Progres Paliatif Kanker Payudara Metastasis Paru – 14 Oktober 2018

Perkembangan pasien kanker dengan riwayat kanker payudara yang kemudian terjadi metastasis pada paru-paru sehingga menyebabkan munculnya cairan paru hingga 2 liter dan harus disedot beberapa kali.

Hasil uji laboratorium di Surabaya menyatakan suspek Adenokarsinoma atau kanker paru-paru. Keluarganya shock. Yang kanker payudara saja belum sembuh, ini ditambah lagi Adenokarsinoma.

Qadarullah, ibunya ikut event saya ketika menjelaskan bagaimana potensi olah napas bisa dipakai untuk melakukan stress management tubuh dan sekaligus membalik anomali sel (tumor, kista, kanker). Bagaimana pendekatan Reversing Canver Possibilities bisa dipakai untuk menutup jalur metabolisme kanker dari berberapa arah, tidak sekedar pH.

Kemudian, setelah dipertimbangkan oleh keluarga besarnya diputuskan untuk mencoba pendekatan olah napas dengan metode Pergeseran Asam-Basa materi khusus kanker.

Pasien kemudian mulai berlatih Kebugaran dengan metode Pergeseran Asam-Basa untuk program Reversing Cancer Possibilities yang sudah berjalan selama 36x pertemuan dengan hasil sbb:

– Kondisi awal saat saya datang, selalu tidak bisa lepas dari tabung oksigen. Dimana-mana disediakan tabung oksigen (dapur, halaman, kamar, WC, dll) dan termasuk tabung kecil.

– Fisik lemah dengan berat badan menyusut drastis dari 60-an kg menjadi 40-an saja.

– Terdapat banyak parasit di dalam tubuhnya seperti cacing, jamur, dsb.

– Sering muntah karena setiap makanan yang masuk berasa tertolak oleh perutnya. Hal ini membuat pasien kehilangan hasrat makan dan makin memperparah kondisinya.

– Pengukuran nilai SpO2 tidak pernah melebihi 90% dalam kondisi tanpa tabung oksigen dan tidak bisa melebihi 93% dalam kondisi dengan tabung oksigen. Padahal standar normalnya harus diatas 95%.

– Nilai BPM selalu diatas 100 dengan terendah di 96.

– pH selalu berada pada nilai 5-6 skala kertas Litmus.

Berbekal pengalaman menangani kasus serupa, standar operasional prosedur dijalankan. Setelah 36x pertemuan, hasilnya terlihat mulai terjadi perubahan drastis.

– SpO2 sudah bisa naik hingga 98% dengan rata-rata pada angka 95-96% dengan kondisi setelah latihan dan tanpa tabung oksigen.

– Frekwensi pemakaian tabung oksigen drastis menurun dimana sehari hanya 2x maksimal 4x saja dan dengan durasi yang pendek.

– Makanan sudah mulai bisa masuk sehingga mulai menaikkan berat badan.

– Mental sudah mulai tenang, efeknya terjadi penurunan BPM pada range 80-90 per menit.

– Semangat hidup mulai pulih.

– pH mulai distabilkan pada angka 7-8 skala kertas Litmus.

– Hasil medical checkup ke dokter semua parasit sudah tidak ditemukan lagi. Hanya tinggal sedikit jamur yang relatif mudah untuk diperbaiki.

– Cairan yang semula hampir 2 liter, kemudian menurun hingga 450ml, dan sekarang hanya tinggal 40-an ml. Tidak diperlukan lagi penyedotan cairan dan mengingat trend menurun maka kemungkinan bulan depan sudah bersih dari cairan paru yang berlebih.

Ibunda pasien merasa sangat senang dengan perkembangan anaknya yang makin membaik dan meningkatkan semangat hidup. Diputuskan untuk melanjutkan program ini sampai tuntas. Semua hasil pengukuran disepakati menggunakan uji laboratorium di rumah sakit. Patuh pada saran dan nasehat dokter serta paralel dengan berlatih rutin Kebugaran metode Pergeseran Asam-Basa.

Frekwensi yang semula setiap hari, kini sudah bisa diturunkan menjadi seminggu 3x saja.

Alhamdulillah.

Semoga berkah dan rahmat Allah tercurah kepada guru besar MP, mas Budisantoso dan mas Poeng, serta para senior yang berkontribusi pada kesehatan.

Jagalah selalu kesehatan Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

Salam hangat,
MG

Perubahan pH sebelum dan sesudah latihan
BPM yang semula diatas 100 kini sudah bisa mencapai 80-an
Tekanan darah distabilkan dengan selisih kurleb 40
Ibunya senang sekali dengan perkembangannya

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →