Andaya – Progres Paliatif Kanker Paru-Paru Stadium Empat – 26 April 2018

Pagi ini menerima kabar yang membahagiakan dari pihak keluarga pasien kanker paru-paru stadium 4. Per hari ini sudah berjalan terapi olah napas selama 25 hari non stop dengan perubahan hasil sebagai berikut:

1. Cairan paru-paru yang semua berada pada 1200-1400 ml lalu turun menjadi 600-700 ml dan kemudian menjadi 0 ml alias bersih total!

2. Posisi kanker pada 20 Februari 2018 sebesar 3,1 cm lalu posisi 24 Maret 2018 sebesar 3,5 cm kemudian setelah rutin latihan menjadi 2,7 cm. Tebal yang semula 2,1 cm menjadi 1,6 cm. Terjadi pengecilan ukuran sel kanker secara signifikan.

Semua data berbasis uji laboratorium sehingga tidak ada spekulasi. Dokter dan profesor yang menanganinya sangat heran bagaimana bisa terjadi hal seperti ini? Dan meminta “menitipkan” dua pasien kanker kelenjar getah bening untuk dilatihkan metode ini.

“This is impossible but amazing!”, Kata profesornya.

Jika cairannya sudah tidak muncul lagi, bersih total, itu artinya sel kanker sedang dalam fase penghancuran dirinya sendiri. Sel kankernya tidak ketemu lingkungan untuk tumbuh dan berkembang. Artinya, seluruh tahapan latihan yang saya tulis pada bagian 1 sedang bekerja dengan baik.

Oleh karena metode ini bukanlah pendekatan berjenis terapi energi melainkan berbasis Metode Latihan, maka pasien dapat melakukan sendiri di rumah serangkaian latihan tertentu dengan panduan parameter-parameter tertentu yang sudah ditentukan. Pasien dapat melakukan DUPLIKASI pengetahuan ini kapanpun dia mau. Inilah pengetahuan.

Dan karena metode ini punya landasan teori yang jelas, para dokter dan profesor yang menanganinya dapat membaca teorinya lalu menilai apakah pendekatan ini logis atau tidak. Ketika dianggap logis yang disertai hasil uji laboratorium yang siginifikan maka beliau-beliau tidak ragu meminta untuk menitipkan dua pasien beliau.

Saya jelaskan sejak awal bahwa metode ini BUKANLAH metode penyembuhan kanker. Pendekatan metode ini hanyalah memperbaiki kualitas oksigen dan karbondioksida dalam tubuh hingga mencapai optimal lalu mempertahankan kondisi tersebut. Hasil akhir yang diharapkan adalah terjadinya kondisi HIJRAH dari lingkungan yang buruk menjadi lingkungan yang baik.

Sel tubuh, apapun itu, jika bisa dibuat HIJRAH dari lingkungan buruk menjadi lingkungan yang baik maka ia akan memulihkan dirinya sendiri. Mekanisme seperti Apoptosis (kemampuan melakukan ‘bunuh diri’) lalu Autophagy (kemampuan melakukan pembersihan diri dari yang kotor dan buruk) secara teknik bisa dipicu oleh suatu keadaan.

Maka ketika itu bisa dilakukan, tempat yang semestinya tidak boleh ada air lalu diisi air otomatis akan membuang kelebihan air tersebut. Sel tubuh kita akan melakukan pembersihan dirinya sendiri asalkan lingkungan yang baik terjadi disana. Sel yang harusnya normal lalu tiba-tiba anomali maka akan melakukan normalisasi dirinya sendiri.

Dengan izin Allah, mudah-mudahan menjadi jalan kesembuhan. Insya Allah…

Salam hangat,
MG

Catatan:
Foto kiri: Before
Foto kanan: After

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →