akan jelaskan secara umum pada Otak Kepala dan Otak Jantung dulu ya.

Pada Otak Kepala apabila dilihat berdasarkan frekwensi maka ia dapat menghasilkan berbagai jenis gelombang sebagai berikut:

  • Alpha, 8-12 Hz
  • Beta, 12-35 Hz
  • Delta, 0.5-4 Hz
  • Theta, 4-8 Hz
  • Gamma, >35 Hz

Sedangkan pada Otak Jantung apabila dilihat berdasarkan frekwensi maka terdiri dari:

  • Very Low Frequency, <0.0033 Hz
  • Ultra Low Frequency, 0.0033 – 0.04 Hz
  • Low Frequency, 0.04 – 0.15 Hz
  • High Frequency, 0.15 – 0.4/0.5 Hz

Setiap frekwensi ini memiliki keunikan tersendiri. Misalnya, frekwensi yang bermanfaat untuk proses belajar adalah rentang Alpha. Hal ini dikarenakan memori otak menjadi sangat optimal ketika berada pada frekwensi tersebut. Misalnya lagi, untuk frekwensi yang bersifat ‘menyembuhkan’ berada pada frekwensi Delta. Jadi apabila gelombang otak Anda dapat diatur masuk pada wilayah Delta itu artinya Anda sedang masuk pada fase penyembuhan diri.

Dalam kaidah matematik ada sesuatu yang disebut dengan istlah ‘irisan’ atau Diagram Vena. Apabila terdapat dua kelompok data kita sebut saja OK (Otak Kepala) dan OJ (Otak Jantung) dibuatkan semacam irisan antar keduanya, maka yang akan paling mungkin untuk ‘ketemu’ hanyalah antara Delta di Otak Kepala dan High Frequency di Jantung.

Wilayah frekwensi inilah yang menjadi frekwensi penyembuhan dan yang sekaligus mampu meresonansikan antara Jantung dan Otak. Dan jika Anda melihat bahwa dalam konsep HRV yang sudah saya tulis sebelumnya jenis frekwensi HF ini merupakan frekwensi dimana Syaraf Parasimpatik aktif.

Artinya, kunci untuk melakukan penyembuhan adalah kemampuan tubuh masuk pada frekwensi Delta atau ketika Syaraf Otonom pada cabang Parasimpatik berhasil diakses.

Pertanyaannya, bagaimana cara frekwensi ini mengalir dan beresonansi?

Pada Otak Kepala dilengkapi dengan Syaraf Cranial (CN, Cranial Nerves) yang terdiri dari 12 jalur. Dimana dari ke-12 jalur tersebut ada 4 (empat) jalur Parasimpatik yakni CN.III (Oculomotor), CN.VII (Facial), CN.IX (Glossopharingeal), dan CN.X (Vagus). Interkoneksi antara Otak Kepala dan Jantung terjadi pada jalur syaraf parasimpatik nomor IX dan X dengan neurotransmiter Acetilcholine (Ach). Disinilah nanti strategi olah napas apapun yang bertujuan untuk melakukan proses penyembuhan dilakukan.

Menarik bukan? 🙂

Apa dan bagaimana cara melakukan resonansi dan koherensi tersebut via olah napas akan dijelaskan via seminar dan workshop dengan menggunakan alat ukur sehingga Anda tahu persis bagaimana cara masuk ke dalam frekwensi tersebut secara benar dan tepat. Bener lan pener.

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,
MG

Referensi:
[1]. A frequency-based hypothesis for mechanically targeting and selectively attacking cancer cells. M. Fraldi, A. Cugno, L. Deseri, K. Dayal, and N. M. Pugno. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4614503/)

[2]. Modeling linear vibration of cell nucleus in low intensity ultrasound field. Or M, Kimmel E. Ultrasound Med Biol. 2009 Jun; 35(6):1015-25. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19376638/)

[3]. Improving cancer therapies by targeting the physical and chemical hallmarks of the tumor microenvironment. Jill W. Ivey, Mohammad Bonakdar, Akanksha Kanitkar, Rafael V. Davalos, and Scott S. Verbridge. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4919249/)

[4]. Chapter 2 – Technological Basics of EEG Recording and Operation of Apparatus. Priyanka A.Abhang, Bharti W.Gawali, Suresh C. Mehrotra. (https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780128044902000026)

[5]. EEG alpha oscillations during the performance of verbal creativity tasks: Differential effects of sex and verbal intelligence. AndreasFink, Aljoscha C.Neubauer. (https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S016787600600002X)

[6]. Autonomous Nervous System. Wikipedia. (https://en.wikipedia.org/wiki/Autonomic_nervous_system)

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →