Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar

PIKIRAN SADAR DAN PIKIRAN BAWAH SADAR
STUDI SYARAF OTONOM

Oleh: Mas Gunggung


Tubuh manusia sangat kompleks, terdiri dari berbagai sistem yang saling bekerjasama satu sama lain. Terdapat kurang lebih 11 sistem pada tubuh manusia dengan cara kerjanya yang spesifik. Salah satu sistem yang akan saya bahas adalah mengenai sistem syaraf. Khususnya pada bagian syaraf otonom. Namun sebelum lebih jauh melangkah, saya ingin bahas dulu mengenai Pikiran.

Pikiran memiliki 2 (dua) bagian:

  1. Pikiran Sadar
  2. Pikiran Bawah Sadar

Pikiran Bawah Sadar merupakan otak utama manusia yang sesungguhnya. Pikiran jenis ini mampu memproses 40 juta bit data per detik dari sebuah respon lingkungan. Pikiran jenis ini sangat kuat dan sangat cepat, namun ia merupakan jenis pikiran yang sepenuhnya berdasarkan kebiasaan. Ia sama sekali tidak kreatif. Ia hanya akan dapat ‘menjalankan’ apa yang ia sudah pelajari sebelumnya.

Para proses perkembangan otak, bagian depan otak yang dikenal sebagai Prefrontal Cortex menghasilkan sesuatu yang disebut dengan Kesadaran. Prefrontal Cortex merupakan bagian kecil dari otak, yakni Kesadaran. Pengenalan Diri atau biasa sering disebut dengan Kesadaran merupakan sebuah pilihan tambahan. Namun tidak banyak orang-orang yang melatih pilihan ini. Pikiran jenis ini hanya dapat memproses 40 bit data per detik. Bandingkan dengan Pikiran Bawah Sadar yang mampu memproses hingga 40 juta bit data per detik. Ini artinya Pikiran Bawah Sadar memiliki kekuatan sekitar 1 juta kali lebih kuat dari Pikiran Sadar.

Pikiran Bawah Sadar bekerja demikian cepat namun Pikiran Sadar bekerja lebih dalam dalam memproses data. Itulah sebabnya mengapa ketika seseorang sedang berada dalam kondisi gawat darurat atau dalam kondisi tekanan yang cukup tinggi maka semua yang ada dalam Pikiran Bawah Sadar akan keluar dan beroperasi secara langsung. Pikiran akan memunculkan isinya, demikian juga dengan lisan. Jika isinya penuh dengan kebencian, entah apapun sebabnya, maka itulah yang akan dikeluarkan oleh Pikiran Bawah Sadar.

Namun perbedaan antara kedua jenis pikiran tersebut adalah bahwa Pikiran Bawah Sadar dibentuk berdasarkan kebiasaan sementara Pikiran Sadar dibentuk dari proses kreatif yang menghasilkan kehendak bebas.

Banyak yang berpendapat bahwa Pikiran Sadar dapat mengendalikan apa saja pada tubuh kita. Sering dikatakan kalau pikiran jenis ini adalah mewakili seluruh bagian dari tubuh kita yang dapat dirasa. Akan tetapi hal itu tidaklah benar. Misalnya, seorang ahli beladiri dapat mengubah pernapasannya agar jantungnya dapat berdetak sekehendak hati. Demikian juga dengan tekanan darah dan suhu tubuhnya yang kesemuanya dilakukan secara sadar. Misalnyapun demikian, Pikiran Sadar hanya dapat mengatur sedikit sekali hal-hal pada tubuh bila dibandingkan dengan Pikiran Bawah Sadar yang dapat melakukan sangat banyak hal-hal pada tubuh dalam waktu yang bersamaan.

Saat ini, ilmuwan menemukan bahwa Pikiran Bawah Sadar terbukti benar-benar membentuk keputusan-keputusan, dan realita serta kenyataan hidup seseorang. Apa yang ingin ilmuwan ini katakan adalah bahwa berdasarkan ahli syaraf yang meneliti aspek kognitif manusia ditemukan kalau Pikiran Sadar manusia hanya digunakan sekitar 5% saja untuk aktivitas kognitif tersebut. Pada kebanyakan manusia, hanya 1% dari Pikiran Sadar dipakai setiap harinya. Jadi, apabila setiap harinya Anda berpegangan pada Pikiran Sadar yang digunakan tidak lebih dari 1-5% saja untuk membentuk semua kenyataan hidup yang Anda ingin alami maka hanya sekitar 1-5% sajalah hasilnya akan Anda terima dan rasakan dalam hidup. Sementara 95-99% bentukan kenyataan hidup Anda justru datang dari bentukan Pikiran Bawah Sadar yang sudah Anda lakukan selama ini.

Apa artinya?

Mungkin saat Anda kecil dulu pernah dikatakan oleh orang tua Anda bahwa Anda adalah orang yang tidak layak. Maka 95% hidup Anda selanjutnya akan berada pada bayang-bayang ketidaklayakan tersebut. Ini artinya hidup Anda tersabotase oleh Pikiran Bawah Sadar yang dibentuk di masa kecil dahulu. Hal ini dikarenakan tugas dari Pikiran Bawah Sadar adalah membentuk kenyataan yang dibenamkan ke dalamnya. Istilahnya melakukan Anda sudah melakukan ‘programming’ pada Pikiran Bawah Sadar bahwa Anda akan menjadi seperti itu. Dan jika Anda melakukan ‘negatif programming’ pada Pikiran Bawah Sadar maka, percaya atau tidak, 95% hidup Anda akan terbentuk dan berada pada pengalaman-pengalaman negatif.

Disinilah masalahnya.

Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar itu bekerja secara bersamaan. Apapun yang Pikiran Sadar fokuskan pada sesuatu maka ia akan mengontrolnya. Sedangkan apa yang tidak difokuskan oleh Pikiran Sadar maka akan diambil alih oleh Pikiran Bawah Sadar.

Jadi, kapanpun dalam hari-hari kita sering berpikir mengenai masa depan atau berpikir mengenai masa lalu maka itulah sederhananya yang Pikiran Sadar lakukan. Maka apabila Pikiran Sadar tidak memberikan perhatian pada masa kini, saat ini, disini, maka semua yang Anda lakukan setiap saat di setiap harinya akan dijalankan oleh Pikiran Bawah Sadar.

Oleh karena Pikiran Sadar tidak sedang memberikan perhatian pada kondisi saat ini maka ia tidak akan dapat melihat program yang terpasang dan sedang dijalankan oleh Pikiran Bawah Sadar. Artinya, kebanyakan dari hari-hari yang Anda jalani bukan menjalankan program yang dibuat oleh Pikiran Sadar Anda sendiri yang diinginkan melainkan Anda hanya melihat dan berusaha memutar/memainkan program yang Anda saksikan dari orang lain. Kemudian Anda protes dan mengatakan bahwa ‘alam semesta tidak mendukung saya’.

Bukan. Itu bukan salah semesta melainkan kekeliruan Anda dalam memahami bagaimana Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar bekerja. Dapat dikatakan bahwa kebiasaan pikiran yang tak terlihat inilah yang mensabotase kehidupan Anda sehingga yang didapat hanya kegagalan demi kegagalan.

Banyak orang yang mengatakan kalau mereka sudah melakukan dan membentuk pikiran positif. Pertanyaannya adalah, pikiran jenis apa yang sedang Anda bentuk dengan pikiran positif tersebut? Apakah Pikiran Sadar atau Pikiran Bawah Sadar? Pikiran Sadar hanya dipakai 1-5% per hari dengan hanya 40 bit pemrosesan data per detiknya, sedangkan Pikiran Bawah Sadar dipakai 95-99% per hari dengan 40 juta bit pemrosesan data per detiknya.

Maka, ketika Anda sedang berusaha berpikir positif perlu ditanyakan pada diri pikiran jenis apa yang sedang Anda latih?

Jika Anda melatih pikiran positif pada jenis Pikiran Sadar yang hanya memiliki kapasitas 40 bit data per detik dan dipakai hanya 1-5% saja apakah mungkin ini dapat dipakai untuk membentuk dan mengubah kenyataan hidup yang ada pada diri Anda yang dikendalikan oleh 40 juta bit data per detik? Do the math! πŸ™‚

Pun seandainya Anda memaksakan diri berpikir positif dengan meningkatkan kekuatan kehendak dan power untuk ‘menembus batas’ pikiran. Hal ini akan sulit dilakukan selama yang Anda akses adalah Pikiran Sadar.

Masalah kedua adalah bahwa Pikiran Bawah Sadar bekerja seakan-akan ‘pemutar kaset’ atau ‘tape recorder’. Ia akan menyimpan semua pengalaman dan ketika Anda menekan tombol ‘play’ maka semua pengalaman itu akan dijalankan. Kemudian Anda mengambil Pikiran Sadar dan berusaha berbicara dengan Pikiran Bawah Sadar agar ia mengubah programnya. Bisakah?

Pikirkan situasi berikut ini dimana Anda punya sebuah pemutar kaset tradisional yang manual dan sebuah kaset yang sudah berisi sebuah program. Kemudian Anda memasukkan kaset itu ke dalam pemutar dan menekan tombol ‘play’ maka seketika itu program akan dijalankan. Lalu Anda berkata kalau Anda tidak suka dengan program ini dan berbicara dengan pemutar kaset agar ‘ganti programnya! ganti programnya! ganti programnya!’.

Bisakah?

Tentu saja tidak bisa.

Hal ini dikarenakan pemutar kaset tidak bekerja dengan cara seperti itu. Jika Anda ingin mengganti programnya, maka Anda harus menekan tombol ‘Stop’ dulu dan kemudian mengganti kasetnya untuk kemudian menyimpan program baru dengan cara menekan tombol ‘Record’. Barulah kemudian setelah itu program baru yang Anda inginkan terpasang pada kaset dan berikutnya ketika Anda menekan kembali tombol ‘Play’ maka yang dijalankan adalah program yang baru.

Sederhananya, analogi kenyataan hidup yang terpengaruh oleh Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar itu seperti ilustrasi diatas. Hidup Anda tidak atau jarang terefleksi dengan apa yang Anda inginkan melainkan pada program yang sudah Anda pasang di dalamnya. Maka proses mengubah program baru adalah dengan cara membentuk ulang rekaman program yang Anda pasang di dalam Pikiran Bawah Sadar.

Berikutnya, ada cara lain untuk melakukan ‘reprogramming’ Pikiran Bawah Sadar. Cara ini disebut dengan Clinical Hypnotherapy. Pendekatan ini memungkinkan Anda untuk dikembalikan pada mode awal ketika proses program itu terbentuk yakni pada ‘learning period’ atau periode pembelajaran. Kemudian Anda dapat membentuk ulang program baru yang Anda mau dan menimpa salinan program pada Pikiran Bawah Sadar yang sudah ada.

Lagi, ada cara lain untuk melakukan ‘reprogramming’ Pikiran Bawah Sadar. Cara ini diteliti oleh sejumlah ilmuwan psikologi untuk melakukan pendekatan yang disebut dengan ‘energy psychology’. Pada pendekatan ini ilmuwan memiliki beberapa sudut pandang yang berbeda. Misalnya, ada pendekatan yang disebut dengan ‘Holographic Repatterning’, Body Talk, EMDR, EFT, dan PSYCH-K.

Pendekatan-pendekatan baru diatas merupakan pendekatan untuk menekan tombol ‘Record’ pada pemutar kaset dan dapat menimpa program yang sudah ada pada Pikiran Bawah Sadar Anda selama ini dengan sesuatu yang baru hanya dalam waktu 15-20 menit. Kebanyakan dari pendekatan diatas, seperti misalnya PSYCH-K, membuat sebuah kondisi yang disebut dengan ‘super learning’ seperti halnya seperti Anda berada pada masa kanak-kanak.

Untuk memahami ini, saya perlu jelaskan singkat mengenai beberapa alat untuk mengukur aktivitas otak seperti misalnya EEG dan MEG.

EEG atau Electro Enchepalo Graph. Sebuah alat yang berisi banyak kabel pada kepala Anda dan ia dapat membaca aktivitas otak. MEG atau Magnetik Enchepalo Graph yang bahkan tidak diperlukan banyak kabel yang melekat pada kepala Anda. Artinya, dengan MEG maka Anda dapat membaca aktivitas otak tanpa menyentuh kepala sama sekali.

Ini bukan sulap sebab ketika sebuah syaraf membawa sinyal listrik maka ia akan berfungsi seperti halnya kabel listrik yang bermuatan listrik. Dan muatan listrik ini dapat dimuat oleh elektroda pada kulit. Berdasarkan prinsip kerja elektromagnetik dimana jika ada listrik maka ada magnet, akan didapati kondisi dimana ketersediaan impuls listrik juga berarti adanya medan mangnet disekitarnya. Medan magnet ini akan melewati kulit.

Ini berarti bahwa sesungguhnya pikiran Anda tidaklah dapat dibatasi di dalam kepala. Ia dapat menjadi sebuah lompatan-lompatan impuls listrik dan juga medan magnet yang saling terpengaruh satu sama lain dan saling terhubung. Jika misalnya, Anda memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu selama 10 tahunan dengan cara yang tepat, maka gelombang magnet yang keluar dari kepala Anda akan juga beresonansi dengan kuat untuk kemudian entah bagaimana bisa sampai kepada kepala teman Anda itu. Tidak begitu lama, teman Anda menghubungi Anda.

Ini nampak seperti efek Placebo dan Nocebo.

Placebo adalah ketika Anda memikirkan dengan sangat positif terhadap seseorang maka orang itu akan merespon positif juga kepada Anda dan terjalinlah keterhubungan. Sedangkan Nocebo adalah kebalikannya, yakni ketika Anda memikirkan dengan sangat negatif terhadap seseorang maka orang itu akan merespon sangat negatif juga kepada Anda misalnya dengan membicarakan hal negatif mengenai diri Anda.

Maka sangat penting untuk dikenali bahwa pikiran Anda dan penghakiman Anda tidak hanya dapat terhubung balik kepada Anda melainkan juga kepada orang-orang yang sedang Anda bicarakan. Anda mengaktivasi hal-hal tersebut dalam kehidupan sehari-harinya.

Sederhananya, Placebo Effect adalah konstruksi positif sedangkan Nocebo Effect adalah konstruksi negatif.

Pertanyaannya, pada pikiran jenis yang mana hal itu terpasang?

Dari semua yang saya jelaskan diatas, ada satu lagi teknik pendekatan yang sudah dilakukan oleh para praktisi beladiri melalui teknik olah napas yang mungkin jarang dipikirkan oleh banyak orang. Yakni bagaimana melakukan ‘reprogramming’ Pikiran Bawah Sadar melalui satu set rangkaian olah napas yang khas yang dapat membentuk program baru di dalam Pikiran Bawah Sadar untuk kemudian dipicu oleh Pikiran Sadar. Kedua pikiran ini dapat saling terhubung nantinya secara manual maupun otomatis.

Inilah Strategi Olah Napas untuk Mengakses Syaraf Otonom. Merupakan program latihan yang terdiri dari 2 (dua) bagian yakni:

  • Teknik Mengakses Syaraf Otonom
  • Teknik Reprogramming Pikiran Bawah Sadar

Nantikan seminar dan workshopnya di bulan Juni, Juli, dan Agustus mendatang. Khusus bagi peserta yang sudah mengikuti level 1 yakni Normalisasi Diabetes. Akan dijelasan secara gamblang apa dan bagaimana Pikiran bekerja pada level abstraksi dan Otak bekerja pada level fisik.

Salam hangat,
MG

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →