Strategi Bongkar Muat Oksigen-Karbondioksida – Bagian 1

STRATEGI BONGKAR MUAT OKSIGEN-KARBONDIOKSIDA
(Bagian 1)

Oleh: Mas Gunggung


Kebutuhan akan kesehatan dari waktu ke waktu terus meningkat. Berbagai penyakit yang diderita masyarakat semakin waktu semakin bertambah. Hal ini menyebabkan terjadinya permasalahan negara dari sisi tanggungan pendanaan. Penyakit-penyakit tertentu dapat masuk pada kepada kategori katastropik, maksudnya penyakit dengan pengobatan berbiaya tinggi. Misalnya, pada data Branch Office Application (BOA) BPJS bulan Januari 2014 – September 2017 mengurutkan pembiayaan jaminan kesehatan nasional untuk penyakit katastropik dari seluruh biaya pelayanan kesehatan sebagai berikut:

  1. Penyakit Jantung (53%), jumlah kasus 7 juta, biaya tanggungan negara Rp. 6.5 trilyun
  2. Penyakit Kanker (17.3%), jumlah kasus 1.3 juta, biaya tanggungan negara Rp. 2.1 trilyun
  3. Penyakit Stroke (11.2%), jumlah kasus 961 ribu, biaya tanggungan negara Rp. 1.38 trilyun
  4. Penyakit Gagal Ginjal (10.6%), jumlah kasus 1.1 juta, biaya tanggungan negara Rp. 1.3 trilyun
  5. Penyakit Thalassemia (3.1%), jumlah kasus 119 ribu, biaya tanggungan negara Rp. 376 milyar
  6. Penyakit Leukemia (1.8%), jumlah kasus 68 ribu, biaya tanggungan negara Rp. 215 milyar
  7. Penyakit Cirrhosishepatis (17%), jumlah kasus 107 ribu, biaya tanggungan negara Rp. 203 milyar
  8. Penyakit Haemophilia (10.6%), jumlah kasus 10 juta, biaya tanggungan negara Rp. 12.2 trilyun

Merpati Putih sebagai salah satu perguruan pencak silat yang di dalamnya memuat upaya untuk menyehatkan masyarakat dalam program pelatihan silat untuk kesehatan yang dikenal dengan program Kebugaran. Secara khusus tujuan dari program Kebugaran ini dapat meningkatkan kesehatan dari anggota Merpati Putih yang mempelajarinya dan secara umum untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Yang dimaksud dengan ‘masyarakat’ adalah cabang atau kelompok latihan yang diberikan pelatihan kebugaran atau masyarakat non MP yang belajar melalui cara-cara tertentu seperti pada seminar atau workshop. Lebih jauh lagi, program Kebugaran ini semestinya dapat berperan serta untuk menurunkan beban pemerintah dari sisi beban tanggungan biaya yang harus dikeluarkan akibat dari banyaknya jumlah kasus dan besarnya dana yang harus dikeluarkan. Dalam hal ini, Pencak Silat dapat menjadi solusi untuk menunjang aspek kesehatan warga negara selain daripada sekedar belanegara.

Apabila dirumuskan dengan baik, program Kebugaran Merpati Putih semestinya dapat menjadi alternatif usulan untuk memperbaiki penyakit-penyakit katastropik yang sudah disebutkan diatas. Hal ini dimungkinkan mengingat olah napas memiliki potensi yang sangat besar untuk melakukan berbagai perubahan metabolisme tubuh manusia dan mampu mengubah lingkungan tubuh menjadi lebih baik apabila mampu dirumuskan dengan baik dan benar dan dengan pendekatan yang logis. Mengubah tidak hanya fisik namun juga batin.

Secara teknis, pernapasan Merpati Putih terdiri dari berbagai macam pola napas dan bentuk gerakan dimana masing-masingnya memiliki kekhasan tersendiri yang dapat membuka sekat pengetahuan baru bagi ilmu pengetahuan. Di dalamnya juga terdapat berbagai jenis keilmuan tradisional yang berada di wilayah yang terkadang melampaui sains. Dari sisi kesehatan, pola napas, bentuk gerakan, dan keilmuan tradisional tersebut apabila ditinjau dari sudut pandang metabolisme dan biokimia dapat menjadi solusi alternatif yang cukup menjanjikan bagi perbaikan berbagai penyakit katastropik diatas.

Salah satu studi kasus yang dijalankan dari sisi kesehatan adalah pendekatan kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa yang menggunakan berbagai pengetahuan Merpati Putih yang berhasil dipahami untuk membangun sebuah metode dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan yang ringan maupun berat. Sudah disebarluaskan ke masyarakat di lebi dari 20 kota dan dilatihkan pada lebih dari 1000 orang. Hal ini menunjukkan bahwa ketika ilmu Merpati Putih di-eksplorasi secara benar akan dapat menjadi salah satu ‘berlian tersembunyi yang bercahaya’ pada salah satu sudutnya. Lebih jauh lagi dapat memberikan manfaat tidak hanya manfaat kesehatan melainkan juga terbentuknya ekosistem ekonomi dimana metode itu dilatihkan dan diajarkan.

Untuk dapat memahami Kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa dengan baik diperlukan strategi analisa SWOT yang terdiri dari Strength (kekuatan/potensi/kemampuan), Weakness (Kelemahan), Oportunity (Kesempatan/peluang), dan Threat (Tantangan/hambatan). Dengan mengurai kedalam strategi SWOT akan didapati semua gambaran umum dan gambaran khusus mengenai apa dan bagaimana metode ini kedepannya akan dijalankan. Apakah metode ini mampu bertahan, berkembang, atau tidak sama sekali. Diperlukan keseriusan dan kesungguhan dalam melakukan analisa tidak hanya ketika mengurai keilmuan tradisional menjadi sesuatu yang lebih ‘ilmiah’ namun juga berhasil melakukan berbagai pemetaan-pemetaan pola napas dan bentuk gerakan ke dalam displin ilmu pengetahuan tertentu yang memiliki landasan teori yang jelas, dapat dipertanggungjawabkan, membuka kemungkinan masukan dari luar, logis, sistematis, mampu masuk pada lingkungan strategis sains dan akademis, dan dapat diperdebatkan dari sisi substansi dan potensi.

Tulisan berseri ini akan membuka salah satu pengetahuan teknis dan teoritis mengenai salah satu bagian dari metode kebugaran Pergeseran Asam-Basa yang berada pada program “Reverse Cancer Possibilities”. Solusi penangangan kanker menggunakan olah napas disusun dalam bentuk satu set latihan berseri yang harus dilakukan oleh pasien dalam jangka waktu tertentu. Solusi ini dinamakan “MG PROTOCOL”. Salah satu bagian dari MG PROTOCOL adalah pemahaman mengenai Strategi Bongkar Muat Oksigen-Karbondioksida. Dengan memahami pengetahuan teknis ini pembaca akan melihat bagaimana kejernihan berpikir dalam menganalisa permasalahan hingga menghasilkan sebuah landasan teori yang solid, kuat, dan memiliki segudang potensi perbaikan kesehatan di masa depan.

(bersambung)

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →