Reversing Cancer Possibilities – Bagian 2

REVERSING CANCER POSSIBILITIES
(Bagian 2 – Pendahuluan)

Oleh: Mas Gunggung

Beladiri, sebuah kata yang identik dengan kemampuan bertahan hidup dengan menggunakan jurus-jurus ampuh dari serangan berbagai penjahat. Penjahat yang dimaksud disini adalah yang nampak dan yang tidak nampak (ghoib). Penjahat yang nampak umumnya akan melakukan serangan melalui pukulan, tendangan, kuncian, bantingan, dan senjata. Seseorang kemudian berusaha melakukan pembelaan diri dengan menggunakan berbagai jurus dalam bentuk tangkisan, elakan, hindaran, langkah, dan kemudian melakukan serangan balik. Sedangkan penjahat yang tidak nampak adalah serangan-serangan yang tidak nampak oleh mata dalam bentuk energi metafisik. Seseorang kemudian berusaha melakukan pembelaan diri dengan menggunakan energi metafisik juga untuk menetralisir gangguan dan serangan ghoib tersebut. Pendekatan ini disebut dengan pendekatan ala Reguler.

Gambaran beladiri diatas sangatlah umum dan dapat diterima oleh banyak pihak. Meski demikian, terdapat juga satu lagi jenis beladiri yang dapat dipergunakan untuk melawan berbagai “penjahat” yang berbeda seperti diatas. “Penjahat” yang “nampak” seperti dimaksud adalah virus, mikroba, kuman, bakteri, dan patogen lainnya. Sedangkan “penjahat” yang tidak nampak adalah stres, radiasi, dan lain sebagainya. Seseorang kemudian berusaha melakukan pembelaan diri dengan menggunakan “jurus” yang disebut dengan “teknik pernapasan”. Pendekatan ini disebut dengan pendekatan ala Kebugaran.

Kedua pendekatan tersebut diatas sama-sama berusaha melawan berbagai “penjahat” namun dalam bentuknya yang berbeda. Efektivitas dan keberhasilan seseorang dalam melawan “penjahat” tersebut diatas bergantung pada tingkat pengetahuan yang dimilikinya dan sejauh mana penguasaan akan “jurus” dan “keilmuan” yang dipunyainya. Semakin dalam pengetahuannya maka semakin ia dapat melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat oleh orang lain sehingga “jurus” yang dikeluarkannya menjadi lebih powerful dan berbahaya bagi “penjahat” yang sedang dihadapinya.

Dalam setiap pengeluaran “jurus” tentunya membutuhkan Energi. Mulai dari sinilah kemudian pemahaman mengenai energi itu akan ditelusuri sehingga kebutuhan terhadap “jurus” yang efektif dan efisien akan dapat dilakukan dengan seminimal mungkin energi. Seseorang mesti menyamakan persepsinya terlebih dahulu mengenai definisi dari “energi” agar supaya lebih tepat di dalam memberikan pemahaman kepada orang lain.

Misalnya, kita dihadapkan dengan pertanyaan sebagai berikut:

  • Apakah energi itu adalah burger yang kita makan?
  • Apakah energi itu adalah tenaga yang lahir dari aktivitas fisik?
  • Apakah energi itu adalah tenaga yang lahir dari aktivitas meditasi dan spiritual?
  • Apakah energi itu adalah sesuatu yang dilontarkan oleh Go Ku saat mengerahkan jurus Kamehameha?

Konon, energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan namun dapat diubah dan berubah menjadi energi jenis baru. Jika kita bersepakat dengan kalimat tersebut maka artinya perubahan itu adalah energi. Perubahan itu dinamis, tidak statis.

Di dalam tubuh manusia terdapat paling tidak empat jenis energi sebagai berikut:

  1. Chemical energy
  2. Electrical energy
  3. Heat energy
  4. Mechanical energy

Tunggu dulu, dimana energi magnetik? Well, antara magnet dan listrik pada dasarnya adalah satu kesatuan sehingga sering disebut dengan elektromagnetik. Ada elektro (listrik) mesti ada magnet. Setiap adanya energi listrik akan melahirkan medan magnet, ini disebut dengan efek Stark. Sedangkan setiap adanya energi magnet maka akan melahirkan medan listrik, ini disebut dengan efek Zeeman.

Chemical energy sederhananya energi lahir dari reaksi kimia. Heat energy merupakan energi yang lahir dari adanya panas. Tunggu dulu, lalu dimana energi dingin? Well, dingin itu adalah kondisi dimana terjadi ketiadaan panas. Jadi dengan memahami panas maka semestinya juga memahami dingin sebab mereka berbicara mengenai substansi yang sama, yakni temperatur. Mechanical energy merupakan energi yang lahir dari proses mekanis. Otot-otot yang tersebar dalam tubuh kita adalah salah satu contohnya. Otot dapat diibaratkan sebagai rangkaian gerbong yang saling terhubung satu sama lain dimana masing-masingnya memiliki potensial energi yang sangat tinggi yang ketika mampu dirangkai menjadi satu kesatuan sudah dipastikan akan menghasilkan energi mekanis yang luar biasa besar. Banyak para praktisi beladiri tradisional menggunakan prinsip rangkaian mekanis seperti ini ketika sedang membangun sebuah jurus atau melatih jurus.

Dari keempat jenis diatas memang dapat saling overlap satu sama lain. Misalnya, pada sebuah reaksi kimia akan dilepaskan juga listrik, panas, dan mekanis. Misalnya jika melihat bagaimana pemecahan yang dilakukan oleh Nutrisi seperti Karbohidrat, Lemak, dan Protein. Nutrisi seperti Karbohidrat, Protein, dan Lemak melalui pencernaan dan penyerapan makanan akan dipecah menjadi:

  1. Karbohidrat dipecah Glukosa, tersimpan sebagai Glycogen atau sel lemak
  2. Lemak dipecah menjadi Asam Lemak dan Glycerol, disimpan sebagai Trigliserida di dalam sel lemak
  3. Protein dipecah menjadi Asam Amino, tersimpan sebagai Glycogen atau sel lemak

Masing-masing dari mereka akan mengalami ‘takdir’ metabolisme yang berbeda dimana Karbohidrat memiliki jalur metabolik bernama Glycolysis, Lemak memiliki jalur metabolik bernama Beta-Oksidasi, dan Protein memiliki jalur metabolik bernama Transaminasi.

Dari kesemuanya terdapat kesamaan dalam pemrosesan yakni mereka akan melewati proses Oksidasi agar dapat diubah menjadi energi. Dan proses Oksidasi ini, sesuai namanya, memerlukan Oksigen sebagai ‘reactan’ atau pereaksi untuk menghasilkan reaksi kimia yang diharapkan. Dari sinilah kemudian proses Respirasi atau pernapasan mengambil peran.

Berdasarkan jenisnya, proses respirasi dibagi menjadi 2 yakni Respirasi Aerobik dan Respirasi Anaerobik. Paling tidak ada 8 (delapan) karakter ada kedua jenisnya yang dapat disarikan sebagai berikut:

  1. Respirasi Aerobik
    Material: Glukosa
    Step pertama: Glikolisis
    Menggunakan Oksigen: Ya
    Lokasi: Sitoplasma dan Mitokondria
    Urutan: Glycolysis -> Krebs Cycle -> Electron Transport Chain
    Produk akhir: H2O & CO2
    Jumlah ATP yang dihasilkan: 32-38 ATP
  2. Respirasi Anaerobik
    Material: Glukosa
    Step pertama: Glikolisis
    Menggunakan Oksigen: Tidak
    Lokasi: hanya pada Sitoplasma
    Urutan: Glycolysis -> Fermentasi
    Produk akhir: Asam Laktat
    Jumlah ATP yang dihasilkan: 4 ATP

Jika dilihat pada keduanya ada kesamaan awal yakni material yang dipergunakan adalah Glukosa dengan prosesnya yang disebut dengan Glikolisis atau pemecahan Glukosa. Maka memahami apa dan bagaimana Glukosa bekerja dan dipecah pada tubuh kita sangatlah penting. Hal ini tentu mengharuskan kita belajar sedikit banyak mengenai biokimia Tidak bisa tidak. Meskipun tidak kuliah jurusan biokimia namun dengan memahami hal-hal yang ada pada prosesnya akan dapat sangat memudahkan kita dalam memahami bagaimana respirasi bekerja pada tubuh. Dan dalam pandangan saya, itulah salah satu wilayah mersudi dalam olah napas dalam tataran tertentu. Adapun mengenai Glukosa, pernah saya tulis dengan cukup rinci di group ini mengenai Glukosa, Glikolisis, konversi Gula, dan Glycation. Silahkan dibaca ulang.

Takdir dari respirasi bergantung pada ada atau tidak adanya oksigen. Darisanalah nanti metabolisme menentukan jalannya. Maka, dalam pandangan saya, memahami bagaimana Oksigen bereaksi dalam tubuh akan sangat banyak membantu dalam memahami kaidah respirasi/pernapasan bekerja dalam tubuh. Terdapat pembelokan-pembelokan pada metabolisme berdasarkan ada atau tidak adanya Oksigen.

Oksigen yang merupakan substrat terpisah tentunya harus ‘dimuat’ oleh sesuatu di dalam tubuh kita untuk kemudian didistribusikan ke seluruh tubuh. Yang melakukan pemuatan Oksigen itu namanya Hemoglobin. Oleh karena Hemoglobin merupakan bagian dari sel darah kita maka memahami apa dan bagaimana darah dalam tubuh menjadi sangatlah penting.

Darah terdiri dari 3 bagian yakni Plasma, Buffy Coat, dan Eritrosit yang dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut:

  1. Plasma
  • > 90% air
  • Berisi Protein, Hormon, Gas, Elektrolit
  • Menyeimbangkan tekanan osmosis (Albumin) antara darah dan jaringan tubuh
  • Transport lemak dan ion (Alpha Globulin)
  • Antibodi (Gamma Globulin) dan pembekuan luka (Fibrinogen)
  • 55% dari total volume darah
  1. Buffy Coat
  • Sel darah putih (leukocyte)
  • Platelets (trombosit)
  • < 1% dari total volume darah
  1. Eritrosit
  • Sel darah merah
  • Membawa Oksigen dan Karbondioksida
  • 45% dari total volume darah

Darah sangat terkait dengan sistem kardiovaskular yang terdiri dari Jantung, Paru-paru, Pembuluh Darah, dan Darah itu sendiri. Dalam tubuh kita ada 2 pompa besar yakni Jantung dan Paru-paru. Jantung, tugasnya mengirimkan darah ke seluruh pembuluh darah. Dan paru-paru, tugasnya melakukan pertukaran gas yang ada dalam darah. Oksigen yang ditangkap oleh paru-paru harus dimuat ke dalam darah untuk didistribusikan ke seluruh tubuh. Ketika Oksigen sudah dimuat ke seluruh tubuh, maka tubuh akan merespon dalam produk akhir Karbondioksida yang dimuat ulang ke dalam darah dan dikembalikan ke paru-paru. Proses pemuatan Oksigen dan pelepasan Oksigen ini dikenal sebagai Efek Bohr dan Efek Haldane.

Efek Bohr dan Efek Haldane sederhananya dapat dijelaskan sebagai berikut: mula-mula Oksigen dihirup dan ditangkap oleh paru-paru yang oleh Hemoglobin kemudian Oksigen akan dimuat ke dalamnya. Mekanisme ini dikenal sebagai Efek Haldane atau pemuatan Oksigen ke dalam Hemoglobin (Hb). Dikenal sesuatu yang disebut dengan Oksigen terlarut (Oxyhaemoglobin atau HbO2). Setiap satu molekul Hemoglobin dapat menangkap maksimal 4 (empat) atom Oksigen. Saturasi prosentase ini dikenal dengan istilah SpO2. Kemudian darah didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh. Ketika jaringan tubuh menerima darah yang berisi Oksigen ini maka Hemoglobin akan melepas Oksigen dan memberikannya kepada jaringan tubuh. Oksigen lalu mengaktifkan reaksi kimia di dalamnya, maka jaringan tubuh akan merespon balik dalam bentuk Karbondioksida (CO2). CO2 ini dimuat ulang ke dalam Hemoglobin. Mekanisme ini dikenal sebagai Efek Bohr. Dikenal istilah CO2 terlarut. Melalui suatu sirkulasi yang kompleks, darah dikembalikan ke jantung lalu paru-paru menerima pertukaran gas ini (O2 dan CO2). Hal itu terus terjadi berulang-ulang.

Selain gas, darah juga berperan dalam transportasi nutrisi, protein, hormon, elektrolit, lemak, dan ion. Fungsinya sangat kompleks yang secara lengkap terdapat 3 (tiga) fungsi darah sebagai berikut:

  1. Transportasi
  • Gas, yakni Oksigen (O2) dan Karbondioksida (CO2), antara Paru-paru dan seluruh tubuh
  • Nutrisi, dari saluran pencernaan dan tempat penyimpanan ke bagian tubuh lainnya
  • Hormon, dari kelenjar di mana mereka diproduksi ke sel target mereka
  • Panas, melalui kulit untuk membantu mengatur suhu tubuh
  1. Proteksi
  • Leukosit, atau sel darah putih, menghancurkan berbagai mikroorganisme yang berbahaya dan sel kanker
  • Antibodi, dan protein lainnya menghancurkan zat patogen
  • Platelet, berperan dalam melakukan pembekuan darah dan membantu meminimalkan kehilangan darah
  1. Regulasi
  • pH, mengkondisikan untuk menjadi Asam atau Basa
  • Keseimbangan Air, melalui transfer air ke dan dari jaringan

Jika dilihat dari sisi fungsi Transportasi pada Darah kita bisa melihat bahwa ilmu mengenai teknik membawa Oksigen dan Karbondioksida ada pada Pemahaman Olah Napas. Ilmu mengenai teknik makanan ada pada Pemahaman Nutrisi. Ilmu mengenai cara kerja hormon ada pada Pemahaman Stress. Jadi, dengan memahami bagaimana ketiga ilmu itu bekerja maka seseorang akan menjadi mengerti apa dan bagaimana darahnya berdasarkan aspek transportasi. Dan dari pemahaman ketiganya maka akan membuka pengetahuan mengenai aspek Proteksi dan Regulasi pada darah yang kemudian dapat menemukan hal-hal menarik yang terjadi didalamnya.

(bersambung)

Referensi:
[1]. Microbiology Fundamentals. A clinical approach. Chapter 7. Marjorie Kelly Cowan. McGraw-Hill corp.
[2]. Respiratory System. Austin Community College District. (http://www.austincc.edu/apreview/PhysText/Respiratory.html)
[3]. What does blood do? (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0072576/)

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →