Apa itu Metode Pergeseran Asam-Basa

Beberapa waktu yang lalu saya di WA oleh salah seorang senior dari MP Jakarta Selatan tingkat Kesegaran. Beliau meminta kesediaan saya menjawab beberapa pertanyaan yang sudah ditulisnya mengenai Kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa dan informasi lain yang beliau lihat dan dengar.

Saya merasa, pertanyaan-pertanyaan senior tersebut relevan dan bagus untuk menjadi pengetahuan bersama meski agak sedikit panjang. Silahkan dinikmati percakapan tanya jawab diantara kami. Semoga bermanfaat.

___________________________

(1). Apa itu metode pergeseran asam basa?

Jawab:

Sederhananya, metode Pergeseran Asam-Basa didefinisikan sebagai kemampuan tubuh untuk mengenali, merasakan, dan melakukan proses pernapasan yang dapat mengubah pH darah menjadi Basa atau menjadi Asam.

Landasannya ada di buku “Normalisasi Diabetes” yang diterbitkan oleh Yayasan Saring Hadipoernomo, disana dikatakan oleh mendiang guru besar mas Budisantoso Hadipoernomo bahwa sel yang sehat akan memiliki gelombang elektromagnetik yang lebih kuat dibandingkan sel yang sakit.

Ada 2 (dua) petunjuk yang saya tangkap disana mengenai sel yakni SEHAT dan GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK. Pemahaman mengenai SEHAT saya konsepkan dalam buku “Kebugaran” sedangkan pemahaman mengenai GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK saya konsepkan dalam buku “Kanuragan”.

Kemudian saya berusaha mencari tahu melalui berbagai informasi sains mengenai apa dan bagaimana sesungguhnya kriteria sel yang dikategorikan sebagai SEHAT? Ternyata sel yang sehat adalah sel yang memiliki pH cenderung Basa.

pH, sederhananya merupakan kependekan dari “power of hydrogen” yakni suatu ukuran dari konsentrasi ion hidrogen dalam tubuh. Skala pH dari 1 hingga 14 dimana angka 7 menunjukkan Netral, kurang dari 7 menunjukkan Asam, dan lebih dari 7 menunjukkan Basa. pH pada darah manusia yang masuk kategori sehat berada pada angka 7.35 hingga 7.45. Tubuh manusia akan berusaha melakukan penyeimbangan pH ini setiap saat. Perubahan pH dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya makanan, pernapasan, aktivitas fisik, dan lain sebagainya

Pada nilai pH sehat tersebut diatas, semua fungsi enzim, protein, dan metabolisme lainnya berjalan secara normal. Berdasarkan pengetahuan itulah kemudian saya mulai melakukan eksplorasi dengan cara meluaskan literasi mengenai apa dan bagaimana pH bekerja pada sel tubuh.

Sebagai praktisi olah napas tentu saja saya berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai pH yang berhubungan dengan kaidah respirasi atau pernapasan. Akhirnya saya menemukan informasi bahwa ada 2 (dua) pola napas yang dapat membuat pH menjadi Asam atau Basa berdasarkan sains. Pola napas pertama disebut dengan Respiratory Alkalosis atau pola napas pembentuk Basa, dan pola napas kedua disebut dengan pola napas pembentuk Asam atau Respiratory Acidosis.

Namun kedua jenis informasi ini oleh dunia medis masuk pada kategori gejala klinis. Meski demikian, setelah saya mempelajari pengetahuan keduanya lebih mendalam, saya menemukan potensi yang luar biasa pada kedua jenis pola napas ini ketika diterapkan pada tubuh manusia dengan penyesuaian. Jadi, pola napas yang semula masuk pada kategori gejala klinis justru dapat dipakai untuk menjadi alat menuju sesuatu yang diinginkan.

Nah, pemahaman mengenai kemampuan memahami pola napas pembentuk Asam dan pola napas pembentuk Basa adalah kunci dari metode ini.

Dari sanalah kemudian istilah Pergeseran Asam-Basa lahir.

(2). Apa perbedaan yang sangat mendasar antara metode kebugaran yang sudah ada yang biasa dilakukan dengan metode kebugaran pergeseran asam basa ini?

Jawab:

Menjawab pertanyaan ini mesti hati-hati karena sangat sensitif. Sebab, saya pribadi tidak ingin menilai metode Kebugaran MP yang sudah ada karena itu lahir dari para pendahulu dan senior lama yang juga saya hormati. Namun, perkembangan zaman memerlukan adanya keberanian untuk melakukan evaluasi yang selama ini saya lihat belum pernah dilakukan.

Pertama, saya sendiri berpendapat tidak ada yang salah dengan metode Kebugaran MP lama. Hanya saja perlu dilihat secara jujur kenapa sampai tidak berkembang dan tidak meluas. Apakah pernah dilakukan evaluasi menyeluruh sehingga metode kebugaran yang sudah ada dapat menjadi potensi dan bukan sekedar ‘asal punya’.

Kedua, mersudi merupakan hak dari setiap anggota MP dan pasti semuanya akan melakukan itu dalam kadarnya masing-masing. Ada yang meluas dan ada yang sekedarnya saja. Ketika proses mersudi itu terjadi, maka bisa saja terjadi perbedaan pandangan dan penafsiran pada sesuatu yang sama. Hal ini dalam konteks mersudi wajar saja mengingat variabel-variabel yang menyebabkan perbedaan ini dapat dipengaruhi oleh pola pikir, latar belakang pendidikan, penyikapan hati, pengetahuan materi keilmuan, keluasan materi keilmuan, kedalaman penguasaan materi keilmuan, dan besarnya semangat dalam mersudi tersebut. Bisa saja ada kemiripan pada suatu hal, dan bisa saja menjadi sedemikian berbeda.

Maka, dengan semangat menghormati hasil mersudi para senior pendahulu yang sudah ada saya memutuskan untuk tidak ingin melakukan penilaian baik atau buruk pada metode kebugaran lama. Saya hanya akan memfokuskan untuk menjelaskan metode hasil mersudi yang saya lakukan saja.

Satu-satunya yang ingin saya jelaskan secara singkat adalah bahwa konsep Self Healing di dalam MP didasarkan pada penguasaan getaran yang dipakai untuk mengobati diri sendiri yang jika merujuk pada informasi lama mengunakan 3 (tiga) hal yakni Sinar Pantul, Sinar Pantul dan Getaran Pantul, serta Getaran Pantul Murni.

Self Healing-nya dilakukan dengan cara ‘menembakkan’ getaran pada lokasi yang bermasalah, kemudian menerima ‘feedback’ informasi dari obyek untuk kemudian diteruskan kepada pemroses (otak dan/atau hati) untuk ditafsirkan menjadi sesuatu yang langsung pada saat itu oleh dirinya. Setelah itu praktisi melakukan suatu ‘aksi’/tindhak berdasarkan ‘feedback’ yang didapatinya.

Tidak ada yang salah dengan hal itu. Namun, pada prakteknya di lapangan, penerapannya cukup mengalami kendala dan hingga saat ini belum pernah ada yang benar-benar dapat melakukan duplikasi kemampuan tersebut pada orang banyak dengan keberhasilan yang tinggi.

Belum pernah ada rumusan latihan yang menghasilkan duplikasi kemampuan sejauh itu yang ajeg baik pada praktisi MP sendiri maupun penerapannya pada peserta yang sakit. Juga belum pernah ada rumusan parameter-parameter apa yang membuat seseorang yang berlatih kebugaran lama dinyatakan ‘sehat’.

Maka, proses menterjemahkan SEHAT ke dalam satu set latihan mesti dipikirkan benar dari segala sisi dan segala aspeknya. Perlu adanya para pemikir yang mau melakukan hal ini dan punya kemampuan untuk memberikan saran dan solusi yang membangun, bisa diwujudkan, bisa diduplikasi, bisa diukur dengan alat ukur, dan bisa dibuktikan secara nyata.

Kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa menggunakan pendekatan PEMAHAMAN BIOKIMIA dengan merujuk pada konsep energi yang didapat dari NUTRISI melalui reaksi Oksidasi. Energi yang dimaksud oleh Kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa adalah sesuatu yang dihasilkan dari pemecahan nutrisi Karbohidrat, Protein, dan Lemak dalam bentuk Glukosa, Lactate, dan Ketone.

Glukosa, Lactate, dan Ketone menjadi sumber energi yang terus digali pemahamannya oleh Kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa ini. Oleh karena ia harus melalui reaksi Oksidasi maka peran Oksigen menjadi sangat vital untuk dipahami bagaimana cara kerjanya pada level selular dan hubungannya dengan ketiga sumber energi diatas (Glukosa, Lactate, dan Ketone).

Sudut pandang Kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa didasarkan pada masa kini dan masa yang akan datang. Yang dimaksud dengan ‘masa kini’ adalah adanya landasan pengetahuan teori yang pengetahuannya berkorelasi pada sains yang sudah berkembang saat ini. Misalnya, pengetahuan mengenai Glukosa, Lactate, dan Ketone itu memiliki banyak sekali rujukan jurnal-jurnal dan buku teks pembelajaran yang dapat dilihat dan dipelajari. Sedangkan yang dimaksud dengan ‘masa yang akan datang’ adalah adanya peluang pengetahuan yang mungkin belum dapat dirujuk oleh pengetahuan sains dan medis saat ini.

Jadi, semua pemahaman yang ada pada Kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa ini bersifat realistis, punya rujukan medis dan sains, dan senantiasa berusaha memiliki rujukan jurnal yang terkait (jika ada) atau yang paling mendekati.

Pada praktek pelaksanaan teknisnya menggunakan pendekatan berbasis STRES MANAJEMEN sebagai dasar untuk memahami biokimia tubuh. Semua level yang ada pada Kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa didasarkan pada bagaimana melakukan penanganan stres secara berjenjang dari yang paling dasar hingga yang paling berat.

Kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa saat ini sudah disusun sebanyak 7 tingkatan yang saya istilahkan dengan Level yakni 1) Level Diam, 2) Level Gerak, 3) Level Beban, 4) Level Alam, 5) Level Kombinasi, 6) Level Khusus, dan 7) Level Inti.

Di dalam Kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa semuanya menggunakan penjelasan Biokimia di level selular. Konsekwensinya, apabila terdapat istilah-istilah yang dipakai banyak merujuk pada zat atau molekul atau proses kimiawi yang ada pada tubuh manusia yang mungkin asing bagi telinga kebanyakan dari praktisi MP maka hal itu adalah suatu keniscayaan, bukan sesuatu yang membuat jadi bingung orang karena memang demikianlah proses ditemukannya.

Mereka yang mempelajari metode ini mesti mau untuk meluaskan literasi dan nalarnya seluas-luasnya secara rasional dan proporsional. Mau belajar istilah-istilah medis secara umum maupun khusus. Membuka kran pengetahuan dari berbagai sumber untuk mengisi pengetahuan pada akal namun dengan tetap membuka pintu seluas-luasnya pada kritik dan saran yang membangun. Bukan untuk merasa menang sendiri seolah hasil mersudinyalah yang paling benar.

Lalu, apakah Kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa ini sama sekali tidak menyentuh aspek Getaran yang menjadi inti dari latihan MP?

Tentu saja Getaran tetap akan dipelajari. Namun, kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa baru akan berkenalan dengan konsep getaran setelah peserta memasuki Level Kombinasi keatas. Disanalah nanti konsep gelombang Elektromagnetik baru dijelaskan dan diaplikasikan.

(3). Apa beda metode latihan untuk menurunkan kadar kolesterol , kadar asam urat, berat badan, kadar diabetes?

Jawab:

Pada Kebugaran MP lama saya tidak tahu. Kemungkinan berbasis gerak, atau getaran. Saya tidak tahu persis. Oleh karena tidak / belum pernah ada riset dan pengukuran pada kebugaran MP lama maka saya tidak tahu apa dan bagaimana mereka yang berlatih dapat menurun gula darah, asam urat, dan kolesterolnya. Bagaimana penjelasannya sampai parameter-parameter itu bisa turun? Lalu kalau misalnya tidak turun maka bagaimana penanganannya? Informasi semacam itu tidak pernah ada secara jelas.

Satu-satunya riset MP resmi yang pernah dilakukan adalah mengenai diabetes yang tertuang dalam buku Normalisasi Diabetes terbitan Yayasan YSHP. Namun didalamnya tidak dijelaskan apa dan mengapa gula darah bisa turun. Juga tidak menggunakan parameter HbA1C sebagai indikator diabetes.

Sejauh pengamatan saya, terdapat 15 (lima belas) riset yang berhubungan dengan pernapasan Merpati Putih yang dapat diakses informasinya melalui mesin pencari di internet. Sebagian dapat dibaca penuh, sebagian lagi hanya ringkasan saja.

Pada Kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa, pemahaman perdana yang harus dikuasai adalah mengenai Glukosa, lebih tepatnya proses Glycolysis atau pemecahan gula. Dari sanalah kemudian semua biokimia diurai. Trigliserida lahir juga dari Metabolisme Glukosa. Cholesterol, Asam Urat, dll juga ada kaitannya dengan Glukosa. Kenapa bisa begitu? Karena Glukosa adalah bahan bakar utama tubuh manusia.

Berikutnya, yang harus dipahami adalah metabolisme Oksigen dan Karbondioksida. Hal ini dikarenakan semua reaksi nutrisi memiliki hanya 2 takdir oksidasi saja yakni Aerobik dan Anaerobik. Dari sanalah kemudian semua turunan reaksi kimia terjadi.

Kemudian, yang harus dipahami adalah mengenai Darah. Apa dan bagaimana darah berperan dalam tubuh. Darah ini khusus dan spesial. Memahami Darah akan membuka pemahaman mengenai banyak rantai biokimia. Hal ini karena meski kecil, fungsi darah sangatlah kompleks. Darah berfungsi dalam hal Transportasi, Proteksi, dan Regulasi berbagai reaksi kimia.

Jika masuk pada pemahaman mengenai Gerak dan Beban, maka peserta diajak untuk memahami Metabolisme Lactate dan Lemak. Karena Lactate dihasilkan dari kebanyakan otot sedangkan pemecahan Lemak pada Liver akan menghasilkan Ketone. Nah, Glukosa, Lactate, dan Ketone semuanya adalah Bahan Bakar sel. Memahami ketiganya akan membuat praktisi dapat melakukan pengaturan ulang pada berbagai parameter kimiawi darah yang anomali hingga menjadi normal kembali.

Terakhir, semua hal yang berhubungan dengan Stress Manajemen terkait pada Sistem Syaraf Otonom pada cabang Syaraf Simpatik, Syaraf Parasimpatik dan Syaraf Enterik akan dipelajari. Ketiga syaraf ini harus dipahami karena menjadi pintu gerbang untuk mempengaruhi banyak aspek metabolisme yang sebelumnya tidak bisa kita perintah menjadi dapat kita perintah.

Jadi, Kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa berusaha membuat peserta memahami bagaimana bahan bakar Glukosa, Lactate, dan Ketone bekerja pada tubuhnya dengan juga berusaha memahami bagaimana sistem syaraf pada tubuhnya bekerja.

(4). Apakah napas kering merupakan inti dari metode ini?

Jawab:

Bukan. Napas kering hanyalah salah satu saja dari yang dipelajari dalam Kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa. Jika ada yang mengatakan bahwa Napas Kering adalah inti dari metode ini maka orang itu belum memahami metode ini secara lengkap. Biasanya baru belajar sebagian saja.

Faktanya, MP memiliki banyak pola napas. Ada napas keras, ada napas halus, ada napas kering, ada napas jepit, dan yang lainnya. Kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa berusaha memetakan setiap pola napas MP menjadi sesuatu yang lebih mudah untuk dipahami dan dapat dijelaskan secara sains.

Adapun yang sudah saya lepas ke masyarakat adalah pemetaan dan pemahaman mengenai Napas Keras dan Napas Kering pada level yang paling dasar dulu dari 7 (tujuh) level yang sudah saya jelaskan diatas. Jika ingin dipadankan dengan terminologi MP, maka pemahaman mengenai Napas Keras ada pada teknik yang saya sebut dengan Teknik Mengakses Syaraf Otonom, sedangkan pemahaman mengenai Napas Kering ada pada teknik yang saya sebut dengan Teknik Optimalisasi pH.

Sedangkan pemahaman mengenai Napas Halus dan Napas Jepit serta berbagai teknik meditasi MP sudah dipetakan namun belum saya lepas ke masyarakat.

(5). Secara garis besar bagaimana metode kebugaran ini?

Jawab:

Jika dijawab dalam sebuah jawaban yang singkat maka kata yang paling pas menggambarkan Kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa adalah konsep PUASA dan STRES MANAJEMEN secara bertingkat. Dimulai dari level selular hingga lapisan fisik yang lebih besar lagi. Menggunakan berbagai macam stressor dalam memahami berbagai metabolisme tubuh.

“MP iku yo awakmu dhewek”, demikian menurut guru besar.

Metode ini terbagi menjadi beberapa pemetaan yakni pemetaan pada pola napas Keras, pola napas Kering, pola napas Halus, dan pola napas Jepit dalam berbagai variasinya berdasarkan yang saya ketahui dan yang saya dapat dari guru-guru saya.

Disusun secara sistematis menggunakan konsep Level yang terdiri dari tujuh level seperti yang saya jelaskan diatas dari mulai yang hanya diam, kemudian bergerak, kemudian diberikan beban, kemudian diberikan latihan alam, dan seterusnya. Memiliki target untuk melakukan pengubahan pada berbagai kimiawi darah dan melakukan normalisasi pada berbagai anomali tubuh. Semua pengukuran didasarkan pada parameter medis dengan uji laboratorium sebagai syarat mutlak mengukur keberhasilan latihan, bukan pematahan benda keras dalam bentuk apapun.

(6). Apa perbedaan hasil dari napas kering yg dilakukan statis dan dinamis?

Jawab:

Napas Kering MP jika dipetakan dengan kaidah pola napas medis akan masuk pada kategori pola napas pembentuk Asam atau Respiratory Acidosis. Pola napas jenis ini akan meningkatkan keasaman dalam tubuh.

Semua pola napas kering menghasilkan kondisi tingkat keasaman yang tinggi dalam tubuh. Dan hal ini kalau sering dilakukan tanpa praktisi mengerti bagaimana cara menetralisir keasaman tersebut hasilnya akan sangat berbahaya. Akan terjadi ketidakstabilan hormon dan fungsi enzim dalam tubuh. Puncaknya, dapat mengalami perubahan metabolisme dan genetik yang ekstrim seperti misalnya mandul dan kerusakan genetik.

Napas Kering yang dilakukan secara statis (tanpa gerakan) akan meningkatkan keasaman tubuh. Sedangkan napas kering yang dilakukan secara dinamis (dengan gerakan) akan meningkatkan percepatan keasaman tubuh.

(7). Apa perbedaan napas pembinaan dengan napas kering dan dengan oksigenisasi?

Jawab:

Napas Pembinaan terdiri dari 3 aspek yakni pola napas yang digunakan, bentuk gerakan, dan akselerator. Pola napas pembinaan dapat menggunakan napas keras, napas halus, napas kering, atau napas jepit. Bentuk gerakan napas pembinaan umumnya terdiri dari Garuda, dorong tarik, kombinasi dorong tarik, pengerahan/penyaluran, dan listrik. Namun terdapat variasi berdasarkan kebijaksanaan pelatih, termasuk pada tingkatan tertentu, berisi lebih banyak gerakan seperti misalnya Surung Geni, Fatma, cokot asu, jagolet, sipat gunung, dan sebagainya. Lalu yang dimaksud akselerator adalah penggunaan aspek abstraksi seperti niat, imajinasi, dan rasa secara khas berdasarkan arahan dari pelatih untuk suatu tujuan tertentu.

Misalnya, apabila ada instruksi untuk melakukan “Garuda Halus” itu pengertiannya adalah pola napas menggunakan Napas Halus, bentuk gerakan menggunakan bentuk Garuda, dan akselerator yang didasarkan pada arahan dari pelatih yang bersangkutan. Jika misalnya ada instruksi melakukan “Garuda biasa” maka pengertiannya adalah pola napas menggunakan Napas Keras, bentuk gerakan menggunakan bentuk Garuda, dan akselerator yang didasarkan pada arahan dari pelatih yang bersangkutan. Dan seterusnya.

Ketika kemudian sebuah Senam Napas Pembinaan dilakukan dengan Napas Kering, maka dalam kajian biokimia dapat dijelaskan sebagai berikut:
– Praktisi melakukan dengan kondisi pH saat itu
– Praktisi akan menyengaja diri untuk meningkatkan keasaman darahnya melalui peningkatan konsentrasi Karbondioksida dan Asam Laktat
– Praktisi akan mengalami hampir semua dampak yang dihasilkan dari kondisi Asam pada tubuh (baik dirasa maupun tidak dirasa)
– Terjadi kondisi stres yang sangat tinggi saat melakukannya
– pH akan menjadi ‘terjun bebas’ menuju asam akibat dari penurunan Oksigen secara sangat cepat

Sedangkan ketika sebuah Senam Napas Pembinaan dilakukan dengan Napas Keras (istilah penanya adalah ‘oksigenasi’) maka dalam kajian biokimia dapat dijelaskan sebagai berikut:
– Praktisi melakukan dengan kondisi pH saat itu
– Terjadi peningkatan stres yang mulai meningkat saat melakukannya
– Terjadi kontraksi otot berdasarkan reaksi aerobik yang melahirkan proses biokimia berdasarkan reaksi aerobik
– Terjadi peningkatan asam laktat secara bertahap
– pH akan turun tidak secara ‘terjun bebas’ akibat dari penurunan Oksigen yang tidak begitu cepat

Terlihat bahwa pH praktisi yang melakukan Napas Kering dan Napas Keras biasa memiliki perbedaan dimana mereka yang melakukan napas kering akan mengalami penurunan Oksigen yang sangat cepat plus akumulasi asam laktat yang sangat cepat sehingga pH akan menjadi ‘terjun bebas’ menuju Asam, sedangkan mereka yang melakukan Napas Keras biasa mengalami penurunan Oksigen secara wajar sehingga pH menurun secara wajar pula.

(8). Apa kegunaan lainnya dari napas kering ini selain utk kebugaran?

Jawab:

Oleh karena Napas Kering masuk pada kategori Respiratory Acidosis atau pola napas pembentuk Asam maka ia menjadi sangat bermanfaat ketika terjadi kondisi tubuh yang terlalu Basa. Namun demikian, napas Kering juga punya istilah lain.

Istilah lain dari Napas Kering adalah Intermitent Hypoxia, yakni suatu kondisi dimana terjadi penyengajaan menahan diri dari mengkonsumsi oksigen cukup dalam waktu tertentu. Dengan kata lain terjadi pembiaran untuk menuju kondisi defisit oksigen dalam waktu tertentu sebelum dikembalikan secara normal.

Berdasakan jurnal, ada banyak sekali manfaat dari Intermittent Hypoxia apabila dilakukan secara benar. Beberapa kegunaan dari Intermittent Hypoxia diantaranya adalah sebagai berikut:

– Peningkatan kondisi Asam menyebabkan terjadinya Internal Stress. Dan semua kondisi stres akan meningkatkan Glukosa akibat dari reaksi Gluconeogenesis (pembentukan Glukosa mandiri dalam Liver). Efeknya dapat meningkatkan gula darah. Maka ia dapat dipakai sebagai solusi alternatif pada mereka yang kebetulan menderita gula darah sangat rendah pada suatu saat dimana ia lupa membawa makanan yang bergula tinggi.

– Oleh karena setiap kondisi stres akan meningkatkan produksi hormon Cortisol dan salah satu efek dari Cortisol adalah peningkatan fokus maka napas kering dapat dimanfaatkan untuk aktifitas yang memicu fokus atau memerlukan fokus.

– Intermittent Hypoxia dapat meningkatkan sensitivitas hormon Insulin, menurunkan Gula Darah, membongkar Lemak, meningkatkan reaksi imunitas tubuh, merangsang pertumbuhan pembuluh darah, melebarkan pembuluh darah, dan sebagainya.

– Dan banyak lagi manfaat dari napas Kering jika ingin dibedah dari sisi metabolisme.

(9). Saya sering membaca dan melihat MP Pontianak menulis di Facebook mengenai pH Asam Basa dll, apakah metodenya sama ya mas?

Jawab:

Pontianak memang menggunakan metode kebugaran yang saya kembangkan. Sejauh ini ada 4 (empat) cabang yang sudah mulai belajar kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa. Cabang-cabang tersebut adalah sebagai berikut:

– Cabang Palembang, sebagai pioneer dimana saya mengenalkan metode ini sejak 2015 lalu. Dilaksanakan pertama kali di komplek Pusri Palembang sebanyak ± 40 orang, kemudian di kantor Inspektorat Palembang sebanyak ± 25 orang.
– Cabang Pontianak, cabang kedua yang saya perkenalkan metode ini bulan Oktober 2017. Kemudian beberapa kali saya melakukan penetrasi di beberapa tempat disana seperti Hotel Orchard sebanyak ± 40 orang, Kampus Universitas Tanjungpura sebanyak ± 120 orang, Pemkot Pontianak Divisi Sumber Daya Air sebanyak ± 30 orang, dan Polres Pontianak sebanyak ± 40 orang.
– Cabang Makassar, cabang ketiga yang berkenalan dengan metode ini di bulan Februari 2018. Dilaksanakan di Kampus Universitas Hasanuddin sebanyak ± 30 orang.
– Cabang Lampung, cabang keempat yang berkenalan dengan metode ini di bulan April 2018. Dilaksanakan di Kampus IIB Dharmajaya sebanyak ± 200 orang.

(10). Kalau melihat postingan dari MP Pontianak yang menggunakan istilah Asam-Basa apakah idenya dasarnya dari mas sendiri ataukah mas yang idenya dari sana?

Jawab:

Semua terminologi Pergeseran Asam-Basa yang dipakai di Pontianak berasal dari metode saya. Sebelum kedatangan saya ke Pontianak, kebugaran yang diajarkan disana (dan hampir di semua cabang yang saya datangi) sama sekali tidak memiliki konsep mengenai terminologi yang dipergunakan dan detail penjelasan, cara pengukuran dan apa yang menjadi ukuran, sistematika latihan, dan sebagainya. Hanya cara latihan kebugaran saja dalam bentuk senam-senam, pernapasan, dan latihan getaran. Sementara, kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa memiliki konsep, landasan, dan implementasi yang sangat jelas.

Jadi, “bibitnya” semua dimulai dari sini yang kemudian tumbuh dan berkembang disana.

Apabila kemudian sebuah cabang ingin mengembangkan sendiri maka saya tidak pernah mempermasalahkan. Silahkan dilakukan. Niat saya ingin menjadikan ladang amal jariyah yang mudah-mudahan menjadi jalan hidayah bagi siapapun yang mempelajarinya dan termasuk juga menjadi jalan pahala yang tidak ada putusnya bagi saya dan bagi guru-guru saya terus bersambung keatasnya. Insya Allah.

Saya tetap mendoakan yang terbaik dan tetap berprasangka baik. Sebab terbukti secara medis bahwa prasangka baik itu sangat menyehatkan. Maka lakukanlah.

Apapun hasil ‘temuan’ dimanapun, apabila itu memiliki dampak yang baik bagi masyarakat maka saya sudah cukup senang melihatnya. Misalnya, terjadi perbaikan pada peserta dari sisi gula darah dalam waktu relatif singkat, perbaikan thyroid yang semula membesar kemudian bisa mengecil, perbaikan Hepatitis yang semula didagnosis medis selalu ada kemudian bisa ‘undetected’, dan beberapa yang telah dipublikasikan disana. Hal ini menunjukkan ‘bibit’ yang saya tanam berhasil ‘disirami’ dengan baik.

Sebaliknya, apabila ada peserta yang mengalami anomali pada teknik saya yang dikembangkan oleh seseorang tanpa konsultasi, silahkan yang bermasalah hubungi saya secara pribadi nanti akan dikembalikan ke jalan yang semestinya. Bisa saja hal itu terjadi karena kekurangtahuan ‘pengembang’ tersebut pada detail biokimia dan dampak yang mungkin terjadi di dalamnya. Akan selalu ada dampak yang lahir dari pengembangan tanpa konsep dan landasan teori yang jelas.

Intinya, jika ingin maju bersama maka bersinergilah. Berjalan sendiri-sendiri tanpa dukungan riset dan alat ukur yang memadai tidaklah akan menghasilkan sesuatu yang besar ke depannya. Akan sulit bagi siapapun yang tidak mau bersinergi untuk maju baik secara teori maupun praktek apabila tidak didukung oleh riset yang bagus, alat ukur, dan dukungan medis (instansi maupun dokter secara individu) yang kuat.

Dari sisi saya pribadi, dukungan dokter-dokter dan klinik dengan alat uji standar ISO yang lengkap bisa saya pergunakan kapan saja. Sementara pada mereka yang memutuskan berjalan sendiri tidak akan pernah mendapatkan dukungan sejauh itu. Plus update pengetahuan dari temuan-temuan terbaru saya disini yang diukur menggunakan alat ukur laboratorium yang memadai.

Demikian.

Wallahualam.

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →

8 Comments on “Apa itu Metode Pergeseran Asam-Basa”

  1. Pingback: viagra otc
  2. Pingback: cialis online
  3. Pingback: cialis 5 mg
  4. Pingback: viagra for sale
  5. Pingback: impotence pills

Comments are closed.