Perawatan Paliatif

PERAWATAN PALIATIF

Oleh: Mas Gunggung


Merdeka!

Merdeka!

Merdeka!

Beberapa ke-MERDEKA-an yang sudah dilewati:

  1. Para lansia purnawirawan, sebanyak 12 orang, MERDEKA dari berbagai masalah kesehatan yang selama ini mengganggu kehidupannya
  2. Pasien kanker payudara stadium 3 kini sudah MERDEKA dari sakitnya dan dinyatakan pulih 100%
  3. Pasien kanker paru-paru stadium 4 usia 48 tahun kini sudah MERDEKA dari sakitnya dan menjalani kehidupan normal
  4. Pasien kanker paru-paru stadium 4 usia 54 tahun kini sudah MERDEKA dari efek samping obat kemo oral yang selama ini terjadi kepadanya (diare, kulit pecah-pecah, jerawat, badan gatal-gatal, dan sariawan)
  5. Pasien hipertensi dan panic attack akut yang selama ini selalu menggantungkan hidupnya dengan konsumsi Xanax dan obat tidur kini sudah MERDEKA dari Xanax sepenuhnya
  6. Dan banyak lagi…

Adapun ke-MERDEKA-an yang mulai terjadi di klinik saat ini:

  1. Pasien Diabetes Melitus Tipe II yang setiap malam selau buang air kecil diatas 5x kini sudah MERDEKA dari diabetesnya dan menjalani kehidupan normal dalam 14x pertemuan.
  2. Pasien Gagal Ginjal Stadium Akhir yang selalu letih lemas, kencing sakit, stamina rendah, kini sudah MERDEKA dari kendala itu dan tubuhnya mulai melakukan recovery secara bertahap.
  3. Pasien Pembengkakan Kelenjar Tiroid selama bertahun-tahun kini sudah merasakan terjadinya pengecilan ukuran massa tiroid, stamina meningkat, daya tahan tinggi, naik tangga 3 lantai sudah sangat mudah tanpa terengah-engah hanya dalam 14x pertemuan.
  4. Pasien Hiperlipidemia yang juga ada kendala pada masalah kejantanan kini sudah MERDEKA dari masalah disfungsi ereksi dan sudah normal kembali seperti biasa juga dalam 14x pertemuan.

Selain itu, ke-MERDEKA-an yang terjadi bagi pada mereka yang berlatih metode Kebugaran Pergeseran Asam-Basa ini adalah merdeka dari kekurangan pengetahuan mengenai kaidah olah napas. Membuat peserta menjadi lebih mengerti apa dan bagaimana tubuh ini bekerja dan mengerti bagaimana menempatkan olah napas dalam mengoptimalkan fungsi tubuhnya. Peserta memahami bahwa dalam hidup dan kehidupan akan selalu terdapat dan terjadi stress dalam bentuk apapun. Melalui latihan olah napas ini peserta diajari bagaimana caranya melakukan manajemen stres dan penanganan stres untuk menghasilkan respon yang baik sehingga respon stres itu bermanfaat bagi dirinya dalam melakukan berbagai perubahan yang diinginkan. Puncaknya, peserta diajari bagaimana caranya memperpendek jarak antara aspek abstraksi dengan aspek fisik.

Sedangkan ke-MERDEKA-an yang terjadi pada peserta yang ikut Wisata Bugar dan rutin berlatih adalah terjaganya kesehatan mereka sepanjang hari dari berbagai masalah kesehatan ringan maupun berat. Pengetahuan yang didapatkan dari Wisata Bugar dapat dipakai untuk mengkondisikan dirinya membaik dari waktu ke waktu. Setiap lokasi Wisata Bugar yang diadakan di banyak kota besar di Indonesia nantinya akan menjadi simpul-simpul baru instruktur yang tahun 2019 mendatang akan dijalankan baik secara pengabdian dan secara profesional.

Dari sisi saya pribadi, ada kebahagiaan ketika salah satu rumah sakit besar menawari pendekatan Kebugaran Pergeseran Asam-Basa sebagai alternatif Paliatif bagi pasien-pasien resminya setelah presentasi didepan dokter rumah sakit tersebut menilai metode ini dapat masuk pada aspek paliatif, punya korelasi medis yang jelas, ada studi kasus penyakit kronis yang bisa diverifikasi, punya rekam medis (masih sederhana, perlu koreksi), video testimoni yang bisa diverifikasi, dan terjadinya peningkatan kualitas hidup pasien yang juga bisa diverifikasi. Termasuk kebahagiaan ketika ada tawaran dari klinik untuk membuat divisi khusus mengenai ini dari aspek pengabdian dan profesional.

Apakah itu Paliatif?

Sebagaimana kita tahu, pengobatan biasanya bertujuan untuk menyembuhkan penyakit sedangkan perawatan paliatif memiliki tujuan yang sedikit berbeda. Perawatan paliatif adalah pelayanan kepada pasien yang penyakitnya sudah tidak bereaksi terhadap pengobatan kuratif, atau tidak dapat disembuhkan secara medis (stadium akhir). Tujuan perawatan paliatif adalah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dalam menghadapi setiap penyakit yang diderita dan mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan tenang dan nyaman tanpa merasa tertekan atas penyakit yang diderita, baik secara fisik (nyeri, mual, muntah) maupun psikis yang berbasis spiritual.

Seiring dengan perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup, dan pola makan, semakin banyak orang yang mengalami penyakit kronis bahkan di usia yang masih muda. Dari data yang dimiliki oleh WHO, diketahui ada 38 juta orang yang meninggal dunia setiap tahunnya karena mengidap penyakit tidak menular. Bahkan penyakit-penyakit ini telah dialami oleh 16 juta jiwa orang, sebelum mereka berusia 70 tahun dan menyebabkan kematian dini sebanyak 82%.

Penyakit kardiovaskular, penyakit yang mengganggu kesehatan jantung serta pembuluh darah, adalah penyebab utama yang menyebabkan tingkat kematian dini di dunia. Kemudian disusul dengan penyakit kanker yang telah meningkat kejadiannya hingga 70% selama 2 dekade terakhir, lalu diabetes dan penyakit pernapasan.

Tingginya tingkat kematian akibat penyakit serius membuat WHO menyarankan untuk melakukan perawatan paliatif yang dianggap dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. WHO menyatakan bahwa setiap orang di dunia berhak untuk mendapatkan perawatan yang paling baik walaupun di masa-masa akhir hidupnya. Saking banyaknya orang yang mengalami penyakit serius, maka diperkirakan setiap tahunnya terdapat 19 juta pasien yang membutuhkan perawatan paliatif.

Tapi apa itu perawatan paliatif? Apa bedanya dengan pengobatan yang biasa?

Apa itu perawatan paliatif?

Perawatan paliatif adalah perawatan yang bisa didapatkan para pasien yang menderita penyakit kronis dengan stadium lanjut, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Peningkatan hidup dilakukan dengan cara pendekatan dari sisi psikologis, psikososial, mental serta spiritual pasien, sehingga membuat pasien lebih tenang, bahagia, serta nyaman ketika menjalani pengobatan.

Di Indonesia sendiri sebenarnya telah ada ketentuan dari Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa harus ada penerapan perawatan paliatif untuk beberapa jenis penyakit serius. Namun sampai saat ini memang pelaksanaannya masih terhambat dengan berbagai hal sehingga belum ada perawatan paliatif yang maksimal yang bisa diterima pasien di rumah sakit.

Walaupun sampai saat ini perawatan paliatif seringnya dilakukan pada pasien kanker, namun sebenarnya ada beberapa penyakit yang juga membutuhkan perawatan ini, seperti:

  • Penyakit yang diderita oleh orang dewasa, adalah Alzheimer, demensia, kanker, penyakit kardiovaskuler (termasuk dengan serangan jantung), sirosis, penyakit paru obstruktif kronis, diabetes, HIV/AIDS, gagal ginjal, Multiple Sclerosis, Parkinson, dan TBC.
  • Penyakit yang dialami oleh anak-anak, yaitu kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah, sirosis, ganggguan pada sistem imunitas, HIV/AIDS, meningitis, penyakit ginjal, dan masalah pada sistem saraf.

Bagaimana prosedur perawatan paliatif?

Penyakit kronis yang dialami pasien telah menyebabkan berbagai hal. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan saja, namun mempengaruhi semua aspek kehidupan pasien. Oleh karena itu, perawatan paliatif dilakukan untuk mengurangi dampak lain yang mungkin timbul karena penyakit yang diserita pasien.

Gangguan fisik, seperti nyeri, susah tidur, napas menjadi pendek, tidak nafsu makan, dan merasa sakit pada perut. Berbagai hal tersebut sering kali dirasakan oleh pasien penyakit kronis yang sudah berada di stadium akhir. Lalu, yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah melakukan konseling gizi, melakukan terapi fisik, serta memberikan teknik bagaimana mengambil napas dalam-dalam agar tubuh menjadi lebih rileks

Gangguan emosi dan sosial. Tentunya menderita suatu penyakit serius akan membuat pasien merasa takut, marah, sedih, emosi tidak terkontrol, dan depresi. Begitupun dengan keluarga pasien yang juga merasakan hal yang sama. Dalam perawatan paliatif, hal ini dapat dikurangi dengan cara melakukan konseling, membuat diskusi antar-sesama pasien yang memiliki riwayat penyakit yang sama, dan pertemuan keluarga.

Masalah finansial. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika menderita sakit, Anda dan keluarga tidak hanya harus siap mental dan fisik saja, namun dari segi keuangan juga harus diperhatikan. Penyakit serius tentunya menyebabkan pengeluaran untuk biaya pengobatan yang cukup besar. Oleh karena itu dalam perawatan paliatif ini, tim perawat harus menjelaskan seberapa besar biaya yang diperlukan untuk pengobatan, sebelum pengobatan tersebut dilakukan. Tidak hanya itu, tim perawat paliatif juga harus memberikan konseling terkait keuangan.

Masalah spiritual. Ketika seseorang mengalami penyakit yang serius maka mereka akan mencari kedamaian serta ketenangan. Tim perawat akan menolong pasien untuk menemukan kedamaiannya, dan biasanya melibatkan tokoh masing-masing agama yang dipercayainya.

Apa manfaat perawatan paliatif?

Sudah ada berbagai penelitian yang melihat apakah perawatan paliatif berhasil dan memberikan manfaat pada pasien dengan penyakit serius. Hasil dari penelitian-penelitian tersebut sebagian besar menyatakan hal yang sama, yaitu pasien yang bisa mengatasi gejala dan tanda yang muncul dari penyakit yang sedang dideritanya, bisa mengontrol emosi, serta berkomunikasi dengan baik ternyata cenderung memiliki pengalaman pengobatan yang lebih baik dibandingkan sebaliknya.

Just do the best and let God do the rest…

Dirgahayu Republik Indonesia ke-73, semoga semua makhluk tercerahkan untuk menjadi baik, sejahtera, dan berbahagia!

Spread with love, not hate…

Salam hangat,
MG

Referensi:

[1]. Higginson, I. (2016). Research challenges in palliative and end of life care. BMJ Supportive & Palliative Care, 6(1), pp.2-4.

[2]. Medlineplus. (2016). What is palliative care?: MedlinePlus Medical Encyclopedia. [online] Medlineplus.gov. Available at: https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000536.htm [Accessed 19 Dec. 2016].

[3]. National Cancer Institute. (2016). Palliative Care in Cancer. [online] Available at: https://www.cancer.gov/about-cancer/advanced-cancer/care-choices/palliative-care-fact-sheet [Accessed 19 Dec. 2016].

[4]. WebMD. (2016). Palliative Care-Topic Overview. [online] Available at: http://www.webmd.com/palliative-care/palliative-care-topic-overview [Accessed 19 Dec. 2016].

[5]. WebMD. (2016). When Is Palliative Care Appropriate?. [online] Available at: http://www.webmd.com/palliative-care/when-is-palliative-care-appropriate?page=2 [Accessed 19 Dec. 2016].

[6]. Who.int. (2016). WHO | WHO Definition of Palliative Care. [online] Available at: http://www.who.int/cancer/palliative/definition/en/ [Accessed 19 Dec. 2016].

[7]. World Health Organization. (2016). Non communicable diseases. [online] Available at: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs355/en/ [Accessed 19 Dec. 2016].

[8]. Wikipedia. Perawatan Paliatif. (https://id.wikipedia.org/wiki/Perawatan_paliatif)

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →