Pentingnya Air

PENTINGNYA AIR

Oleh: Mas Gunggung


Air, secara virtual ada dimana-mana. Dari balik tanah, gunungan es, hingga sel tubuh kita. Bergantung pada berbagai faktor seperti lokasi, derajat lemak, usia, dan jenis kelamin maka rata-rata manusia memiliki prosentase air di dalam tubuhnya sebesar 55-60%. Bahkan saat bayi, kandungan air dalam tubuhnya bisa lebih besar lagi sekitar 75% dan hampir-hampir menyamai kandungan air dalam tubuh ikan. Namun kemudian dalam satu tahun pertama kandungan air tersebut turun hingga 65%.

Pertanyaanya, apa peran air dalam tubuh manusia dan berapa banyak sebenarnya kita harus minum agar tetap selalu sehat?

Air dalam tubuh kita bekerja sebagai bantalan dan untuk melumasi sendi, mengatur temperatur, dan dan memelihara otak serta sumsum tulang belakang. Air tidak hanya ada di dalam darah, pada otak dan jantung orang dewasa hampir tiga perempatnya terdiri dari air. Itu kira-kira setara dengan kelembaban yang ada pada pisang. Paru-paru memiliki kandungan air yang mirip dengan buah apel yakni sekitar 83-86%. Bahkan tulang kering orang dewasa memiliki kandungan air sebesar 31%.

Kadar air pada beberapa organ:

  1. Jantung : 86%
  2. Paru : 86%
  3. Liver : 86%
  4. Ginjal : 83%
  5. Darah: 83%
  6. Otot : 75%
  7. Otak: 75%

Jika kita semua secara esensial terdiri dari air dan dikelilingi oleh air, lalu mengapa kita harus tetap minum dalam jumlah yang cukup?

Dalam setiap harinya kita kehilangan dua hingga tiga liter air melalui keringat, urine, gerakan usus, dan melalui pernapasan. Oleh karena fungsi ini sangat penting bagi keberlangsungan hidup maka kita harus selalu melakukan kompensasi pada semua kondisi yang menyebabkan kehilangan cairan.

Menjaga keseimbangan kadar air dalam tubuh sangat penting untuk mencegah dehidrasi atau over-hidrasi. Kedua kondisi ini dapat menghasilkan efek yang sangat menghancurkan bagi keseluruhan kesehatan tubuh.

Deteksi awal pada kadar air yang rendah dilakukan oleh bagian otak yang disebut dengan Hypothalamus. Bagian ini kemudian mengirimkan sinyal untuk melepaskan hormon Anti-Diuretic. Hormon ini yang apabila kemudian mencapai Ginjal akan menciptakan chanel yang disebut dengan Aquaporin yakni chanel khusus yang mengizinkan darah untuk menyerap dan menahan lebih banyak air sehingga menyebabkan air terkosentrasi dan warna urine menjadi lebih gelap karenanya.

Peningkatan kondisi dehidrasi dapat menyebabkan penurunan energi, mood, kelembaban kulit, dan tekanan darah. Kondisi itu juga sekaligus menjadi tanda dari gangguan kognitif. Otak yang mengalami dehidrasi akan bekerja lebih keras untuk melakukan penyesuaian seperti halnya otak yang normal dan bahkan dapat mengalami penurunan volume otak oleh karena kekurangan air.

Sebaliknya, kondisi over-hidrasi atau hyponatremia biasanya disebabkan oleh konsumsi berlebih air dalam janga waktu yang pendek. Misalnya, Anda meminum air langsung 4 liter misalnya. Atlet paling sering menjadi mereka yang terkena kondisi over-hidrasi oleh karena komplikasi dalam pengaturan level air dalam sebuah kondisi fisik yang ekstrim.

Apabila otak yang mengalami dehidrasi meningkatkan produksi hormon antidiuretik maka kondisi over-hidrasi akan melambatkan bahkan menghentikan hormon tersebut untuk dilepas ke darah. Elektrolit dalam tubuh menjadi encer sehingga menyebabkan sel membengkak. Pada beberapa kasus, Ginjal tidak dapat mengimbangi volume urine encer yang dihasilkan. Hasilnya adalah tubuh mengalami keracunan air dengan gejala seperti sakit kepala, muntah dan kondisi jarang yang bisa terjadi diantaranya adalah kejang-kejang hingga bahkan yang paling buruk adalah kematian. Namun itu adalah kondisi yang sangat ekstrim yang mungkin terjadi.

Pada kondisi normal harian, menjaga level air agar selalu berada dalam manajemen yang baik ternyata relatif mudah dilakukan khususnya bagi mereka yang memiliki ketersediaan air minum yang cukup. Selama bertahun-tahun, nasehat bijak telah mengajari kita bahwa kita semestinya meminum delapan gelas air setiap harinya. Estimasi jumlah tersebut tidaklah buruk. Namun saat ini, konsensus baru menyarankan bahwa air yang harus diminum bergantung pada berat badan dan lingkungan. Artinya, mereka yang bertubuh berat lalu tinggal di padang tandus memiliki kebutuhan air yang berbeda dengan mereka yang memiliki berat yang sama namun berada di hutan.

Rekomendasi konsumsi air harian berkisar antara 2.5 liter hingga 3.7 liter untuk laki-laki dan 2-2.7 liter air untuk wanita. Rekomendasi itu dapat ditingkatkan atau diturunkan dengan mengetahui aktivitas harian seperti misalnya apakah seseorang memiliki aktivitas fisik yang sangat aktif, usia yang menua, atau sedang kepanasan.

Sementara air merupakan hidrator yang paling menyehatkan, minuman yang mengandung kafein seperti kopi atau teh akan menyebabkan penambahan jumlah cairan dalam tubuh. Dan air dalam makanan sudah mengisi seperlima kebutuhan asupan air harian. Buah-buahan dan sayuran seperti strawberi, timun, dan brokoli mengandung lebih dari 90% air dan dapat menjadi suplemen cairan yang kaya akan nutrisi dan serat.

Pola minum yang baik dan cukup juga memiliki manfaat secara jangka panjang. Beberapa studi menunjukkan bahwa meminum air dalam jumlah yang optimal dapat menurunkan potensi terjadinya stroke, menurunkan diabetes, dan secara potensial dapat menurunkan resiko terjadinya kanker jenis tertentu.

Apapun itu, asupan air dalam jumlah cukup pada tubuh akan membuat Anda semakin membaik dari sisi perasaan, pemikiran, dan fungsi metabolisme dari hari ke hari. Maka, jangan sepelekan asupan air minum Anda. Dan berterima kasihlah kepada Sang Pencipta Air yang telah menciptakan Air sebagai sumber kehidupan.

“Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?” (QS. Al-Anbiya: 30).

“Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.” (QS. Al Furqon: 54)

“Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: ‘Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?’ Tentu mereka akan menjawab: ‘Allah’, Katakanlah: ‘Segala puji bagi Allah’, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).” (QS. Al Ankabut: 63)

“Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS. Zukhruf: 11)

“Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya” (QS Qaf: 9)

Semoga bermanfaat.

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →