Potensi Perbaikan Ginjal

POTENSI PERBAIKAN GINJAL

Beberapa minggu yang lalu saya diskusi dengan salah satu kawan praktisi kesehatan mengenai potensi perbaikan Ginjal khususnya masalah Gagal Ginjal. Adakah sesuatu yang bisa kita lakukan untuk itu?

Saya jawab, sepanjang pengetahuan saya bahwa via stem cell hal itu sangat mungkin. Tetapi memang sangat mahal dan teknologinya masih jarang tersedia. Transplantasi Ginjal bisa jadi alternatif, namun juga memiliki cost dan resiko yang tidak sedikit. Lalu saya tunjukkan hasil latihan saya yang sudah berjalan mengenai metode yang bisa menaikkan Hemoglobin melalui produksi protein EPO (erythropoietin) berdasarkan teknik olah napas. Kawan saya kaget, dia menjelaskan bahwa kalau bisa meningkatkan Hemoglobin artinya sudah bisa akses sel ginjal dan bisa ada kemungkinan untuk melakukan perubahan di dalamnya termasuk membalik proses.

Resiko masalah Ginjal disebabkan oleh beberapa faktor utama sebagai berikut:

  1. Anemia
  2. Gula darah tinggi
  3. Hipertensi
  4. Kolesterol tinggi
  5. Perokok aktif
  6. Polusi udara
  7. Atherosclerosis (plak yang terbentuk pada arteri)
  8. Cedera ginjal yang berulang
  9. Sleep apnea (gangguan pernapasan saat tidur)

Menariknya, semua faktor resiko diatas yang terkait dengan masalah Ginjal terkait dengan tekanan oksigen yang tidak tepat pada ginjal.

Kadar oksigen pada Ginjal umumnya sekitar 72 mmHg (9.5%) dengan kadar pada Korteks Ginjal rata-rata 30 mmHg dan yang ada di Medula Ginjal berada di bawah 10 mmHg. Perbedaan tekanan oksigen pada keduanya ini (korteks dan medula ginjal), antara suplai oksigen dan oksigenasi, disebabkan oleh cara ginjal dibangun dan fungsinya. Laju aliran darah regional ke medula bagian dalam dan luar lebih rendah dari pada korteks ginjal.

Pada resiko faktor masalah Ginjal, rata-rata kadar oksigen lebih rendah dari itu. Jadi, dalam pemahaman saya, apabila bisa didapati metode untuk melakukan akses berdasarkan tekanan oksigen yang sesuai maka ada kemungkinan melakukan pembalikan proses. Hal ini dimulai dari kemampuan metode untuk menaikkan Hemoglobin sebab Hb terkait pada Erythrosit (sel darah merah) pada produksi EPO (erythropoietin). Jika lebih sedikit sel darah merah pada sirkulasi darah akan membawa konsekwensi rendahnya Oksigen dalam darah. Ingat, Oksigen diikat oleh Hemoglobin. Administrasi EPO yang baik telah tidak hanya dapat untuk memperbaiki masalah anemia tetapi juga melindungi dari kerusakan ginjal. Efek perlindungan ini terjad karena adanya peningkatan penyaluran oksigen oleh peningkatan Eritrosit. Jadi memang ada kaitan kesana.

Masalahnya, teori diatas berjalan pada pemahaman nalar, pada sesuatu yang ‘tidak terlihat’. Jadi akan dianggap ‘ngecap’ bagi sebagian orang. Namun dari hasil pengukuran hasil latihan pada kelas kebugaran lansia saya ada korelasi pada Ginjal yang buruk dengan nilai Hemoglobin (meskipun tidak semua). Dan pada saat kondisi kenaikan Hemoglobin berhasil dinaikkan menjadi normal, umumnya saat berada pada nilai tengah (14-15), maka terjadi peningkatan pada fungsi faal ginjal.

Keberhasilan menaikkan nilai Hemoglobin melalui regenerasi pada produksi EPO adalah salah satu pencapaian awal untuk menuju yang lebih tinggi lagi yakni pembalikan proses kerusakan Ginjal. And yes, this is possible to do!

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,
MG

Referensi:

  1. Association of kidney function with anemia: the Third National Health and Nutrition Examination Survey (1988-1994). Astor BC, Muntner P, Levin A, Eustace JA, Coresh J. Arch, Intern Med. 2002 Jun 24; 162(12):1401-8. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12076240/)
  2. Glucose-induced reactive oxygen species cause apoptosis of podocytes and podocyte depletion at the onset of diabetic nephropathy. Susztak K, Raff AC, Schiffer M, Böttinger EP. Diabetes. 2006 Jan; 55(1):225-33. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16380497/)
  3. Franz Volhard and Theodor Fahr: achievements and controversies in their research in renal disease and hypertension. Heidland A, Gerabek W, Sebekova K, J Hum. Hypertens. 2001 Jan; 15(1):5-16. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11223997/)
  4. Effect of plasma cholesterol on red blood cell oxygen transport. Buchwald H, O’Dea TJ, Menchaca HJ, Michalek VN, Rohde TD Clin Exp Pharmacol Physiol. 2000 Dec; 27(12):951-5. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11117230/)
  5. Plasma cholesterol: an influencing factor in red blood cell oxygen release and cellular oxygen availability. Buchwald H, Menchaca HJ, Michalek VN, Rohde TD, Hunninghake DB, O’Dea TJ. J Am Coll Surg. 2000 Nov; 191(5):490-7. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11085728/)
  6. Effect of nicotine on the renal microcirculation in anesthetized rats: a potential for medullary hypoxic injury? Heyman SN, Goldfarb M, Rosenberger C, Shina A, Rosen S. Am J Nephrol. 2005 May-Jun; 25(3):226-32. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15908742/)
  7. Air pollution and health in urban areas. Schwela D. Rev Environ Health. 2000 Jan-Jun; 15(1-2):13-42. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10939084/)
  8. Revascularization for preservation of renal function in patients with atherosclerotic renovascular disease. Novick AC, Pohl MA, Schreiber M, Gifford RW Jr, Vidt DG, J Urol. 1983 May; 129(5):907-12. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/6854759/)
  9. Central sleep apnea: Pathophysiology and treatment. Eckert DJ, Jordan AS, Merchia P, Malhotra A. Chest. 2007 Feb; 131(2):595-607. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17296668/)
  10. Acute renal failure. Lameire N, Van Biesen W, Vanholder R. Lancet. 2005 Jan 29-Feb 4; 365(9457):417-30. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15680458/)
  11. Heterogeneities and profiles of oxygen pressure in brain and kidney as examples of the pO2 distribution in the living tissue. Lübbers DW, Baumgärtl H. Kidney Int. 1997 Feb; 51(2):372-80. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9027709/)
  12. Evidence for a preglomerular oxygen diffusion shunt in rat renal cortex. Schurek HJ, Jost U, Baumgärtl H, Bertram H, Heckmann U. Am J Physiol. 1990 Dec; 259(6 Pt 2):F910-5. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2260684/)
  13. The microcirculation of the renal medulla. Zimmerhackl B, Robertson CR, Jamison RL. Circ Res. 1985 Nov; 57(5):657-67. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/3902277/)

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →