Kunci Keberhasilan Melakukan “Mersudi”

Saya sering ditanya, bagaimana caranya menemukan sebanyak ini mersudi kebugaran dan dengan hasil yang sampai sejauh ini?

Barangkali, tulisan ini bisa sedikit banyak membantu memberikan gambaran mengenai cara melatih Kekuatan Rasa secara sederhana dan mudah namun dengan hasil yang sangat powerful!

Cara mengaplikasikan “Kekuatan Rasa” dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya bisa dibikin sederhana saja.

Kalau kita ingin diserang dengan beragam kesialan, maka banyak-banyaklah melakukan kebiasaan negatif. Sehingga dominan berperasaan negatif, seperti rajin mengeluh, suka marah-marah, hobi dengki, memendam dan menyebar kebencian, gemar menceritakan kejelekan orang lain, lagi-lagi curiga, dan sejenisnya.

Namun, jika kita ingin dihujani dengan beragam keberuntungan, maka banyak-banyaklah berada di dalam ‘zona feel good’ (perasaan nyaman) seperti syukur, ikhlas, pasrah, bahagia, damai, tenang, humoris, dan sejenisnya.
Apapun pilihan anda, boleh-boleh saja. Setiap pilihan memiliki konsekuensi. Simple kan?

Getaran, frekuensi vibrasi (rasa dari hati) yang kita pancarkan itulah yang akan kita tarik ke dalam kehidupan kita.

Jika kita dapat ilmu dari seseorang lalu kita mendapat keberuntungan dari ilmu entah dalam bentuk pengakuan, finansial, dan sebagainya, namun kita malah “ngomongin” hal-hal yang buruk mengenai pemberi ilmu itu kepada murid-murid kita atau kepada orang lain maka percayalah kelak ilmu yang didapatkannya akan kering dan sulit berkembang.

Ilmu yang manfaat adalah yang dirinya sendiri mendapat manfaat dari ilmu itu dan orang lain juga mendapat manfaat darinya. Bibit ilmunya bagus sehingga bisa “ditanam” kepada siapa saja dengan hasil yang baik. Maka ilmu itu akan jadi amal jariah sampai kapanpun. Diakui ataupun tidak.

Inilah keberkahan ilmu.

Maka, berhati-hatilah dengan rasa hati. Sebab ia akan menarik frekwensi yang sejenis.

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,
MG

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →