Kerangka Pemikiran Umum – Bagian 1

KERANGKA PEMIKIRAN UMUM
Bagian 1

Oleh: Mas Gunggung


Ada hal-hal yang disebut dengan PENCAPAIAN dan PREDIKSI.

Pencapaian adalah Anda tidak mengerti dengan mendalam landasan teorinya namun sudah melakukan dan ada hasilnya. Akan tetapi ketika ditanya kenapa begini dan kenapa begitu maka Anda tidak dapat menjawabnya dengan baik. Anda sama sekali tidak punya landasan teori yang kokoh mengenainya. Pengetahuan memang bisa didapat dari internet, tetapi kemampuan merunut dari A sampai Z hingga menghasilkan pencapaian tersebut tidak bisa dilakukan.

Misalnya, ada orang yang melatih kebugaran pada penderita asma selama beberapa waktu dan kemudian peserta kebugaran “sembuh” dari sakit asma yang dideritanya. Namun orang ini tidak bisa menjelaskan apa, kenapa, bagaimana asma pesertanya bisa sembuh. Meskipun hasilnya bagus. Bisa saja ada tulisan dari internet yang didapati dan dikutip mengenai asma bahwa asma itu disebabkan karena ini dan itu, atau tulisan mengenai bagaimana asma dapat disembuhkan dengan ini dan itu.

Namun tetap saja itu bukanlah landasan teori yang dibangun olehnya melainkan oleh penulis yang ia kutip dari internet. Inilah yang dimaksud dengan Pencapaian.

Dan ini banyak terjadi di kebugaran MP dan juga pendekatan tradisional lainnya. Dari mulai sakit yang ringan hingga berat. Dan tidak ada masalah dengan itu.

Sedangkan PREDIKSI adalah pencapaian yang dimulai dari penyusunan landasan teori, dirunut, dipikirkan benar segala aspeknya, kekurangan kelebihannya, hingga kemudian menjadi hipotesa. Kemudian hipotesa ini diuji dan dicatat. Hasilnya dilakukan analisa dan perbaikan. Setelah itu dilakukan uji klinis. Hingga kemudian terlihat kebenaran metodenya.

Semua dari A hingga Z dapat dijelaskan, dapat dibedah dari hilir ke hulu. Kenapa ini begini dan kenapa itu begitu dapat dirunut dengan baik. Konstruksi pemikirannya jelas dan runut.

Inilah yang dimaksud prediksi. Dan ini hanya bisa dilakukan via riset. Meskipun sama-sama menghasilkan “kesembuhan” namun keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Orisinalitas terlihat dari kemampuan memprediksi yang dilandasi dengan teori yang kuat.

Saya berikan contoh Prediksi sebagai berikut:

  1. Manusia memakan makanan dan minuman. Apapun jenisnya.
  2. Makanan dan minuman itu kemudian akan diubah menjadi nutrisi di badan kita.
  3. Nutrisi yang dipahami oleh tubuh ada enam macam yakni air, mineral, vitamin, karbohidrat, protein, dan lemak.
  4. Kebugaran MP metode Pergeseran Asam-Basa akan memfokuskan pada tiga jenis nutrisi saja yakni Karbohidrat, Protein, dan Lemak.
  5. Ketiga nutrisi tersebut akan dipecah menggunakan enzim. Karbohidrat akan dipecah oleh enzim Carbohidrase, Lemak akan dipecah oleh enzim Lipase, dan Protein akan dipecah oleh enzim Protease.
  6. Enzim, protein, dan fungsional biokimia akan sangat terpengaruh pada pH.
  7. Ketiga nutrisi tersebut dalam tubuh kita akan dipecah menjadi molekul yang khas. Karbohidrat akan dipecah menjadi Glukosa. Prosesnya disebut dengan Glycolysis. Protein akan dipecah menjadi Asam Amino, prosesnya disebut dengan Transaminasi. Lemak akan dipecah menjadi Asam Lemak dan Glycerol, prosesnya disebut dengan Beta Oksidasi.
  8. Meskipun ketiga nutrisi dipecah menjadi molekul yang khas, ada yang sama dari ketiganya yakni bahwa mereka akan tetap menghasilkan Glukosa dalam kadarnya yang berbeda.
  9. Karbohidrat menghasilkan 100% Glukosa. Protein menghasilkan 56% Glukosa. Lemak menghasilkan 10% Glukosa.
  10. Oleh karena molekul yang sama pada ketiganya adalah Glukosa maka pemahaman akan Glukosa dan proses yang terjadi di dalamnya akan sangat membantu dalam mengetahui berbagai proses kimiawi dalam tubuh.
  11. Proses pemecahan Glukosa disebut dengan Glycolysis yang terdiri dari sepuluh tahapan.
  12. Oleh karena tubuh manusia terdiri atas kumpulan sel maka semua proses kimiawi terjadi pada level selular.
  13. Sel terdiri dari dua wilayah yakni Cytoplasma dan Mitochondria.
  14. Proses Glycolysis terjadi pada Cytoplasma dengan hasil akhir dari proses ini adalah molekul yang bernama Pyruvate.
  15. Pyruvate memiliki takdir berikutnya berdasarkan konsentrasi Oksigen. Jika Oksigen cukup maka ia akan masuk pada reaksi Aerobik. Sedangkan jika Oksigen tidak cukup maka ia akan masuk pada reaksi Anaerobik menjadi Lactic Acid atau asam laktat.
  16. Konsentrasi metabolisme berbasis Oksigen diatur oleh protein yang disebut dengan HIF, singkatan dari Hypoxia Inducible Factor.
  17. HIF berikutnya akan menentukan bagaimana proses metabolisme yang akan terjadi.

Nah, sampai sini semoga bisa dipahami ya. Sebelum nanti masuk ke pemahaman lebih lanjut lagi.

Jika bisa dipahami maka saya akan lanjut pada pemahaman berikutnya.

(bersambung)

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →