Peluruhan Lemak

PELURUHAN LEMAK

Kemarin ada yang bertanya bagaimana cara saya memandang strategi peluruhan lemak dimana kebanyakan orang hanya tahu bahwa lemak dibakar melalui reaksi oksidasi via latihan aerobik.

Baiklah saya akan coba jawab.

Jika postingan saya sebelumnya membahas mengenai bagaimana saya memberikan solusi untuk masalah Hyperglikemia (kelebihan gula darah) dari sudut pandang biokimia dan bagaimana jalur metabolisme bisa dibelokkan sedemikian rupa menggunakan daya yang ada pada HIF (Hypoxia-Inducible-Factor), maka teknik pemecahan lemak juga tidak jauh dari itu.

Seperti yang saya beritahu kemarin bahwa kunci pada metode saya adalah pemahaman pada HIF menggunakan kaidah biokimia.

Saya coba ringkas dalam beberapa paragraf. Semoga bisa dimengerti meskipun ini pelajaran 32 SKS sendiri πŸ™‚

HIF singkatan dari Hypoxia-Inducible-Factor yakni sebuah faktor transkripsi yang merupakan Regulator Oksigen di dalam tubuh. Setiap prosentase Oksigen yang masuk ke dalam tubuh dan didistribusikan ke seluruh jaringan akan diatur oleh HIF. Ketika misalnya terjadi perbedaan tekanan atau prosentase, maka HIF akan mengaktifkan subnit-subunit yang akan melakukan perubahan jalur metabolisme sekejap saat itu juga berdasarkan kondisi Oksigen yang sedang terjadi di dalam tubuh.

Subunit-subunit HIF yang saat ini sudah saya catat dan eksplorasi ada 6 subunit yang masing-masing memiliki karakteristik fungsi tersendiri. Subunit ini merupakan protein yang khas yang sangat peka terhadap oksigen. Keenam subunit tersebut adalah:

  1. HIF-1 Alpha (HIF-1A)
  2. HIF-1 Beta (HIF-1B)
  3. HIF-2 Alpha (HIF-2A)
  4. HIF-2 Beta (HIF-2B)
  5. HIF-3 Alpha (HIF-3A)
  6. HIF-3 Beta (HIF-3B)

Kapan waktu nanti saya jelaskan secara terpisah. πŸ™‚

Sederhananya, masing-masing subunit ini akan mampu melakukan pergeseran metabolisme dalam tubuh berdasarkan kadar oksigen yang ada di dalam tubuh. Dalam pemahaman saya, ini adalah sains mengenai kaidah olah napas.

Baiklah, mari kita kembali kepada peluruhan lemak.

Normalnya, seseorang latihan aerobik selama periode waktu tertentu (umumnya diatas 30 menit) untuk dapat menghasilkan efek pembakaran lemak. Silahkan dibaca kembali postingan saya sebelum ini mengenai Hyperglikemia pada bagian latihan aerobik dan bagaimana ia melakukan peluruhan lemak. Latihan aerobik adalah mekanisme yang normal dan Anda dapat menggunakan pendekatan itu. Latihan ini bersifat ‘menguras’ Glukosa dan cadangan Glukosa pada Liver dan Otot (yang disebut dengan Glycogen), barulah kemudian ia menguras lemak. Pada latihan aerobik umumnya tidak dihasilkan kondisi stres dalam tubuh karena biasanya Anda enjoy dalam menjalaninya.

Kemarin saya singgung sedikit mengenai bagaimana protein HIF-1 Alpha mampu membelokkan metabolisme dari Oksidatif Phosphorilatif (OXPHOS) menjadi Glycolysis dibawah Hypoxic (efek Pasteur) dan Glycolysis dibawah Normoxic (disebut pseudoHypoxia atau efek Warburg) dengan cara melakukan bloking terhadap enzim PDH (Pyruvate DeHydrogenase) via enzim PDK1 (Pyruvate DeHydrogenase Kinase 1) sehingga Pyruvate dibelokkan menjadi Asam Laktat alih-alih masuk ke Siklus Krebs. Nah, sebelum saya jelaskan bagaimana HIF-1 Alpha yang juga mampu meningkatkan pemecahan lemak, mari kita pahami bagaimana Degradasi Asam Lemak. Lagi, pemahaman ini ada di level biokimia.

Degradasi Asam Lemak terdiri dari 3 tahap sebagai berikut:

  1. Lipolysis atau pemecahan lemak, pelepasan lemak dari jaringan lemak menjadi asam lemak bebas (FFA / free fatty acid). Pemicu terjadinya adalah tingginya kadar hormon Epinephrine, tingginya kadar Glucagon dalam darah, tingginya kadar Norepinephrine yang disekresikan oleh Syaraf Simpatik pada jaringan lemak.
  2. Aktivasi dan transport melalui proses Fatty Acid Oxidation hasilnya ke dalam Mitokondria untuk membentuk reaksi Oksidasi Mitokondria. Reaksi Oksidasi Mitokondria terdiri dari tiga proses: pertama: konversi asam lemak menjadi 2 unit Acetyl Co-A, kedua: Acetyl Co-A akan memasuki Siklus Krebs untuk menghasilkan energi, ketiga: Electron Transport Chain bereaksi secara normal dan alamiah
  3. Reaksi Beta-Oksidasi, merupakan reaksi katabolik yang salah satunya terjadi di dalam Mitokondria untuk menghasilkan Acetyl-CoA yang merupakan entri molekul pada Siklus Krebs.

Pada point 1, Glucagon merupakan hormon yang diproduksi oleh Alpha Cell di dalam Pankreas yang fungsinya melakukan peningkatkan pemecahan lemak (Lipolysis). Hormon ini akan muncul ketika seseorang melakukan Puasa makanan dalam jangka waktu tertentu. Epinephrine biasa disebut Adrenalin merupakan sejenis hormon stres yang diproduksi oleh Ginjal yang akan menjadi respon terhadap terjadinya peningkatan stres pada tubuh. Stres yang meningkat akan mengaktifkan protein UCN2 (Urocortin-2). UCN2 terdapat pada sekitar 27 jaringan tubuh dan dapat digunakan sebagai penanda mengenai sering atau tidaknya tubuh mengkonsumsi gula dan lemak. UCN2 paling banyak terdapat pada jaringan endothelial, salah satunya .. lemak.
Perhatikan pada Gambar-3, kondisi Hypoxia menyebabkan protein HIF-1A aktif dan mulai mengaktifkan UCN2 untuk kemudia mengaktifkan UCN3 hingga merangsang terjadinya Lipolysis (pemecahan lemak).

Perhatikan juga pada Gambar-1 terlihat bahwa penurunan Oksigen menyebabkan HIF-1 aktif pada sel lemak (adipocyte) dan menyebabkan oksidasi FA (fatty acid) akan turun. Efeknya, jalur metabolisme mulai berganti, Insulin terhalang untuk masuk, Glycolysis jadi tidak bisa untuk menyimpan Lemak akibat Insulin terhalang dan ia berubah menjadi Lactate dan keluar dari sel lemak.

Nah, pada Gambar-2 bisa lebi jelas lagi dapat dilihat bagaimana mekanisme biokimia pada Lipogenesis dan Lipolysis. HIF-1 akan mengaktifkan jalur transkripsi genetik yang berbeda (perhatikan warna merah yang saya tandai) sehingga memicu terjadinya Lipolysis (pemecahan lemak).

Jika didetailkan lagi, protein HIF-1A yang akan mengaktifkan protein UCN2 (Urocortin-2) yang akan memicu aktifnya UCN3 (Urocortin-3). UCN3 akan melakukan bloking terhadap beta-pankreas untuk memproduksi Insulin. Berikutnya, reaksi biokimia pemecahan lemak terjadi seperti penjelasan diatas.

Jadi, teknik pemecahan lemak pada metode saya berbeda dengan metode Aerobik diatas. Jalur yang ditempuhnya berbeda namun hasil akhirnya sama yakni pemecahan lemak. Tapi dengan solusi yang lebih efisien dan efektif. Lebih cepat dan lebih tepat.

No magic. Pure science.

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,
MG

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →