Detak Jantung, Kebugaran, dan Usia Panjang

DETAK JANTUNG, KEBUGARAN, DAN USIA PANJANG

Oleh: Mas Gunggung


Jantung manusia umumnya maksimal hanya dapat berdetak sebanyak 220 kali per menit, dan itu adalah angka maksimum yang dapat dicapai oleh anak kecil. Jumlah maksimum detak jantung dapat menurun seiring usia oleh suatu sebab yang belum dapat dimengerti. Mungkin penuaan atau degeneratif. Penurunan detak jantung seiring usia ini tidak ada kaitannya dengan stamina atau kebugaran tubuh orang tersebut. Pelari Marathon misalnya, sering mengalami penurunan pada usia 30-an dibanding saat usia 10-20 tahunan.

Jika Anda ingin menentukan detak jantung maksimal, gunakan rumus 220 dikurangi usia. Misalnya, usia Anda saat ini 40 tahun maka 220-40 sama dengan 180. Angka itu adalah jumlah detak jantung per menit maksimal Anda.

Detak jantung per menit (selanjutnya disingkat BPM) maksimal menentukan jenis olahraga apa yang paling baik bagi Anda dari sudut pandang Aerobik. Jika seseorang terlalu memaksakan BPM pada usianya hingga melebih batas maksimum maka ia harus segera berhenti dan istirahat. Idealnya, BPM pada saat melakukan latihan fisik tidak melebihi 80% dari angka maksimum diatas. Pada contoh usia 40 tahun diatas, berarti BPM maksimal adalah 180 x 80% = 144 BPM.

Apabila orang pada usia 40 tahun ini melakukan latihan fisik secara serius dan mencapai kondisi BPM lebih dari 80% maka ia harus segera melambatkan atau menghentikan perlahan latihannya. Idealnya, BPM berada pada 60-70% dari maksimum. Latihan fisik ini umumnya bisa Anda kombinasikan antara berjalan, joging, berlari, berenang, dan lain sebagainya. Apabila latihan fisik berada dibawah 60% dari BPM maksimal maka ia akan menghasilkan kondisi kardiovaskular yang baik.

Apa sebenarnya yang jantung ingin ungkapkan kepada Anda melalui detak jantung ini?

Pernahkan Anda memikirkan kenapa dokter selalu mengukur tekanan darah Anda saat melakukan pemeriksaan? Tekanan darah dapat menunjukkan indikator seberapa sehat Anda. Kebanyakan orang memiliki tekanan darah saat istirahat antara 70-75 BPM. Orang-orang sehat yang sering melakukan olahraga fisik berupa latihan aerobik akan memiliki denyut nadi antara 50-60 BPM. Para atlet profesional bahkan dapat memiliki denyut nadi dibawah 30 BPM. Dengan kata lain, orang-orang yang kurang sehat umumnya memiliki denyut nadi saat istirahat antara 80 BPM, 90 BPM, atau lebih.

Siapapun Anda yang mengambil latihan fisik berupa latihan aerobik akan memperhatikan bahwa denyut nadi pada saat istirahat akan turun dari waktu ke waktu. Itu artinya bahwa jantung Anda tidak bekerja berat dan tidak berdetak terlalu cepat per menitnya untuk mendapatkan nutrisi dan oksigen yang akan didistribusikan ke seluruh tubuh.

Saat terbaik untuk mengukur denyut nadi adalah segera setelah Anda bangun di pagi hari dan dengan kondisi masih berbaring di tempat tidur. Anda tidak boleh berjalan sebab bahkan berjalan ringanpun akan dapat meningkatkan denyut nadi lebih cepat. Apalagi bila sambil minum kopi atau soda yang tentu saja akan langsung meningkatkan detak jantung secara cepat. Pada waktu malam, tubuh akan menyerap kafein lebih banyak, maka mengukur denyut nadi saat pagi hari adalah indikator yang sebenarnya dari detak jantung saat istirahat.

Jika Anda pernah menjalani test stres jantung, test jenis ini dikendalikan oleh detak jantung. Anda mula-mula berada dalam kondisi istirahat diatas treadmill dengan beberapa alat terpasang pada tubuh Anda yang akan melakukan monitoring detak jantung dan akan menghasilkan pembacaan EKG (electrokardiograph). Treadmill kemudian secara bertahap ditingkatkan ada kecepatan dan kemiringannya. Kondisi ini akan terus dilanjutkan hingga detak jantung mencapai 80% dari nilai maksimum pada usia Anda. Kemudian test dihentikan.

Pada mereka sedang tidak fit mungkin hanya akan mencapai kondisi maksimum 80% kurang dari 5 menit dengan berjalan santai. Para pelari yang sehat mungkin baru akan mencapai kondisi maksimum setelah 30 menit. Akhir dari test adalah dengan memaksa orang yang berada pada treadmill untuk berlari lebih cepat dengan cara meningkatkan kemiringan treadmill. Maka test stres jantung ini dapat menentukan seberapa fit Anda dan seberapa normal atau abnormal jantung Anda.

Berapa banyak BPM tersisa dalam hidup ini?

Ada beberapa penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan yang mengatakan bahwa jantung Anda hanya memiliki jumlah detak jantung tertentu saja. Jantung akan berdetak dalam jumlah tertentu selama hidup dan kemudian berhenti. Ini mirip seperti teori yang dikembangkan oleh Haflick yang disebut dengan “The Hayflick Limit” yang menunjukkan bahwa kebanyakan dari sel pada tubuh kita hanya dapat membelah diri beberapa kali saja dan setelah itu tidak lagi.

Ada perbedaan mendasar pada jumlah detak jantung pada mereka yang sehat dan tidak sehat. Saya coba ambil contoh, misalnya seseorang yang sehat memiliki detak jantung sebesar 55 BPM dan orang yang tidak sehat memiliki detak jantung 85 BPM. Maka perbedaannya adalah 30 detak jantung per menit. Itu artinya 1800 detak jantung per jam, 43.200 detak jantung per hari, dan lebih dari 15 juta detak jantung per tahun. Maka selama 20 tahun ke depan, orang yang sehat akan memiliki simpanan 315 juta detak jantung dibandingkan orang yang tidak sehat. Dan itu artinya … 11 tahun! Maka, orang yang sehat dengan selalu menjaga detak jantungnya tetap rendah (55 BPM) memiliki kemungkinan usia lebih panjang sebanyak 11 tahun dibandingkan mereka yang tidak sehat (85 BPM).

Dengan melambatkan detak jantung saat istirahat, maka secara teoritis potensi umur seseorang akan menjadi lebih panjang. Kita bisa melihat bagaimana para ahli olah napas India (yogi) yang mampu berumur diatas 90 tahun dengan tetap fit. Karena mereka selalu berlatih SETIAP HARI untuk melambatkan detak jantungnya. Mereka ibaratnya sedang “menabung” detak jantung untuk masa yang akan datang.

Melihat pada faktor latihan fisik, mereka yang rutin melakukan latihan fisik akan hidup lebih lama dibandingkan mereka yang tidak melakukan latihan fisik. Beberapa keuntungan yang didapat dari latihan fisik adalah mengurangi resiko penyakit kardiovaskular, mengurangi resiko kanker, mengurangi resiko diabetes, mengurangi resiko obesitas/kegemukan, fungsi otak yang lebih baik, dan banyak lagi.

Tentu saja hitung-hitungan tersebut adalah penelitian ilmiah dan tidak berbicara mengenai takdir kematian yang menimpa setiap orang yang dapat cepat atau lambat bergantung pada jalan hidup yang diambilnya. Manusia diberikan potensi akal untuk mencari ilmu. Dengan ilmu inilah manusia memiliki kehendak bebas untuk memilih jalan mana yang ia akan ambil.

Secara umum detak jantung yang lebih rendah memiliki arti bahwa fungsi jantung sangat efisien dan memiliki kemampuan kardiovaskular yang sangat baik. Miguel Indurain, seorang atlet sepeda yang menjuarai 5 kali juara dunia Tour de France dan peraih medali emas pada Olimpiade tahun 1996 mencatatkan detak jantung 28 BPM. Pada atlet profesional dunia memiliki detak jantung saat istirahat pada angka 40-an BPM.

Pada studi kasus Program One Day One Breath dan Wisata Bugar, saya meminta setiap peserta untuk mengukur denyut nadi segera setelah latihan selesai. Biasanya mereka berlatih antara 10 menit hingga 60 menit. Detak jantung mereka yang berlatih secara rutin mengalami penurunan dari yang sebelumnya berada diatas 85 BPM menjadi mulai dibawah 80 BPM. Dan saya sangat memperhatikan benar faktor ini berdasarkan penjelasan saya diatas. Jika ada yang diatas 90 BPM, saya ‘japri’ menanyakan mengenai apakah latihan sudah sesuai urutan yang saya informasikan atau tidak? Detiknya sudah tercapai atau belum? Pola makannya bagaimana? Dan lain sebagainya. Hal ini agar supaya ia bisa membaik pada kualitas detak jantungnya dari waktu ke waktu.

Bahkan ada beberapa orang peserta Wisata Bugar yang detak jantunnya ketika diukur mencapai angka 46 BPM. Rata-rata berada pada angka dibawah 80 BPM. Target semua peserta program One Day One Breath dan Wisata Bugar adalah dibawah 80 BPM. Sebab pada angka ini, resiko masalah kesehatan pada kardiovaskular dapat diperkecil seminimal mungkin. Dan ini pencapaian yang sangat bagus sekali.

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,
MG

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →