Automaticity Jantung

AUTOMATICITY JANTUNG
(Bagian 1: Selayang Pandang)

Oleh: Mas Gunggung


Bagi yang rutin mengikuti tulisan saya, mau membacanya, mempelajarinya, dan bagi mereka yang ikut event-event saya baik Free Talk maupun Wisata Bugar akan menemukan bahwa kaidah olah napas yang saya ajarkan disana semua dijelaskan dalam sudut pandang sains yang mungkin baru pertama kali ditemui. Kaidah pemahaman pada olah napas di metode ini benar-benar membawa sisi ILMIAH yang selalu menjadi harapan MP di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Harapan para guru besar yang mesti diwarisi oleh para praktisi MP setelahnya.

Ketika misalnya saya menulis mengenai pH, saya dapat menunjukkan pada titik mana olah napas dapat mengubah keseimbangan pH pada tubuh manusia dengan jauh lebih cepat dibandingkan air tertentu (KN WR, atau MILS). Hal ini disebabkan bahwa rumus pH didasarkan pada persamaan Henderson-Hasselbalch yang berisi variabel ion Bikarbonat dan Karbondioksida. Untuk mengetahui lebih detail mengenai rumus ini silahkan search dengan kata kunci “Handerson-Hasselbalch” di group ini.

Saya juga menjelaskan bagaimana kaidah “Napas Kering MP” yang terjadi pada kondisi pH tubuh saat itu dan pH tubuh yang ‘dihack’ terlebih dahulu. Apa solusi bagi pengembangan “Napas Kering MP” yang lebih menyehatkan dan memiliki potensi yang jauh kedepan dari sisi kesehatan dibanding sekedar meningkatnya ‘power’ praktisinya. Punya landasan sains dan jurnal. Lahirlah korelasi Napas Kering dengan Intermittent Hypoxia. Terdapat potensi regenerasi sel disini dari sudut pandang “Napas Kering MP”.

Kemudian, saya juga menulis mengenai “Napas Keras MP” dalam kaidah Sistem Syaraf Otonom (SSO) yang terdiri dari Syaraf Simpatik dan Syaraf Parasimpatik. Bagaimana pola tarik napas, tahan napas, dan buang napas pada kaidah “Napas Keras MP” dapat dijelaskan dengan relatif sangat mudah menggunakan pendekatan kaidah Sistem Syaraf Otonom (SSO). Bagaimana sudut pandang metode ini bahwa “Napas Keras MP” dapat dijadikan strategi untuk mengakses Syaraf Parasimpatik dengan semua kemampuan syaraf jenis ini untuk melakukan proses regenerasi sel dari sisi yang berbeda dengan “Napas Kering MP”. Dan ini semua ada landasan teori dan jurnalnya yang berkorelasi dengan itu.

Keduanya, “Napas Keras MP” dan “Napas Kering MP”, dalam sudut pandang metode ini dapat dikondisikan untuk diukur dan terukur pada titik-titik mana ia akan mengubah metabolisme pada tubuh manusia. Dan itu sudah saya tunjukkan via seminar dan olah napas yang diadakan di lebih dari 20 kota besar. Diadopsi oleh 4 (empat) cabang dengan penetrasi pembentukan ekosistem kebugaran dari sisi anggota baru yang lebih dari 100-an orang. Terakhir, mendapat pengakuan dari profesor sekaligus guru besar Universitas Sriwijaya pada event Seminar dan Workshop olah napas.

Apakah hanya seperti itu?

Tentu saja tidak. Kaidah pola napas MP ini sangat banyak. Saya hanya membedah yang saya pernah dapatkan dari para pelatih saya pada sisi mersudi yang saya yakini. Mungkin saja beberapa istilah/nama bisa berbeda di daerah lain seperti misalnya ‘Napas Lokomotif’ juga sama dengan ‘Napas TO (Tenaga Otomatis). Setiap pola napas ini dibedah dengan pendekatan yang paling masuk akal (menurut saya) sehingga membuat saya mudah sekali menjelaskan pada kalangan akademisi dan medis.

Biokimia dan Biologi Molekuler adalah pilihan terbaik untuk itu. Ini bukan hanya mencerdaskan, sekaligus membuka sekat-sekat pengetahuan yang dahulu selalu berada pada wilayah ‘abstrak’, ‘misterius’, dan ‘tradisional’.

Beberapa senior pernah bertanya, apakah untuk Napas Keras MP yang telah melahirkan banyak sekali ‘daya kanuragan’ hanya berhubungan dengan Sistem Syaraf Otonom (SSO) saja? Jawaban saya, tentu saja tidak. Setiap kali saya menulis tentu disesuaikan dengan tahapan pengetahuan yang sudah saya ajarkan kepada masyarakat yang menurut saya memang sudah saatnya dikeluarkan.

Penambahan pengetahuan tulisan baru selalu didasarkan pada pengetahuan yang sudah saya ajarkan kepada peserta Wisata Bugar. Jika memang sudah saatnya, maka akan muncul tulisan-tulisan baru yang akan melengkapi pengetahuan peserta Wisata Bugar sehingga menjadi lebih mudah mengerti apa dan bagaimana kaidah olah napas yang saya ajarkan di dalamnya. Peserta Wisata Bugar akan lebih mudah memahami dengan mengikuti tulisan-tulisan terbaru saya. Mereka dapat menjalin komunikasi dan diskusi atau reuni untuk ketemuan dalam rangka melakukan upgrade pengetahuan baru.

Terkait dengan “Napas Keras MP”, sesungguhnya dalam pemahaman lanjutan metode ini setelah dibedah secara biokimia dapat dibagi menjadi 3 (tiga) yakni:

  1. Teknik Mengakses Syaraf Otonom, ini sudah saya jelaskan dengan bahasa yang cukup ringan. Sudah juga diajarkan pada peserta Wisata Bugar di banyak kota. Fungsinya untuk mendapatkan ‘celah masuk’ syaraf Parasimpatik dan melakukan perubahan di dalamnya.
  2. Teknik Peningkatan Automaticity Jantung, akan saya jelaskan pada tulisan kali ini. Fungsinya, meningkatkan fungsi automaticity pada jantung agar dapat mempengaruhi wilayah sel pada jantung DAN pada sel diluar jantung melalui fungsi ‘action potential’ yang dimilikinya.
  3. …. (belum saatnya) πŸ™‚

Baiklah saya mulai tulisan ringan selayang pandang mengenai Teknik Peningkatan Automaticity Jantung.

Seringkali kita bertanya, bagaimana Jantung yang menjadi pusat dari tubuh dapat mempengaruhi seluruh sel yang ada di dalam tubuh baik dari sisi fisik maupun psikologis. Bahkan tidak hanya itu, kemampuan ‘action potential’ yang ada pada jantung dapat pula digunakan untuk mempengaruhi molekul diluar tubuh manusia. Jantung bahkan dapat melakukan ‘blocking’ pada Otak dan Pencernaan kita. Contoh yan paling gampang adalah saat kita Puasa. Meskipun ada banyak makanan terhidang di depan mata dan hormon Ghrelin (rasa lapar) mulai aktif dan mengirimkan sinyal ke otak untuk kemudian memerintahkan tubuh agar memakan makanan dengan segera, tapi ketika kita bilang dalam hati bahwa kita sedang puasa maka total semua keingingan tadi mendadak ‘hilang’. Otak mendapat ‘blocking’ dari jantung untuk segala aktivitas tadi yang semestinya kita makan namun tidak jadi. Itu contoh sederhananya.

JANTUNG, adalah salah satu organ utama dari keilmuan MP. Dia sel yang unik karena memang memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh sel lain. Ia adalah satu-satunya organ tubuh yang dapat mempengaruhi dirinya sendiri tanpa intervensi dari pihak luar. Sederhananya, ia dapat berkontraksi tanpa bantuan atau stimulus dari sistem syaraf. Namun, Heart Rate tetap dikontrol oleh sistem syaraf. Hal ini sederhananya disebut dengan ‘Automaticity Jantung’.

Apa itu Automaticity?

Automaticity adalah kemampuan intrinsik jantung untuk secara spontan melakukan depolarisasi pada dirinya sendiri dan mampu memicu semua ‘action potential’ pada seluruh bagian jantung dan mempengaruhi jantung untuk melakukan kontraksi pada dirinya sendiri. Ia adalah ‘fitur’ pada jantung yang tidak dimiliki sel lain. Ketika Automaticity terjadi dan kontraksi terjadi, maka kontraksi ini melahirkan kemampuan pemancaran gelombang elektromagnetik khusus. Dunia sains dan medis menyebutnya dengan ECG (Electro Cardio Graph). Lebih jauh lagi, pancaran gelombang elektromagnetik ini mampu mempengaruhi sel-sel lain di dalam tubuh termasuk juga mempengaruhi molekul di luar tubuh.

Ada banyak studi yang menunjukkan bagaimana gelombang elektromagnetik jantung mempengaruhi molekul diluar tubuh. Sederhananya, terdapat beberapa organ dalam tubuh kita yang mampu mempengaruhi molekul di luar tubuh manusia dan bekerja dengan prinsip Gelombang dan Radiasi. Kapan waktu nanti saya bahas secara terpisah.

Pemahaman mengenai Automaticity akan dijelaskan dengan kaidah Otto Frank and Ernest Starling. Nanti akan saya tulis mengenai Cardiac Output (CO), Stroke Volume, Heart Rate, Venous Return (VR), Intra Thoracic Pressure (ITP), Mean Circulatory Filling Pressure (MCFP), End Diastolic Volume (EDV), End Systolik Volume (ESV), Preload, Contractility, Afterload, Bradicardia, Tachycardia, Muscular Milking Activity, dan banyak lagi. Kapan waktu akan saya tulis mengenai ini. πŸ˜€

Sering kita mendengar mengenai Heart Rate yakni detak jantung rata-rata per menit atau BPM (beats per minute). Normalnya, detak jantung orang dewasa berada pada kisaran 60-80 BPM. Dapat diukur dengan alat bernama Oxymeter. Itulah kenapa Oxymeter menjadi sesuatu yang terintegrasi dengan metode ini. Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi peningkatan dan penurunan Heart Rate sebagai berikut:

  1. Peningkatan Heart Rate
    a. Peningkatan syaraf otonom via jalur Syaraf Simpatik dengan memanfaatkan hormon Norepinephrine dan Epinephrine (Adrenalin)
    b. Peningkatan hormon Thyroid yakni T3 + T4
    c. Peningkatan temperatur tubuh
    d. Peningkatan Kalsium (Ca++)
    e. Peningkatan peripheral chemoreceptor seperti misalnya penurunan Oksigen, peningkatan CO2, dan penurunan pH
  2. Penurunan Heart Rate
    a. Peningkatan syaraf otonom via jalur Syaraf Parasimpatik
    b. Peningkatan Kalium (K+)
    c. Penurunan Kalsium (Ca++)

Beberapa point diatas pernah saya bahas di group ini seperti misalnya 1a, 1b, 1c, dan 1e.

Jadi, ketika didetailkan “Napas Keras MP” dapat diurai dari sudut pandang Sistem Syaraf Otonom (SSO) dan kemudian diurai lebih detail lagi menggunakan pendekatan Otto Frank dan Ernest Starling (biasa disingkat Frank-Starling). Apa dan mengapa seseorang harus ‘mengejangkan tubuhnya’ yang sebenarnya dimaknai dengan ‘mengejangkan otot’. Apalagi sudah dipahami bersama bahwa MP memiliki pola olah napas yang dominan dengan latihan olah napas berbasis pengejangan otot. Ada apa dengan pengejangan otot yang selama ini selalu dipahami dengan ATP? Kaidah Frank-Starling adalah jawabannya.

(bersambung)

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →