Kunci Stamina dan Tenaga ada pada pH

KUNCI STAMINA DAN TENAGA ADA PADA pH

Dr. Konstantin Buteyko, M.D, Ph.D, merupakan salah satu ilmuwan yang merumuskan tabel skema kesehatan berdasarkan kemampuan menahan napas. Istilah Buteyko adalah “Pause” yang terbagi menjadi 3 yakni:

  1. Automatic Pause, kondisi menahan napas secara alamiah pada setiap perpindahan tarik dan buang.
  2. Control Pause, kondisi menahan napas setelah hembusan napas hingga terasa keadaan tidak nyaman alamiah pertama kali (tidak boleh ditahan).
  3. Maximum Pause, kondisi menahan napas setelah hembusan napas yang ditahan selama dan sekuat mungkin namun tidak sampai blackout.

Ada yang bertanya apakah jika sudah bisa melakukan Control Pause selama 60 detik maka digolongkan sebagai Normal?

Perlu dipahami bahwa tabel skema kesehatan menurut Buteyko terdiri dari baris dan kolom dengan nilai tertentu. Berdasarkan tabel tersebut maka yang disebut sebagai Normal adalah apabila:

  • Denyut nadi: 60 BPM
  • Automatic Pause: 4 detik
  • Control Pause: 60 detik
  • Maximum Pause: 90 detik
  • Respiratory Rate: 8 napas/menit
  • CO2 di alveoli: 6,5%

Ada 6 parameter seperti diatas. Jadi, apabila seseorang hanya berhasil pada Control Pause tapi BPM masih tinggi (diatas 60) maka ia belum masuk kategori Normal menurut tabel skema kesehatan Buteyko.

Itulah yang saya maksud dengan ‘nilai yang ketat’. Maka semua parameter nilainya harus sesuai. Jika belum? Ya latihan lagi atau mengkondisikan hal lain agar dapat mencapai parameter tersebut.

Menjadi pertanyaan, nilai CO2 pada alveoli apakah bisa dihitung? Sebab pengukuran CO2 pada alveoli harus pakai alat khusus.

Buteyko memang tidak merinci secara detail darimana muncul nilai 6,5% ini sebab ada hal yang terkait dengan IP (intellectual property) temuannya. Namun saya bisa menggunakan cara lain yakni dengan pendekatan Asam Basa Darah. Ya, lagi-lagi bicara mengenai Asam Basa Darah. πŸ™‚

Mari saya bantu jelaskan.

Sebagaimana diketahui bahwa pH seseorang yang sehat berada pada angka 7.35 – 7.45. Menjadi pertanyaan, darimana bisa muncul angka tersebut? Angka tersebut muncul dari persamaan Henderson-Hasselbalch sebagai berikut:

pH = 6.1 + LOG((HCO3- / kCO2 * pCO2))

Dengan nilai kCO2 merupakan konstanta CO2 dalam darah dengan nilai 0,03. HCO3- merupakan konsentrasi Bikarbonat dengan nilai normal 24 mmol/L. pCO2 merupakan tekanan normal Karbondioksida pada pembuluh darah arteri sebesar 40 mmHg.

Jika tekanan CO2 normal yang menghasilkan pH normal sebesar 7.35-7.45 dicari berapa prosentase CO2 akan didapatkan data sebagai berikut:

  1. pCO2 = 4.7% menghasilkan pH = 7.45
  2. pCO2 = 5.9% menghasilkan pH = 7.35

Jadi, berdasarkan konsensus bahwa yang disebut pH normal pada range 7.35 – 7.45 memiliki nilai prosentase CO2 sebesar 4.7% – 5.9%.

Mari kita bandingkan bagaimana Buteyko memandang pH tersebut.

Pada tabel skema Buteyko disebutkan bahwa nilai normal CO2 pada paru-paru adalah 6,5% sedangkan hitungan rumus bukanlah menggunakan prosentase melainkan menggunakan satuan mmHg maka nilai 6,5% harus dikonversi dulu menjadi mmHg dengan cara kalikan dengan 760 mmHg maka didapati hasil sebagai berikut:

(6.5 / 100) * 760 = 49.4 mmHg

Jadi, tekanan CO2 sebesar 6.5% itu sama dengan 49.4 mmHg. Jika angka tersebut dimasukkan pada persamaan akan didapat nilai pH sebagai berikut:

pH = 6.1 + LOG((24 / 0.03 * 49.4))
= 7.31 (pembulatan 2 digit)

Dapat dilihat bahwa kondisi Normal menurut Buteyko memiliki pH yang sedikit dibawah pH normal (selisih 0.04). Artinya pada kondisi Normal menurut Buteyko tubuh menjadi cenderung Basa. This is fine.

Menariknya adalah kondisi Super Health dengan derajat tertinggi mensyaratkan nilai CO2 pada alveoli sebesar 7.5%.

Mari kita hitung ulang. πŸ™‚

  1. Dapatkan dulu nilai prosentase CO2 dalam satuan mmHg
    (7.5 / 100) * 760 mmHg = 57 mmHg
  2. Substitusikan nilai 57 mmHg pada persamaan Henderson-Hasselbalch
    pH = 6.1 + LOG((24 / 0.03 * 57))
    = 7.25 (pembulatan 2 digit)

Terlihat bahwa pada kondisi Super Health menurut Buteyko memiliki pH sedikit dibawah normal dengan selisih 0.1 – 0.2. Sekedar informasi, bahwa pada metode saya nilai pH yang ideal berada pada 7.35 – 7.70, memiliki standar yang lebih tinggi dibandingkan Buteyko.

Menjadi pertanyaan, kenapa pada standar Buteyko menurunkan pH dari konsensus normal menjadi turun 0.1 – 0.2 ?

Kapan waktu nanti saya ulas secara lebih rinci karena isinya ada hitungan matematis.

Intinya, bahwa pH menentukan stamina dan tenaga. Memahami konsep ini, akan memahami kondisi kesehatan tubuh dengan lebih mudah. Sebab pilihannya tidak banyak, jika tidak Asam ya Basa. Hanya ada 2 saja, tidak ada yang lain. Apalagi jika latihan rutin untuk merasakan pergeseran Asam Basa tubuh maka sedikit perubahan dari pH Basa ke Asam akan mudah dirasakan dan dideteksi oleh diri kita. Efeknya, jadi tahu bagaimana caranya menaikkan pH dengan cepat agar tercapai ulang kondisi homeostatis (keseimbangan) pH dalam darah. Jika pH sudah kembali normal pada 7.35-7.45 dengan batas toleransi hingga 7.7-8.0 maka seluruh sel tubuh akan melakukan penyegaran ulang. Inilah kesegaran pada level sel.

Sekedar tambahan, minggu kemarin kelas kebugaran para dokter militer di Rumkital Marinir Cilandak sudah melakukan uji coba teori saya diatas mengenai optimalisasi pH dengan melakukan aktivitas fisik di Sukabumi (8 dokter) dalam bentuk lari lintas alam sejauh 8 km yang dipimpin oleh Kolonel Junaedi. Medan yang dilalui pada lari lintas alam ini naik turun sehingga sangat menguras tenaga. Lalu sebagai Control Group (hanya fisik biasa tanpa menggunakan olah napas) dibandingkan hasilnya dengan para dokter yang sudah berlatih. Setelah memasuki posisi 6 km, dilakukan 1x istirahat selama 5 menit dan diukur berapa lama pemulihan stamina dan tenaga untuk kemudian lari ulang hingga mencapai finish. Para dokter kemudian menggunakan waktu istirahat untuk melakukan 3x rangkaian olah napas (perlu waktu hanya 3 menit) untuk kemudian melanjutkan lari hingga mencapai finish. Hasilnya, para dokter lebih cepat pulih dan mencapai finish dibandingkan Control Group.

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,
MG

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →