Apakah Anda Terlalu “Manis”?

APAKAH ANDA TERLALU “MANIS”?
(Bagian 1)

Oleh: Mas Gunggung


Saya sering menjumpai banyak orang yang sama sekali tidak peduli dengan bagaimana gula darah bekerja pada tubuhnya, berapa nilai normal gula darah yang semestinya ia harus jaga. Pokoknya asal pikirannya merasa bahwa ia tidak apa-apa maka ia akan menganggap bahwa tubuhnya juga akan berperilaku sama. Itu tidaklah benar sepenuhnya.

Seringkali juga kita hanya menganggap bahwa hanya para penderita diabetes sajalah yang harus peduli pada gula darah di tubuhnya, padahal itu tidaklah juga benar. Anda perlu memeriksa kadar gula darah tidak peduli Anda mengidap diabetes ataupun tidak. Gula darah adalah kunci dari keseluruhan kesehatan tubuh kita sebab banyak dari fungsi-fungsi metabolisme dalam tubuh kita bergantung pada kondisi gula darah yang sehat.

Terdapat 2 (dua) regulasi yang sangat penting dalam tubuh kita yakni Kadar Gula Darah dan pH Darah. Mempunyai fungsi gula darah yang normal adalah kunci bagi kesehatan yang optimal. Pada para penikmat karbohidrat, protein, dan lemak, gula darah harus selalu dijaga pada nilai antara 80 hingga 100 mg/dL dimana nilai optimal berada pada 75-80 mg/dL. Dijaga juga nilai Asam Urat dibawah 7 dan nilai Kolesterol selalu dibawah 200. Itu adalah gambaran umum yang mudah dideteksi dengan menggunakan alat ukur yang banyak beredar di masyarakat. Adapun jika lebih spesifik lagi maka Kolesterol dapat dibagai menjadi LDL dan HDL serta Trigliserida. Namun itu berada diluar pembahasan tulisan ini.

Semakin rendah kita dapat menjaga kadar gula darah, dengan tanpa mengalami gejala, maka kesehatan dan fungsi metabolisme kita akan menjadi semakin optimal. Orang-orang yang dapat menjaga kadar gula darahnya selalu berada diantara 70-85 mg/dL akan memiliki kecenderungan fungsi metabolisme tubuh yang optimal. Nilai kadar gula darah pada batas antara 70-85 mg/dL itu setara dengan jumlah gula pasir sebanyak satu sendok teh, atau sekitar 5 gram (20 kkal). Jadi, pada keseluruhan volume darah manusia yang berkisar antara 5-7 liter hanya dibutuhkan gula darah antara 5-6 gram saja. Bahkan pada mereka dengan berat dibawah 70 gram, kadar gula darah hanya 4 gram saja dari keseluruhan volume.

Ketika kita makan, nutrisi yang berasal dari makanan (karbohidrat, protein, dan lemak) akan dipecah oleh sistem pencernaan melalui enzim. Apapun yang kita makan akan dikonversi menjadi Glukosa dengan berbagai prosentasenya sebagai berikut:

  1. Karbohidrat, akan dikonversi menjadi 100% glukosa
  2. Protein, akan dikonversi menjadi 56% glukosa
  3. Lemak, akan dikonversi menjadi 10% glukosa

Ketika kelebihan gula mulai membanjiri peredaran darah, sistem tubuh akan mengaktifkan Beta Cell dari Pankreas untuk memproduksi hormon Insulin. Insulin ini yang kemudian akan mendorong Glukosa untuk masuk ke dalam sel pada bagian mitokondria dan membuatnya menjadi sumber energi. Tubuh kita membutuhkan Insulin untuk mentransportasikan glukosa, namun kita tidak membutuhkan dalam jumlah banyak terus menerus. Glukosa adalah salah satu sumber energi, namun kelebihan glukosa akan menjadi racun bagi tubuh. Tubuh akan berusaha sangat keras untuk segera memasukkan glukosa ke dalam sel karena ia tidak boleh dibiarkan terlalu lama berada dalam peredaran darah.

Ketika tubuh kita kelebihan glukosa pada aliran darah (lebih dari 5-6 gram) oleh karena konsumsi karbohidrat lebih banyak dari yang tubuh butuhkan, maka Insulin akan diproduksi dan salah satu dari 3 hal ini akan terjadi:

  1. Glukosa akan segera digunakan sebagai sumber energi
  2. Jika tidak dipakai sebagai sumber energi maka Insulin akan mengkonversi Glucose menjadi cadangan Lemak
  3. Liver akan mengkonversi Glukosa menjadi Glycogen dan menyimpannya

Selain liver, serat otot akan mengkonversi gula darah menjadi Glycogen dan menyimpannya. Ketika kita berolahraga fisik maka kita akan dapat menggunakan cadangan gula darah disana. Jika Liver dan serat otot terlalu penuh untuk penyimpanan maka kelebihan gula darah tersebut akan dikonversi menjadi Trigliserida dan Kolesterol untuk nanti akan dikonversi menjadi Lemak.

Percaya atau tidak, nilai Trigliserida yang tinggi terjadi karena kelebihan konsumsi gula. Tidak perlu waktu lama untuk memasukkan gula ke dalam penyimpanan gula dalam tubuh, jika terjadi konsumsi gula darah berlebih harian secara rutin dan orang tersebut tidak aktif bergerak maka sudah dipastikan berat badan akan meningkat. Sebaliknya, ketika konsumsi karbohidrat dikurangi melalui tingkat aktivitas fisik yang rutin maka gula yang disimpan tersebut akan dikeluarkan dan dikonversi balik menjadi asam lemak untuk energi, dan ini akan menyebabkan terjadinya penurunan berat badan.

Jika tubuh kita menyimpan kelebihan gula menjadi lemak, itu artinya bahwa hormon Glucagon tidak dikeluarkan dengan semestinya. Ini juga berarti bahwa tubuh kita kurang gerak. Meski demikan, ada beberapa sumber lain yang menyebabkan kenaikan gula darah dalam tubuh secara mandiri (proses ini disebut dengan Gluconeogenesis) sebagai berikut:

  1. Hormon stress
  2. Kurang tidur
  3. Infeksi
  4. Trauma

Ketika gula darah terlalu rendah, hormon Glucagon akan akan memainkan perannya. Glucagon merupakan hormon yang fungsinya berkebalikan dengan Insulin. Ia adalah jenis hormon yang akan melakukan me-metabolisme lemak. Pada saat tubuh mengalami kekurangan gula darah (Hipoglikemia), maka Alpha Cell dari Pankreas akan melepaskan hormom Glucagon yang akan menstimulasi Liver untuk segera mengkonversi Glycogen (cadangan Glucose) untuk menjadi Glucose dan melepaskannya ke aliran darah. Proses ini disebut dengan Glycogenolysis. Sel otot akan membebaskan Glucose untuk kebutuhannya sendiri ketika gula darah terdeteksi rendah. Trigliserida dan Kolesterol akan dikoversi balik menjadi Glucose dan dilepaskan ke aliran darah.

Sederhananya, setiap kali terjadi kenaikan kadar gula darah dalam tubuh maka sebanyak kenaikan itulah Insulin akan dikeluarkan. Jika pola kebiasaan Anda sering sekali makan maka hormon Insulin akan sering dikeluarkan oleh tubuh dan dipaksa untuk memasukkan gula darah ke dalam sel. Jika hal itu terjadi maka terdapat 2 (dua) masalah sebagai berikut:

  1. Terdapat jangka waktu proses dimana gula darah ini akan turun oleh karena kerja Insulin. Kapan? Yakni 2-3 jam setelah makan dengan idealnya 4-5 jam setelah makan. Jadi, apabila Anda makan jam 12 siang, kemudian ‘ngemil’ jam 1 siang maka itu belum cukup waktu Insulin untuk bekerja maksimal. Apalagi jika Anda melakukan makan besar lagi pada jam 2 maka Insulin akan bekerja lebih keras untuk mengatasi kelebihan gula darah tersebut.
  2. Ketika beberapa bagian tubuh Anda yang bertugas menyimpan gula darah sudah penuh, maka kelebihan gula darah ini akan bersirkulasi di peredaran darah, menunggu ia dipakai oleh sebuah aktivitas. Jika tidak, berarti Pankreas akan memicu lebih banyak Insulin namun tidak tahu harus memasukkan kemana. Maka ia menjalankan fungsi sebagai konverter gula darah menjadi Lemak dalam berbagai bentuknya.

Apabila dua hal diatas dilakukan terus menerus maka terjadilah kondisi yang disebut dengan Insulin Resistant. Lahirlah penyakit Diabetes Tipe II.

Perhatikan skenario umum yang sering Anda lakukan. Misalnya, Anda memakan makanan dengan tingkat karbohidrat tinggi pada pagi hari. Pada saat itu level gula darah akan meningkat dan Insulin akan dikeluarkan dari Pankreas untuk menurunkan gula darah. Ingat, kelebihan gula darah adalah racun. Maka, kelebihan gula darah ini harus dipakai atau disimpan. Polanya akan selalu begitu. Insulin akan berusaha untuk membawa gula darah memasuki sel. Namun jika sel itu sedang penuh maka ia tidak akan dapat melakukannya. Setiap kelebihan gula darah akan selalu menyebabkan produksi Insulin yang berlebih.

Perlu diketahui bahwa hanya kurang dari 1% dari Pankreas difungsikan untuk memproduksi Insulin. Bayangkan, dari keseluruhan 100% Pankreas, bagian yang dikhususkan untuk memproduksi Insulin hanya kurang dari 1% saja!

Jadi, ketika gula darah yang tinggi berhasil diturunkan oleh Insulin, maka gula darah akan turun dan jika ia turun dibawah batas normal maka hormon Glucagon akan dikeluarkan untuk menormalkannya kembali. Terdapat juga skenario bahwa ketika gula darah menjadi rendah, maka tubuh akan memproduksi hormon stres yakni Cortisol agar gula darah kembali mencapai batas yang normal. Lihatlah, sebenarnya tubuh Anda didesain sangat canggih untuk bekerja pada berbagai skenario. Maka pahamilah bagaiman skenario itu terjadi.

Ulangilah skenario umum diatas setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, dan hampir sepanjang tahun, maka dipastkan Anda akan mengalami Insulin Resistant dan Diabetes Tipe II.

Jika Anda menderita diabetes, Anda harus memeriksa kadar gula darah setelah makan besar, sebelum dan sesudah olahraga, dan saat Anda merasa sakit. Apa yang Anda makan dan apa yang Anda lakukan untuk aktivitas fisik memengaruhi gula darah Anda. Tetapi tidak ada cara untuk mengetahui efeknya kecuali Anda menguji gula darah Anda. Alat pengukur glukosa digunakan untuk menguji kadar gula darah sehingga Anda dapat melihat apakah level Anda berada dalam kisaran target yang diharapkan.

Nah, masih tidak mau peduli juga dengan gula darah?

Nantikan tulisan saya selanjutnya yang akan berisi pengetahuan mengenai:

  • Glycation (glikasi), yakni perlekatan antara glukosa dengan protein/lemak tanpa bantuan enzim
  • HbA1C, yakni gula darah yang melekat
  • Glycogen dan strategi memecahnya via jalur respirasi
  • Glycolysis, yakni pemecahan molekul glukosa menjadi energi
  • Strategi jalur pernapasan dalam memecah Glukosa, Glycogen, dan Glycation, serta menurunkan HbA1C

Ingin lebih jelasnya lewat praktek? Datang saja pada Seminar dan Workshop Normalisasi Diabates yang akan segera hadir jadwalnya di beberapa kota. Anda akan mendapatkan pengetahuan detail mengenai Glucose, Glycogen, Glycation, Glycolysis, dan strategi jalur biokimia pernapasan yang dapat membongkar semuanya.

Salam hangat,
MG

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →